Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Di Pantai Bali


__ADS_3

Di mobil depan, dwiki menyetir sendiri. memang dia belum mengungkapkan perasaan nya. tapi sepertinya dia harus mundur teratur. supaya persahabatan mereka tidak canggung.


"Jadi dia pria yang membuat gaby sampai jauh jauh terbang ke sini. apa mereka akan bersama?" gumam dwiki sesekali melirik mobil di belakangnya lewat spion.


Tin....


Mereka tiba di resto tujuan. setelah parkir. dan masuk bersama sama ke dalam.


Mereka duduk dan memesan dalam suasana kikuk. ini lah yang membuat gaby tidak enak.


"Kalian asal dari bali semua?" tanya alex mencairkan suasana


Mereka jadi lebih banyak bicara karena memang alex gampang berbaur juga. joan sama henry juga sudah mulai bercanda canda receh.


sedangkan dwiki, dia melirik gaby. apa sebaik nya dia mengubur jauh jauh perasaan nya?


"Ki.. kayaknya ini enak deh. tapi ini juga. nanti kamu beli ini ya aku beli ini, aku icip" ujar gaby membuyarkan lamunan dwiki


Mereka memang begitu. saling berbagi makanan atau apapun. pertemanan mereka sudah sedekat itu walau singkat.


"oke.. itu terlihat enak" jawab dwiki tersenyum.


Hal yang sama juga di lakukan pasangan henry dan joan..


sedangkan alex.. dia melihat gaby banyak tertawa saat bersama teman nya, berbeda jika sedang bersama nya.


Alex tentu cemburu. di tak suka gaby begitu akrab dengan bocah cilik yang selalu ada di status gaby.


Makanan mereka akhirnya tiba.


alex paham, bahwa kebiasaan memfoto makanan sebelum di santap ternyata tak hanya di lakukan gaby. tapi teman teman nya. juga.


Mereka makan dengan tenang.


"Kok lebih enak punya mu dari punyaku" sungut gaby melihat makanan dwiki.


"Emang rumput tetangga selalu lebih hijau sih" jawab joan terkekeh.


"Yaudah sini ambil aja.. gitu aja ngambek" canda dwiki


"Ini juga enak, tapi emang ada rasa asam nya ya.. " dwiki mencicip makanan gaby.


Alex seperti seorang guru TK yang menemani anak anak makan di luar. wkwkk


Dia harus menjauhkan si pria bernama dwiki itu dari gaby. bahaya.. mereka terlalu dekat.


Setelah makan.


"Aku ke toilet dulu ya, ikut gak jo.." ujar gaby


"Aku entar aja gab" jawab joan.

__ADS_1


Suasana kembali kikuk. tapi alex langsung buka suara. dan mengangkat tangan minta waiters datang ke meja mereka


"Tidak usah dokter" joan paham bahwa dokter itu akan membayar.


"Tidak apa apa. terimakasih kalian sudah izinkan saya ikut bergabung." alex langsung membayar lengkap dengan tip nya.


"Kalian mau kemana lagi habis ini?" tanya alex


"Pulang" bukan joan, henry apalagi dwiki. yang menjawab adalah gaby. dia ingin segera pulang.. dia tak bisa melupakan dokter alex kalau dokter alex kembali membolak balik hati da perasaan nya.


"Ayo" alex menarik pelan tangan gaby ke luar.


"Eh.. tung-


"Aku pulang lebih dulu bersama gaby. sampai ketemu lagi" alex pamit kepada teman teman gaby.


Bruk!


"hish lepasin dok," kesal gaby melepaskan genggaman tangan alex


gaby menatap kesal dokter alex yang tanpa dosa mengemudi dan membawanya entah kemana. gaby ingin sekali marah.. tapi dia juga tak tau harus bagaimana.


"Dokter tolong.. antarkan saya pulang" ucap gaby saat melihat arah jalanan bukan jalan pulang.


"Gaby, temani aku ke pantai sebentar." mohon alex dengan suara lembut. jika dulu gaby akan sangat menyukai kelembutan ini. sekarang tidak. gaby tak mau terperangkap lagi.


Gaby memilih diam.


