
Di sebuah kamar yang masih tenang.. hanya ada suara denting denting jarum jam. dua insan saling memeluk di balik selimut tebal dan lembut.
Cahaya yang sedikit menusuk dari balik jendela mengganggu mia.
Mia membuka mata. melihat ke samping kiri. jam masih menunjukkan jam 6 kurang. dia mengucek mata pelan.
dia kembali menoleh ke kanan.. pemandangan setiap pagi yang menghangatkan hati dan pikiran.
Ed masih tertidur menyamping ke arah mia. mia sedikit menaikkan tubuhnya. hingga kini wajah mereka tepat hadap hadapan.
Tangan bumil itu dengan lembut mengelus pipi dan rahang.. lalu mengelus bibir si calon papa tampan di depan.
Cup
Mia tak bisa menahan untuk tidak mencium bibir suaminya. tapi dia juga tak berniat membangunkan ed. dia pelan pelan mencium ed.
Mia memcium kening suami nya yang selalu sabar menerima sikap manja dan rengekan nya.
kembali di ciumnya pipi ed, dan terakhir di bibir. di kecup saja.
"Adek mau cium papa juga?" bisik mia mengelus perutnya.
"Love you papa"
cup
cup
"Itu dari kakak dan adek"
cup cup
"Ini dari mama" ucap mia bicara sendiri.. dia mencium suaminya lagi.
Ed menahan senyum merasakan ciuman dari istrinya. dia juga mendengar ucapan mia. dia ingin menggigit pipi dan bibir mia sekarang.
Ed pura pura bergumam baru bangun, dia mengucek mata pelan. di dapatinya istrinya pura pura tidur.
"Kucing nakal ini" batin ed hampir tertawa lepas.
Ed melakukan hal yang sama.. seperti yang di lakukan mia tadi. di ciuminya pipi dan bibir mia sedikit melu*mat.
Cup
cup
"Love baby twin.. jangan bikin mama kerepotan ya" ucapnya mengecup perut buncit mia
"istriku sayang, i love you" cup
Mia tak bisa tidak tersenyum.. dia langsung membuka mata. mengalungkan tangannya dengan manja di dada ed.
"Pagi papaa" ucapnya manja..
"Pagi sayaang, cantik banget sih istriku" puji ed membuat mia tersipu malu.
__ADS_1
"Hubby..." manja mia bersembunyi di leher ed. ed terkekeh karna sangat gemas.
"Sayang, kita mandi yaa" ajak ed.
"Sebentar lagi by, masih mager. 15 menit" tawar mia.
"5 menit" ucap ed
"15 menit ya" tawar mia lagi.
"5 menit atau papa tinggal" ancam ed lembut
"10 menit papaa" rengek mia memelas
"5 menit atau tidak sama sekali" mia melepas tangan nya dia berbalik memunggungi ed kesal. dia hanya ingin bermanja manja lebih lama. tapi suaminya tak peka. hish.
"Sana.. pergi aja sendiri.. aku di sini aja" kesal mia. mereka memang akan kembali ke rumah mereka dan juga nanti key dan david akan berkunjung sekalian ke rumah mama elina.
Ed menahan senyum.. dia memeluk mia dari belakang. memeluk istrinya yang akhir akhir ini memang suka merajuk manja . di peluk di usap usap lembut perut buncit mia . lalu dia langsung bangun.
"Aaaaah, turunin" pekik mia kaget tiba tiba tubuhnya diangkat dengan santai ke kamar mandi.
"Papa mau jenguk si kembar dulu baby, tolongin papa ya.. papa akan lembut" ucap ed langsung membungkam bibir mia. mia terbuai dan membalas dan mereka akhirnya melakukan olahraga pagi ini.
*********
Di tempat lain..
Seorang gadis yang sepertinya ketakutan karena di kejar atau di ikuti. dia segera masuk ke dalam rumah sakit. dia melihat lengannya terluka. dia tak peduli, yang penting dia bisa bebas dulu.
"Dok.. tolong saya, saya.. loh, Dok-" ucapan gaby terpotong karena seakan teringat siapa pria atau dokter yang tiba tiba dia tarik tanpa melihat wajahnya tadi. dia hanya atu kalau pria itu dokter karena pakaian nya.
"Kamu? kayaknya saya pernah lihat kamu" gumam alex mengingat ingat.
Melihat alex memegang dagu dan mengerutkan dahi, gaby si anak baru gede itu langsung lupa kalau dia terluka.. dia malah fokus menikmati ketampanan di depan mata.
