
"Aku akan mencium kakak nanti, kalau kakak memeluk kakek dan mengucapkan yang tadi" bisik nia lalu berdiri memberikan sedikit jarak pada kakek dan edward.
Edward menatap mia.. dia sangat bahagia. Bahkan perasaan yang dia sembunyikan begitu dalam bisa di lihat oleh mia.
Edward mengangguk. dia mendekati kakek..
"Kakek.. harus sehat dan ed akan mengunjungi kakek lagi bersama mia"
Walaupun terasa kaku dan ini hal baru setelah ed dewasa.. kakek memeluk erat cucu kesayangannya.. cucu yang dia rawat sedari kecil sekarang sudah lebih tinggi dan begitu gagah.
Kakek menangis.. sangat jarang mereka bicara dari hati ke hati begini.
"Kamu juga jangan terlalu fokus bekerja.. makan dan istirahat" nasehat kakek menepuk nepuk punggung edward. sepertinya cucu nya itu juga sedang menangis.. terasa dari punggungnya yang sedikit bergetar.
Mia yang melihat pemandangan itu ikut terharu. ahh seandainya kakek masih hidup. batinnya.
Mia diam diam memotret ed dan kakek ayng masih saling memeluk.
"Ed sangat menyayangi kakek.. walaupun ed tak pernah mengatakannya. ed bisa begini karena kakek dan nenek.. ed sangat menyayangi kakek" perasaan ed begitu lega dan lepas... apalagi kakek.
Sepertinya mia benar benar adalah pasangan yang cocok buat ed. kakek sempat melihat lirikan mereka tadi, seakan memberikan kode.
"Kakek lebih menyayangimu" balas kakek terharu. kakek menatap mia yang tersenyum di tidak jauh dari mereka.
Setelah cukup berpelukan.. mereka kembali kikuk.. membuat mia ingin tertawa kencang, tapi dia tahan. lucu sekali cucu dan kakek ini.
"Makasih nak" ucap kakek pada mia ambigu, dan mia hanya tersenyum.. edward juga menatap gadisnya.
Harusnya ed yang memberikan mia ciuman dan ungkapan cinta.. karena sudah membuat dia seperti cucu pada umumnya.
"Kakek.. da daaaaa" kakek tertawa melihat mia yang ternyata bisa dewasa tapi juga masih polos dan ceria.
Mobil ed meninggalkan rumah kakek.. baik mia maupun ed saling menggenggam di dalam mobil, dengan satu tangan ed fokus pada kemudi.
"Kamu senang sayang?" tanya ed melihat mia tampak tersenyum bahagia. mia mengangguk.
Saat sudah keluar dari kawasan elite perumahan kakek. ed rasanya ingin sekali memeluk gadisnya. dia mencari tempat yang aman dan memberhentikan mobil di bawah pohon. supaya mereka terlihat sedang parkir.
"Kak ed.. kenapa berhenti?" tanya mia
"Boleh kakak menagih yang tadi sayang?"
"Yang tadi mana?" tanya mia gugup pura pura lupa.. ahh kenapa se gugup ini pikirnya.
Ed tersenyum melihat nyali mia ciut. tapi mia kemudian tersenyum.
"Boleh kakak minta peluk?"
Mia tidak menjawab tapi dia segera menghambur memeluk ed setelah melepas seatbelt dengan asal.
"I love you kak ed" ujar mia lembut di sela pelukannya.. dia memeluk dan mengelus punggung edward.
"Kakak lebih mencintaimu" bisik edward mencium rambut mia.
Setelah mereka berpelukan, ed menunjuk bibirnya.
__ADS_1
Cup
Sesuai janjinya.. mia mengecup bibir ed singkat. lalu tertunduk..
ed terkekeh melihat pacarnya yang malu malu.. padahal dia yang memberikan taruhan tadi hahahah.
Dengan pelan ed mengelus pipi mia, mengarahkan dagunya padanya.
Mata ed mengarah pada bibir yang ingin selalu dia cecap.. tangan ed mengelus bibir merah muda itu. mia jangan di tanya.. mia menahan nafas, dan membeku merasakan jemari ed dan tatapannya pada bibirnya.
Cup
Ed mengecup sekali, tapi dia masih mendekatkan wajahnya.
"Mi.. may i?" bisik ed dengan nafas memburu. nafasnya menyapu permukaan wajah mia. membuat mia ikut meremang.
mia mengangguk tanpa sadar.
Ed mengubah dan memundurkan kursi kemudinya supaya lebih luas dan longgar.
