Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Apartemen david


__ADS_3

Key dan david sedang di kantor. hari ini mereka akan bertemu dengan rekan bisnis dulu di salah satu restoran yang sudah di reservasi.


"Key, sudah?"


"Sudah pak, saya baru nge print" jawab key membawa berkas yang sudah di revisi dan di print.


David tak keberatan di panggil pak jika di kantor. tapi jika tidak dalam urusan pekerjaan, key akan memanggil david dengan panggilan kakak.


Mereka berjalan keluar. Selama ada key di perusahaan, david merasa hidupnya jauh lebih semangat.. dan ingin cepat cepat sampai di kantor.


apalagi key juga menerima ajakannya.. jika di ajak makan, keluar dan lainnya.


"Selamat siang tuan david.."


"Selamat siang tuan Devin" mereka saling berjabat tangan khas para pebisnis. di samping devin ada asistennya juga.


"Biasanya kalau bertemu tuan david selalu bersama nyonya mia.. nona ini?" ujar devin sedikit tertarik kepada pembawaan key.


Key dengan sopan menganggukkan kepala.


"ah iya kenalkan, ini keysha asisten saya" ucap david setengah hati. dia tak suka devin memandang key dengan lekat begitu.


"Salam kenal nona"


"Salam kenal tuan"


Pertemuan itu di mulai, karna pembawaan devin yang santai.. mereka sambil minum. dan key juga tak merasa kesulitan menjelaskan proposal mereka.


David, dari tadi merasa tak nyaman.


mata devin, terlihat jelas selalu ke arah key. dia mengeratkan tangannya di bawah sambil menarik nafas.. dia harus profesional. kerja sama ini sangat penting bagi perusahaan.


"Jadi bagaimana tuan devin, apa kah ada pertanyaan dari proposal kami" david bertanya dengan tegas..


"Saya suka proposal nya tuan david, saay selalu kagum akan ide dari mw group. saya harap kerja sama kita tetap berlanjut" jawab devin menatap david tak kalah tegas.


"Terimakasih sanjungannya tuan, kami akan bekerja keras mencapai ekspektasi dan meningkatkan kualitas kami setiap hari" jawab david menanggapi.


"Silahkan di nikmati hidangannya tuan david dan nona keysha.." pelayan segera meletakkan makan siang untuk mereka.


Key cukup bisa menempatkan diri dalam hal seperti ini. dia tidak membuat malu jika sedang makan mewah begini, karena mia sudah memberitahu apa saja tugasnya dan siapa saja yang akan mereka temui.


"Enak gak?" tanya david refleks. lupa ada orang lain selain mereka di sana.


Key dengan tersenyum sopan, mengangguk. dia melihat tuan devin sedikit menyerngit. tapi key tak peduli, dia ingin makan dengan tenang.. makanan di depannya terlalu sayang untuk di anggurkan.


Saat pertemuan sudah selesai, devin kembali bersalaman dengan david dan key. key sebenarnya tau pria tampan yang kebetulan menjadi atasannya itu menatap ke padanya dan ke arah tuan devin dengan tatapan aneh.


Key lebih peka dari mia perihal perasaan perasaan begini..


"Ayok pulang" ujar david.

__ADS_1


"Hah? tapi ini masih siang pak" ujar key melirik jam tangan di tangan kiri nya.


"Bukan.. kan hari ini aku ajak kamu temenin aku belanja. apa kamu lupa?" ucap david sedikit merenggut.


"Oh ini udah week end yaa" jawab key terkekeh.. dia lupa kalau sekarang sudah weekend.


"Ayo kak.. mau belanja di mana" tanya key, supaya david tak cemberut lama lama.


"Ayo" david dan key akhirnya menaiki mobil menuju pusat perbelanjaan yang biasa di kunjungi mia dan david. sesekali juga hanya david.


****


David membawa troli, dan key mwngikutinya di belakang.


"Kakak mau beli apa dulu?" tanya key melihat lihat sekitarnya.