"Dok, tolong saya.. saya harus di sini dulu di rawat sampai nanti sore tapi jangan ada data yang keluar ya dok" mohon gaby tak menggubris kebingungan alex
"Loh.. tidak bisa. kamu tahanan ya?" tanya alex menebak nebak.
"Awww" pekik alex kaget. baru kali ini ada pasien yang dengan sadar dan berani memukul lengannya manja begitu.
"Dok, tolongin saya. saya harus menunggu kakak saya untuk jemput ke sini" mohon gaby.
"Huuft, saya obati dulu, masalah itu bisa nanti" alex langsung ingat kalau gadis di depannya masih terluka.
Dengan telaten, luka yang darahnya sudah ada yang kering di lengan gaby, di bersihkan oleh alex lalu di beri obat.
"Aaaw.. sakit" gaby menggigit bibir nya menahan rasa sakit.
"Jangan kena air, supaya tidak infeksi.. untuk luka tidak begitu dalam. kamu kalau ada masalah jangan lari" tebak alex menasehati padahal dia tak tau ada masalah apa. yang jelas gadis di depan nya terlihat seperti gadis polos dan baik.
"Kenapa dokter bilang begitu? hiks hiks.."
"Apakah orang dewasa memang melakukan apapun sesuka nya?" tangis gaby malah membuat alex panik. dia tak bermaksud begitu. dai hanya menebak nebak saja.
__ADS_1
"Aku sedang menunggu kak david menjemputku, tolong rahasiakan aku di ruangan ini dok"
"papa dan mama ingin menjodohkan aku dengan orang yang tidak ku kenal.. aku ingin di jadikan alat bisnis. aku tidak mau, aku meu keluar saja.. aku mau ke rumah kak david" jelas gaby menarik narik jas dokter alex. dia tak mau dia di temukan penjaga rumah yang tadi melihat dia kabur.
"David?" gumam alex menggeleng. ada banyak nama david di dunia ini, pikirnya.
"Dok.. tolong gaby dok, aku masih anak kecil, aku baru lulus SMA 2 tahun lalu, aku tidak suka belajar.. aku masih ingin berpacaran dan menikah dengan pria impian ku dok. tolong sayaaa" mohon gaby memelas.
Melihat alex tampak diam saja, gaby tak kehilangan akal.
"Dokter tidak ingat saya? saya bukan orang jahat. keluarga saya saja yang jahat." ucapnya polos membuat alex semakin bingung
"Aku adik kak david, suami kak keysha.. aku baru tau dokter yang berdiri di samping altar saat itu" jelas gaby membuat alex langsung melotot. dia menelisik.. bisa jadi gadis ini penipu,
"Ck.. apa dokter tidak percaya. cek saja instagram kak david, ada fotoku dulu bersama nya" ucap gaby meyakinkan.
"Tolong saya dok, saya tidak mau kembali ke sana.. mending aku ikut kak david dan menghapus nama sanjaya juga"
Deg!
Benar.
hanya keluarga dekat saja yang tau masalah penghapusan nama itu.
"Siapa namamu?" tanya alex
"Gaby dok.. kalau dokter?" gaby malah ingin berkenalan.
"Panggil saja dokter alex"
gaby mengangguk.
"Dok.. yaaa, " rengek gaby meraih tangan alex memohon.
Alex merasa aneh, ini gadis ini aneh dan malah terlihat lucu. alex menghela nafas.
"Istirahatlah.. nanti aku yang menelfon david. kali ini aman. lain kali jangan lakukan hal berbahaya ini lagi" terang alex. untung dia direktur di sini.. jadi tak ada yang akan protes.
Sebenarnya gaby ingat nomor telfon kak david. jika tak ada alex, dia mungkin akan meminjam ponsel siapa pun supaya bisa menghubungi kakaknya. untung ada domter alex.
"Makasih dok" gaby mengeratkan tangan nya di tangan alex lalu melepasnya. dia langsung tersenyum dan bersandar lega di brankas.
"Aku mending menikah sama dokter di banding teman bisnis papa yang tua tua " ucap gaby polos.
Alex di gombalin anak kecil.. usia mereka cukup jauh. 12 tahun jaraknya.
"Istirahatlah.. " alex malah salah tingkah. padahal dia juga kadang bercanda bercanda begini dengan rekan dokter lain nya.
"Alex.. dia masih anak anak" batik alex
"Tapi sudah bisa buat anak" tambahnya lagi ngelantur.
"Banyak yang menikah beda usia" pikir aex semakin ngawur.
Alex tersenyum meninggalkan ruangan gaby.
__ADS_1
BERSAMBUNG.............