"Aakh kak ed" pekik mia kaget saat ed malah membawanya pindah ke kursi ed.. saat ini mia sedang duduk di pangkuan ed.
Setelah memastikan posisi mereka aman, edward membawa tangan mia supaya memeluk lehernya.
Cup
Awalnya kecupan, lalu edward dengan lembut menggerakkan bibirnya. dan bibir mia terasa kaku dan tertutup.
Dengan pelan, edward berhasil memainkan bibir mia. Mia seakan terbawa suasana.. dia juga ikut membalas ciuman ed walaupun terkesan kaku.
"I love you mia winata" bisiknya di sela ciuman mereka.
Mia mengeratkan pelukannya saat merasakan bibirnya sudah basah. karena ed tidak hanya mencium.. tapi juga mel*umat dan menjilat habis bibirnya yang tak lagi suci.
"Bernafas sayang" bisik ed saat dia suda menerobos lidahnya masuk ke dalam mulut mia. mengeksplor seluruh isi mulut mia.
Mia merasakan sensasi baru.. sangat menggelitik, ed begitu pintar berciuman..
Ed benar benar candu akan rasa baru ini.. mia benar benar membuatnya gila.
Mia ngos ngosan.. setelah edward melepaskan bibirnya.
Tangan ed terulur melap sudut bibir mia yang basah karena tingkahnya.
Mia sangat malu. dia menunduk.. masih di pelukan ed.
"Kak.. mia mau turun" pintanya membuat ed terkekeh.
Cup
Mia mengecup bibir mia sekilas lalu membenarkan cara duduk mereka semula.
"Makasih sayang, " ed mengemudi sambil membawa jemari mia sesekali di kecupnya. membuat mia merasa sangat di cintai.
Karena suasana atau karena efek musik klasik dari mobil, mia malah mengantuk dan tertidur. untung perjalanan masih jauh. dan ed tak tega membangunkan mia.
__ADS_1
***
"Sayang.. hei bangun" bisik ed setelah mereka sampai tepat di depan rumah mia. tidak di depan gerbang seperti biasa.
"Iya ma.. bentar" gumam mia belum sadar. ed terkekeh. mencium mia sekilas.
"Sayang ayo bangun.. kita udah sampai."
Mia yang terusik perlahan membuka mata. ah iya dia masih di mobil.
"Ayo sayang, kamu nyenyak banget" ucap ed gemas.
Mia menyengir kuda. dan dia juga bergerak ingin pamit kepada ed. tapi siapa sangka.. ed juga ikut turun. mia mengernyit heran.
"Loh.. kakak gak pulang?" tanya nia polos.
"Kakak di usir?"
"Bu bukan begitu" ed berhasil menjahili gadisnya.
"Kakak akan menumpang makan" bisik ed menggandeng mia melakukan pendekatan kepada keluarga mia winata.
mia bengong.. tapi dia juga ikut melangkah berjalan masuk.
Mia dan ed masuk. mia mengenalkan ed secara resmi pada mama dan papa.
Ed banyak berbincang bersama papa.. sepertinya mereka gampang akrab.
"Seneng banget putri mama" goda mama elina melihat mia dari tadi senyam senyum.
mia dan mama sedang di dapur menyiapkan makan malam buat mereka.
"maaaa" rengek mia malu. mia mengingat ciuman mereka yang sangat menggelitik.. mia bisa bisa jadi mesum kalau lama lama bersama ed.
Sampai acara makan malam selesai, ed tidak terlihat canggung.. apa karna dulu papa juga aktif di dunia bisnis jadi obrolan mereka nyambung. tebak mia.
Hubungan mereka di terima oleh kedua pihak.. walaupun kadang mia juga berfikir ingin bertemu orangtua kandung ed.. walau bagaimanapun, mereka tetap orangtua ed.
Tapi mia tak berani membahasnya.. karna sepertinya ed begitu malas membahas itu.
Edward pamit pulang pada mama dan papa. sedangkan mia mengantar sampai depan.
"Kakak hati hati"
Ed mengelus lembut kepala mia..
Cup
"Makasih untuk hari ini sayang" ucap ed masuk ke dalam mobil dan berlalu.
Mia senyum senyum masuk ke dalam rumah.
Papa dan mama yang ketularan jahil mia, menggoda mia.. membuat mia makin malu dan merona.
"Mama.. papa.. mia maluuu" ucap mia menyembunyikan wajahnya. membuat papa dan mama tertawa puas.
__ADS_1
BERSAMBUNG.. .