Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Keinginan bumil...


__ADS_3

sedangkan alex dan zian saling menyalahkan masakan masing masing..


mereka mencuci mulut dengan makan buah. supaya rasa aneh tadi hilang.


"Makasih om al, makasih om zi... ngidam mama terpenuhi" ucap mia dengan senyum kemenangan..


"Hei bumil nakal.." desis zian ingin menjewer mia. tapi tidak jadi.. dia ingat adiknya sedang hamil.


Zian mendekati mia. duduk di sebelah adiknya.


"Kok, sama om jahil sih.. kalau mau jahil sama opa aja yaaa" ucap zian pelan mengelus perut mia. papa winata mendelik tak suka.


"Itu cucu kesayangan papa.. nggak mungkin jahilin papa" balas papa menatap zian kesal.


"Ponakan om yang baik.. jangan suka ngerjain om ya. om harus sehat dan mengobati orang banyak" alex juga hanya bisa protes pada baby di dalam perut. karna kalau mereka protes pada mia, bisa di pastikan mia akan membuat drama baru..


"oke om.." jawab mia mewakili.


"Tapi gak janji yaa" jawab nya lagi terkekeh.


Zian dan alex menghela nafas, kayaknya mereka harus sabar jadi sasaran kejahilan adik dan calon keponakannya.


"Oiya ma.. pa, aku kan memang sudah minta tolong kak david menghandle kantor. jadi aku hanya di rumah aja. "


"Aku boleh kan pa, ma nginap beberapa hari di rumah kakek dan mertua mia? mia ingin kak ed dan keluarganya semakin dekat" izin mia..


"Tentu saja nak, itu bagus.. karena memang seharusnya istri yang ikut suami. tapi karena nak edward juga tak keberatan pindah ke sini gak papa.." sahut papa setuju.


"Benar sayang, itu bagus kalau kamu juga banyak waktu bersama mereka.. semoga nanti mereka semakin dekat lagi" tambah mama tersenyum.


"Makasih ma.. pa. mia juga gak enak karena mertua mia selalu kirim makanan.. jadi mia mau di sana aja beberapa hari.. trus ganti gantian ke sini" ujar mia lembut.


Mereka berbincang bincang sebelum mia pamit, karna ed sebentar lagi pulang. dia ingin menyambut suaminya.


Mia berjalan dengan riang. masuk ke dalam rumah.


Ting!


Mia menyerngit. siapa ini? pikirnya.


ada nomor baru yang mengirim pesan padanya.


Mia lalu tersenyum.. dia tau dari cara cara ketiknya dan bahasanya.


itu bella.. isinya ancaman ancaman yang menurut mia lucu bukan menakutkan. sebenarnya mia malas, tapi kayaknya karna kehamilan nya juga dia yang gabut kayaknya butuh hiburan..


"Dedek mau main main gak?" gumam mia mengelus perut nya menyeringai.


*****


"Hubby... " mia yang menunggu suaminya pulang, dia sudah mandi bersih wangi. dia menyalim dan memeluk suaminya manja. dia mengambil jas suaminya.

__ADS_1


cup


"Bagaimana hari ini sayang? baby kita rewel gak?" ed mencium bibir mia lalu menunduk mengelus perut rata mia.


"Dedek sangat baik hari ini papa" jawab mia mengelus kepala ed yang masih ada di perutnya.


"Pinter banget anak papa.. cup" setelah mengecup perut mia, mereka masuk ke dalam.


"By, air hangat nya udah siap. kamu mandi yaa" mia tetap telaten melayani suaminya lagian kehamilannya belum besar.


"Makasih sayangku" rasa lelah dan beban di luar rasanya hilang, jika ed sudah melihat dan memeluk istrinya. apalagi sekarang ada penyemangat lain di perut mia.


Sambil menunggu ed mandi, mia makan buah potong sambil tersenyum senyum.. entah apa yang dia pikirkan.


Ceklek!


Ed keluar dengan begitu hot dan tampan dari kamar mandi. hanya mengenakan handuk di pinggang saja. mia hampir nge ces tapi dia buru buru membuang pandangan. di kehamilan ini mia jadi lebih agresif. dia jadi suka memulai, dan libido nya juga meningkat, untung saja ed sangat tau dan bisa memuaskan mia.


"Papa siniii, dedek pengen peluk" mia menggunakan baby sebagai alasan. padahal dia yang mau.


ed tersenyum dan mendekati istrinya.