"Ke kebutuhan dapur dulu, buah sayur dan kebutuhan mandi nanti" david menunjuk arah nya. key mengangguk.


"Kamu aja yang pilih key, kakak tidak begitu paham" ujar david beralibi.


"Kakak ada alergi gak?" tanya key membolak balik dan cek harga sayuran di tangannya.


"Gak ada"


"Okey" key dengan telaten memasukkan jenis sayuran yang bisa di masak dan tidak mudah busuk.


"Brokoli gampang di masak kak, tinggal di kasih wortel bisa di masak bersama daging atau ayam" key malah berbicara sambil mengambil sayur untuk david.


David tersenyum mendengar key, dan memasukkan belanjaan ke dalam troli. mereka terlihat seperti pasangan suami istri.


"buah Pir aja deh, pisang juga"


key mengambil dan memasukkannya ke dalam troli.


Key benar benar menemani david membeli bahkan sampai ke odol, sabun sikat dan wewangian lain..


"Ada lagi gak kak kira kira?" tanya key setelah troli hampir penuh. tadi key juga memasukkan beberapa cemilan kesukaannya dan makanan lain. dia nebeng di troli david, karena tadi dia ingin mengambil troli tapi david menyuruhnya satu troli saja.


"Udah kayaknya key.. kamu masih ada ?" david balik bertanya.


"Udah kak.. kita antri aja" mereka antri menuju kasir.


Di satuin atau di pisah mbak.


Kasir menyusun barang mereka, dia pikir key dan david adalah pasangan.. jadi tidak tau bahwa belanjaan itu punya dua orang.


"Yah.. harus nya di pisahin" gumam key, di dengar david.


"Nanti aja pas di apartemen" jawab david santai.


"Pengantin baru ya pak?" tebak kasir tersenyum melihat key dan david malu malu.

__ADS_1


"Buk-


"Doakan aja mbak" potong david membuat jantung key hampir copot.


Astagaa.. david berhasil membuat key halu ke langit ke tujuh. key mendongak melihat david yang berdiri dekat dengannya.


David hanya tersenyum manis.. lalu mengeluarkan kartu untuk membayar. key berbalik.. dia tersenyum malu.


"Kak.. sini bon nya, biar aku tau punya ku berapa" saat mereka sudah di mobil, key minta bon..


"Nanti aja key, kakak lagi nyetir" jawab david. mereka beralih ke arah apartemen david.


.


.


.


Di apartemen..


"Ayo masuk, ada bibi juga di dalam" ujar david melihat key melangkah hati hati


Key mengangguk, dia melihat sekeliling apartemen. bersih dan rapih.


"Kakak tinggal sama siapa aja?" tanya mia penasaran.


"Sendiri.. bibi pulang kalau aku udah pulang" jawab david santai


"Orangtua kakak?" tanya key polos


David diam.. wajahnya berubah. key jadi salah tingkah. sepertinya dia bertanya hal yang salah.


"Maaf kak.." key merutuki bibirnya. dia pikir orangtua david sudah meninggal. karena memang key tak menceritakan hal lebih rinci tentang david pada key, jadi key tidak tau.


David tetap diam.


key juga diam, dia membantu david mengeluarkan belanjaan mereka dan memisahkan belanjaannya tadi. key jadi tak berani bertanya lagi.


"Tuan.. non, ini minumnya silahkan.." bibi memecah keheningan di antara mereka.


"Makasih bik" jawab key menyeruput sedikit.. dia haus.


"Tuan, kalau begitu bibi pulang dulu, besok pagi bibi akan datang lagi" pamit bibi seperti biasa.


"Oke bi.. hati hati" jawab david tak kalah sopan.


Key hanya melihat interaksi mereka.. dia memasukkan dan memisahkan belanjaannya dalam kresek yang berbeda.


Key hendak pamit pulang juga, karena tiba tiba saja situasi jadi hening karna pertanyaan key tadi.


tapi..

__ADS_1


"Key.."


BERSAMBUNG....


__ADS_2