Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
I Love You


__ADS_3

Edward memutar kemudi dengan pikiran dan beban yang masih mengarah pada mia.


Ahh.. seharusnya dia tidak melakukan hal konyol itu. edward merutuki dirinya sendiri . padahal dia sedang berusaha meyakinkan mia.. eh malah ikut ikutin si belatung. huffft.


Edward mengemudi menuju rumah kakek. dia sudah janji akan menginap di sana. dia akan menghubungi mia nanti dan meminta maaf.


Sedangkan mia.


Setelah pulang, dia memang sudah izin pada mama dan papa kalau dia makan di luar.. jadi dia tidak perlu di tunggu.


"Sudah pulang sayang..." mama menyapa putrinya yang baru masuk ke dalam rumah.


"Iya ma.. mia mandi dulu ya.." mia mencium mama sekilas lalu segera masuk ke dalam kamar. dia meletakkan tas nya. Lalu bergegas berendam.. dia perlu mendinginkan otak dan hatinya.. dia jujur saja sedih dan kecewa.


Kenapa edward tidak jujur padanya kalau dia ada hubungan atau bahkan di jodohkan dengan bella. padahal edward tau kalau bella adalah sepupu mia.


"Menyukai ku katanya? pembohong!, kalau emang edward sudah di jodohkan dengan bella, aku gak mau lagi terlibat dengan keluarga atmaja.. sudah cukup" gumam mia memukul mukul air dalam bathup.


Cukup lama dia berendam air hangat. dia sudah mulai rileks dibantu oleh aroma harum di dalam air. dia berusaha menguatkan diri.


"ayo mia, ada keluarga yang selalu menyayangi kamu di sini" gumam mia tersenyum pada kaca di kamar mandi sebelum akhienya berlalu untuk berganti pakaian.


Mia lebih memilih meninggalkan ponselnya di kamar dan menemani mama dan papa di ruang tamu. mereka banyak berbagi cerita.. dari saat kak alex dan kak zian masih kecil.. dan hal lucu yang menghangatkan suasana.


Kak alex kebetulan belum pulang, karena sepertinya masih ada tindakan atau pekerjaan lain di rumah sakit.


"Ma.. kira kira kak zian ngapain ya" tanya mia tiba tiba


"Biasanya sih begini sudah selesai apel malam mereka." papa winata yang menjawab mia.


"Kita video call yok pa" ajak mia sumringah. dia merasa lebih baik ketika bersama keluarganya.


"Ponsel kamu mana nak?" tanya papa tapi juga meyerahkan ponselnya pada mia


"Mia lupa meninggalkannya di kamar pa" kilah mia berbohong.. padahal dia sengaja.


Akhirnya mia mama dan papa menghubungi kak zian yang terlihat tampan dengan baju kaos nge pas di badannya yang kekar.


"Kakaaaak" panggil mia heboh, mia sengaja duduk di antara mama dan papa supaya wajah mereka masuk ke dalam kamera.


"Bertiga aja.. biasanya kalo mau ngeledek selalu berempat" sindir zian yang memang selalu dapat foto dari 4 orang di rumah. sedangkan dia belum bisa izin menginap atau cuti.


mama dan mia tertawa,


"Kakak sih, mia udah bilang kalau mia butuh karyawan.. " canda mia selalu menggoda zian supaya bolos dan di marahi ketuanya.


"Dasar nakal" ucap zian malah terkekeh mengingat betapa jahil adik perempuannya itu.


Mia yang selalu mengajak ribut pada zian, rasanya tak puas jika tak melihat kakaknya itu kesal.


mia bisa melupakan kesedihannya sejenak. keluarga memang adalah obat terbaik.


***


"Ma? pa? mau jalan jalan gak?" ajak mia tiba tiba, dia tak pernah memiliki kenangan bersama orangtuanya atau bahkan keluarga atmaja piknik atau sejenisnya.


"Ha?" pekik mama dan papa saling menatap heran.


"Kan besok minggu pa, dan besok juga kak alex gak ada jadwal.. gimana kalo kita piknik tapi ke arah markas nya kak zian.. biar bisa nebeng.. kasian" ejek mia jahil


"Ya ma... hem?" rengek mia manja pada mama elina.


kalau sudah begini, mana bisa mama menolak putrinya.


"Soalnya mia ingat kak zian pernah cerita dekat markas mereka itu ada lapangan rumput hijauh cukup luas. dan suasananya bagus. cocok buat piknik.. kita kesan ya pa.. mia kangen sama kak zian" ucap mia memelas

__ADS_1


saat bertemu aja mereka selalu ribut, tapi mia tentu sangat merindukan kakak kakak nya jika mereka saling berjauhan.