Bahkan sampai di pantai pun gaby tak banyak bicara. dia keluar.. dia pandangi hamparan luas di depan nya.


Dia tak sadar kalau alex sudah menjauh darinya. dia berjalan di atas pasir putih di antara lalu lalang orang orang yang pamer dada dan hanya berbikini.


Tiba tiba.


Tuk!


"Pakai ini, panas" alex ternyata membeli topi untuk gaby dan minuman dingin juga. alex memasangkan topi warna krem itu di kepala gaby dengan lembut.


gaby tak pernah mendapat perlakuan semanis ini dari alex sebelumnya. tentu saja hatinya berdesir. tapi cepat cepat dia tepis.


"Makasih" ujar gaby berjalan mencari tempat untuk duduk.


Alex diam diam membuka kamera ponsel nya. dia membidik gadis cantik yang sedang berjalan membelakanginya.


Supaya tidak canggung, alex berusaha mengajak gaby bicara. karna dari tadi gaby hanya diam.


"Boleh fotoin aku sebentar? di sini bagus" ucap alex. gaby menerima ponsel alex tanpa bantahan.


"Mau aku fotoin?" tawar alex. tapi gaby menggeleng.


Mereka duduk dalam hening cukup lama. sesekali alex melirik gaby di samping nya.

__ADS_1


"Besok aku pulang" pancing alex. berharap gaby mengatakan sesuatu.


tapi nihil.


gaby hanya mengangguk.


"Pulang dari sini anterin aku beli oleh oleh buat orang rumah ya"


"Apa aku bisa menolak dokter?" sindir gaby yang dari kemarin memang tak bisa membantah.


Alex menggaruk tengkuk nya salah tingkah.


"Gaby.." panggil alex pelan menyentuh bahu kiri gaby.


gaby menoleh.


"Maaf.. " ucap alex setelah memberanikan diri. dia tak punya banyak waktu di sini.


Gaby mengerutkan dahi. untuk apa? pikirnya.


"Aku pasti melukai hati dan perasaan mu. aku minta maaf. kalau aku bilang ayo kita menikah apa kamu mau?" spontan alex tanpa pikir panjang.


Gaby yang awalnya diam langsung tertawa lepas. ini sangat lucu. apa dia tidak salah dengar??


"Hahahhahaha.. dokter lucu sekali" kekeh gaby bahkan sampai mata nya berair.


"Aku serius" ucap alex lantang


gaby langsung diam. dia tersenyum sinis. takdir benar benar bercanda pada nya.


"Aku tidak bisa dokter. seperti saran dokter dulu aku akan mencari pasangan yang sesuai dan usia nya tak jauh beda dari ku. belum lagi aku tak punya masa depan. dan gadis tanpa masa depan bukan lah tipe dokter. aku tidak bisa dokter" jawab gaby langsung skakmat.


Telak!


Ucapan alex yang dulu dulu malah memukul balik diri nya sekarang.


"Gaby.. maafkan ucapan ku yang dulu dulu. aku tau aku salah. tapi, itu juga demi kebaikan mu" balas alex merasa keputusan nya dulu tak begitu salah juga.


Gaby menatap ke samping bertanya


"Aku hanya ingin kamu fokus kepada diri mu sendiri, kepada masa depan mu. ak.. aku terpaksa melakukan itu supaya kamu memilih kuliah di banding menikah muda dan hanya memfokuskan poros nya pada ku"


"Aku mau kamu sama seperti teman teman mu yang lain nya menikmati waktu dan berpetualang selagi ada kesempatan" ucap alex memberikan pembelaan.


"Aku minta maaf gaby, tapi aku melakukan itu semua demi kamu"


Gaby terkekeh tapi matanya tak bisa menyembunyikan raut kekecewaan. mengingat betapa hancurnya gaby saat di rumah sakit terakhir kali . rasanya dia ingin sekali berlari ke tengah lautan di depan nya.


"Dan dokter berhasil. selamat.. aku sangat menikmati masa muda ku, berkat dokter" sarkas gaby memandang lautan di depan.


BERSAMBUNG...........

__ADS_1


__ADS_2