"Mana coba sini dedek nya.."


cup cup cup


Ed mengecupi perut mia hingga mia kegelian.


"Hahahah.. hubby cukup, hahah by, gelii"


"Baby.." bisik ed membuka sedikit kancing baju mia.


"By, geli.. tangan mu dingin" ucap mia meliuk liuk sedikit.


"Sayang, ini mu kayaknya makin besar, aku suka" bisik ed saat tangannya sudah berhasil menggenggam dada mia.


"Satu ronde ya baby, sebelum makan, papa akan pelan pelan" ucap ed sudah meremas sana sini.


Melihat mia mengangguk, ed langsung melepas semua baju mereka.


Hingga terjadilah hal yang di inginkan. ed dengan pelan menghujam mia. takut melukai dedek di dalam sana.


"Hubby lebih cepatt" ucap mia membuat ed senang.. dia menambah kecepatan.


Hingga akhirnya mereka sampai di puncak dan tumbang bersama sama. dengan nafas yang tak beraturan.


"Maaf ya baby, papa jenguk terus. karna papa harus menyiram biar gak kering" canda ed membuat mia terkekeh.. emang suaminya mesum. tapi dia suka.


Malam harinya, ed dan mia kembali bersih bersih.. mereka belum makan malam.


"Bi, kami makan di kamar.. tolong bantu saya bawain satu ya bi" ed memang meminta mia di ranjang saja. biar mereka makan di kamar.

__ADS_1


"Permisi tuan.. nona" bik mar keluar dan membiarkan suami istri itu makan dengan romantisnya.


"Gak mau sayur.." tolak mia hanya ingin lauk saja.


"Sayang, harus makan sayur, biar dedek di dalam sehat" bujuk ed menyuapi dirinya dan mia bergantian.


"Tapi dedek gak mau sayur" tolak mia lagi,


"Sayangku, makan sayur nya sedikit aja ya, ini demi kamu dan dedek di dalam. ya sayang?" bujuk ed dengan sangat lembut, membuat mia luluh.


"Aaa papa" ujar mia manja. ed tersenyum.. menyuapi istrinya.


"Malam ini mau minum susu rasa apa sayang?"


"Mau vanilla papaa"


Cup


Mia sangat bersyukur, ed benar benar menjaganya padahal kehamilannya masih awal. mia berharap bisa membalas semua cinta ed padanya.


****


Malam harinya.


Mia sedang bersender manja di dada ed. ed mengelus rambut mia sesekali di kecup.


"Hubby.."


"Iya sayang?"


"Mmm... kita tinggal di rumah kakek beberapa hari gimana?" tanya mia pelan


"Ha? apa sayang?"


"Iya, kita tinggal bersama kakek aja sama mama sama papa, beberapa hari. Kan kita cuma week end di sana.. aku udah bilang sama mama dan papa winata. katanya gak apa apa kalau kita di sana dulu, boleh gak by?" jelas mia menatap suaminya.


"Kamu gak apa apa sayang?" mia makin terenyuh, karena ed masih bertanya dirinya.. padahal mia tau pasti ed juga rindu rumah dan semua.


"Iya by, mia juga kan enak punya banyak teman di sana kalau kamu kerja, aku nemenin kakek deh ke taman belakang terus ada mama juga di sana sama papa. di sini mia bosan," jelas mia sumringah.


Ed tersenyum, dia tentu saja mau asalkan istrinya nyaman. dia mengecup pipi mia gemas.


"Yaudah, mulai besok kita ke sana ya, nanti aku kabarin mereka dulu,." mia mengangguk patuh.


"By, kami mencintaimu" bisik mia tulus.


"Aku lebih mencintai kalian sayang" jawab ed mengeratkan pelukannya.


"By, kamu kesal gak karena aku rewel, manja dan banyak mau nya.. kamu-


"Ssst.. sayang jangan begitu, aku tidak kesal sama sekali. lagian mood ibu hamil memang begitu kata mama. Aku suka kamu yang makin manja baby, terus kamu juga sekarang makin jago di atas aku" goda ed membuat mia malu..

__ADS_1


"iiiih.. hubby.. aku malu" mia menelusupkan wajahnya ke ketiak ed. ed tertawa puas.. istrinya sangat lucu. kalau saja mia tidak sedang hamil, ed akan menggempur mia sampai pagi.


BERSAMBUNG....


__ADS_2