Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
It'll be okay


__ADS_3

Ed sedang di perjalanan menuju rumah.


alex tidak membiarkan ed menyetir. zian yang menyetir dengan kecepatan tinggi. mereka juga sangat panik walau ed belum menceritakan apa apa. tapi melihat wajah pias ed mereka sedikit paham bahwa keadaan saat ini pasti sedang tidak baik baik saja.


Ed menghubungi langsung dokter terbaik dari singapura terbang ke indonesia.


Dia berharap kakek baik baik saja.


Tin..!!


ed langsung berlari ke luar di susul alex dan zian.


"Ed?" mama di sana di depan pintu kamar kakek.


di dalam ada dokter dan papa.


"Bagaimana kakek ma?" tanya ed dengan nafas naik turun


"Tadi tiba tiba drop, dan pingsan. belum bangun sampai sekarang ed" tutur mama tak kalah sedih


Ed mengangguk langsung masuk ke kamar.


"Ed?" panggil papa membiarkan ed duduk dekat kakek. mereka tau seberapa dekat ed dengan kakek nenek nya dulu.


"Kakek.. " gumam ed memeriksa tangan dan tubuh kakek yang terlihat tidur dengan tenang.


"Kapan kakek saya bangun dok?" tanya ed tanpa menatap dokter


"Keadaan tuan besar sangat lemah tuan, ini juga kami harus bantu pake infus, kita doakan tuan besar akan segera siuman" ujar dokter


ed tak banyak bicara lagi. dia sudah sangat bahagia akhir akhir ini, keluarga nya lengkap dengan anak anak dan lingkungan keluarga nya yang hangat.


mendengar keadaan kakek yang makin menurun, membuat ed takut.


Di rumah sakit.


David dan yang lain masih saja kepikiran dengan kakek.


apalagi ada anak anak di sini.


"Mia, kalian pulang lah dek. key juga baik baik aja. kasian juga si kembar dan kaila. semoga kakek baik baik aja ya" ujar david


"Tapi kak"


"Iya mia gak apa apa, gaby sama kak gia juga gak baik lama lama di sini. aku baik baik aja. lagian ada mama sama papa di sini.. " potong key kepada sahabat nya


karena orangtua david masih di sana.


Mia menghela nafas.


dia akhirnya mengangguk. dia juga dari tadi tidak tenang. kepikiran terus.


Tapi,


ketika melihat rey juga ikut.


"Kak, kakak juga pulang aja. kasian reni.. bayi kalian masih merah" ujar mia


"Tapi dek, aku juga mau liat kakek. reni di rumah ada bapak sama ibuk. aku tidak akan lama. biar aku yang nyetir. kalian bertiga tidak boleh menyetir, .." tegas rey tetap ikut keluar


mama elina dan papa winata juga ikut, mama menggendong kaila.


akhirnya mereka keluar.


tinggallah naura sedang di pangkuan sanjaya. sedang david di sisi key.


"Semoga kakek baik baik aja ya yank" bisik key


"Iya amiin. semoga aja. kamu jangan kepikiran, nanti asi kamu macet sayang"


key mengangguk.


************

__ADS_1


Setelah mobil si parkir. rey menggendong si kembar. sedang kaila di gendongan mama.


bumil juga ikut keluar.


"Sayang.." panggil gaby saat mereka di ruang tamu.


"Kalian udah pulang.. key sama siapa?" tanya alex membawa gaby duduk di sofa


"ada mama sama papa. kakek gimana?" tanya gaby


"Masih belum sadar. kita tunggu aja."


zian juga membawa gia duduk tenang.


rey melepaskan si kembar yang langsung ikut bermain main bersama sus.


mama elina menemani besan nya. setelah mendengar keadaan kakek. mereka hanya bisa mendoakan yang terbaik.


Di kamar..


"Hubby...." panggil mia langsung memeluk tubuh tegap itu.


"Sayang? anak anak mana?" tanya ed tiba tiba ingat dia meninggalkan mia dan yang lain tadi di rumah sakit


"Di ruang tamu. sama kak rey mama dan yang lain" jawab mia


"Kakek pasti baik baik aja by.. " ujar mia memeluk suami nya erat.


ed mengangguk.


"iya sayang. pasti.." jawab ed memeluk mia tak kalah erat


***********


Seorang dokter perawakan tegap dan wajah bule. dia datang di jemput langsung oleh jet ed. dengan cepat langsung tiba di rumah ed


"Excuese me"


mereka yang di ruang depan menoleh.


"Sir Edward" sapa dokter sopan


ed tersenyum mengangguk.


mempersilahkan dokter melakukan pekerjaan nya. dia sengaja memilih dokter terbaik, bahkan ed mengeluarkan banyak untuk kedatangan dokter ini.


Mereka yang lain juga ikut melihat.


"Aku bikin minum dulu ya buat si dokter" ucap gia hendak berlalu


"Biar bibik sayang, kamu sama gaby tadi makan gak? ingat ada baby di perut kalian" potong zian segera.


gaby cengengesan saat menerima tatapan tajam dari suami nya. suami nya, si sugar daddy nya itu akan sangat menyeramkan kalau gaby lupa sesuatu.


zian geleng geleng kepala


"Ayo, kalian makan dulu, gaby.. ayo.. kakak buatkan jus buat kalian berdua" tutur zian kepada kakak iparnya.


"Makasih kak" jawab gaby segera menghindar dari pelototan suami nya


Alex mendampingi dokter di dalam. membantu beberapa pemeriksaan juga. dengan alat canggih lebih canggih di banding di jakarta tentu nya


sedangkan zian..


setelah memastikan gaby dan gia makan juga minum susu. dia bergabung ke dalam


sedangkan rey..


dia mengamankan anak anak. karena kakek belum siuman. semua menunggu.


setelah si kembar aman. dan tidur siang.


rey akhirnya pamit.

__ADS_1


"Makasih sudah mengantar mia sama mertua ku tadi" ujar ed


rey mengangguk tersenyum. dia berlalu menuju rumah nya. dia tidak mau terlalu merepotkan mertua nya.


.


.


.


Setelah pemeriksaan. dokter masih menunggu. yang lain juga.


"Keadaan nya sudah stabil.. kita tunggu saja" ujar dokter membuat mereka merasa sedikit lega


mama elina dan mama mertua mia memasak buat semua.


"kita makan dulu yuk.. kita jangan sampai sakit, supaya ada yang jagain kakek" ucap mertua mia mengajak semua makan.


mereka berlalu ke meja makan.


"Hubby, ayo makan.. kakek pasti bangun bentar lagi" bujuk mia lembut


ed menoleh.


Dia tau istrinya itu tidak akan berhenti. dia bahkan tidak akan makan kalau ed tidak ikut.


"Ayo sayang..." ujar ed ikut keluar. mereka makan bersama.


"Si kembar udah makan?" tanya ed tak melihat si kembar.


"Udah tadi kata bibik, mereka masih tidur. kelelahan kayak nya main terus sama kak rey tadi" jawab mia.


Setelah makan...


Bunyi sensor di ruangan kakek berbunyi. dokter berlari dengan wajah cerah.


yang lain juga ikut. mereka berpikiran kemana mana.


"Syukurlah.. Tuan sudah siuman. tekanan darah nya dan keadaan nya stabil. tolong siapkan bubur.." titah dokter


mia langsung berlari ke dapur.


"Bi, bantu aku siapkan bubur buat kakek. sayur nya ya bi"


"Baik nyonya"


setelah selesai. tak lupa air putih hangat juga di nampan.


"Kakeeek" mia tersenyum melihat kakek menoleh


"mia tau kakek akan bangun, mia suapin yaa" ujar mia meletakkan nampan. di bantu ed membenarkan posisi kakek.


mereka semua lega..


akhirnya kakek baik baik saja.


Papa gia juga tersenyum walau tak banyak bicara.. dia ikut keluar setelah memastikan kakek makan.


Semoga semua baik baik aja ya


BERSAMBUNG.........


gaes...


aku bener bener lemes banget.


ini pun aku ngetik nya dikit dikit.


tenggorokan ku sakit, dan lidah tuh rasanya pahit.


bahkan dari kemaren masih pusing dan pengen muntah tapi gak jadi.


kalian paham kan seberapa mengganggu rasa mual tapi gak jadi??

__ADS_1


aku takut, semoga aja bukan omicron ya..


sekarang udah gak demam sih syukurnya. cuma itu mulut dan tenggorokan gak enak. perut juga gak enak. huft.


__ADS_2