"Iya deh.. nanti kita tanya zian dulu biar mengambil tempat buat kita" ucap mama akhirnya. lagian mereka juga sangat jarang berlibur bersantai bersama.. karna dua putra nya sangat sibuk.


"Yeei.. makasih pap makasih ma cup cup" mia dengan senag mengecup kedua pipi mama dan papa.


"Mia kabarin kakak dulu yaa.. bye ma pa, love you" mia berlari meninggalkan mama dan papa yang tersenyum melihat tingkah gemas mia.


"Untung aja mia jadi putri kita ya pa" ucap mama pada papa


"Iya ma.. suasana rumah kita jauh berbeda setelah ada mia" mama mengangguk setuju ucapan papa.


"Bahkan zian dan alex tak berkutik padanya" ucap mama tertawa membayangkan kedua putranya langsung kikuk jika ada mia.


.


.


.


Edward yang sudah sampai di rumah kakek segera menuju kamar nya. dia memang memiliki kamar sendiri di sana.. mulai dari kecil dia sudah di sana.


Setelah menyapa kakek. dia memberaihkan diri.. tapi sebelum nya dia sudah menghubungi mia lebih dulu. berharap dia akan mendapat balasan manis seperti biasa.


sampai dia selesai mandi. masih tidak ada balasan dari mia.


"Mi.. aku udah sampai di rumah kakek"


"Kamu lagi ngapain?"


"Nanti kalau kamu sudah tidak sibuk bales ya mi"


kosong..


"Kamu marah sama kakak mi?"


"Maaf.."


"Mia.. kamu lagi sibuk ya"


Edward menatap ponselnya lalu mneutupnya lagi.


Setelah menunggu balasan. . tapi tidak ada. edward menangkap saat mia online. tapi tidak membaca pesannya. edward malah dibuat kalang kabut oleh mia.


Edward menelfon..


berdering.


tut.


mia tidak menjawab.


Edward memanggil lagi. kali ini di tolak.


mia mengetik.


"Maaf kak.. baru buka. chat aja kak"


edward yakin mia pasti marah padanya. Tapi edward tidak suka jika mia jadi menjauhinya begini.


besok dia akan menemui mia.. karna menunggu hari senin akan sangat lama.


"Kamu lagi ngapain?"


"mau tidur kak"

__ADS_1


benar, mia menghindarinya. selama ini jika mia ingin tidur dia akan menjawab kalau dia sedang rebahan..


"Apa kamu marah sama kakak?"


"Apa kakak melakukan kesalahan?" mia bertanya balik. dia ingin penjelasan jujur dari edward. kalau dia memang sudah di jodohkan.. biar mia tau. untuk mundur.


"Angkat plis mi..." edward ingin bicara langsung dengan mia.


Drrt drrrt drrrrt...


Mia menghela nafas, dia harus menghadapi kenyataan pahit ini.


mia menerima panggilan edward.


"Halo mi.."


"Kenapa kamu lama balesnya? kamu sibuk?"


"Kakak tadi nelfon kamu, tapi kamu gak angkat.. kamu marah sama kakak? jawab jujur mi" ujar edward beruntun


"Halo kak, iya maaf tadi mia gak liat hp." kilah mia singkat.


"enggak kak" jawab mia seperti biasa.


"Tadi, kamu liat bella mendatangi meja kita kan mi?"


"Aku gak tau kalau dia juga ada di sana.. aku juga tadi mengusirnya" jelas edward tak mau mia salah paham terus.


"Iya kak.." jawab mia malas membahas bella. kenapa edward masih menjelaskannya kalo dia emang di jodohkan dengan bella. huffft.


"Mi.."


"Iya kak"


"Kamu tau kan aku menyukaimu. aku mencintaimu mia winata"


seharusnya mia berdebar dan merona saat ini.. tapi, ucapan bella mengganggu pikirannya.


"Bukannya kakak sudah si jodohkan?" tanya mia pelan


"Ha? kapan? "


"Dengan siapa?" ucap edward malah bingung mendengar ucapan mia barusan.


Mia merasa edward berbohong..


"Kak.. sudah dulu ya, mia mau tidur" potong mia tak mau mengetahui bahwa edward idolanya itu akan bersanding dengan bella.


Di tengah kebingungan edward mendengar bahwa dia di jodohkan.. ponselnya sudah si putus sepihak oleh mia.


Edward menghela nafas kasar.. dia melewatkan sesuatu.


apa orangtuanya masih menyusun perjodohan padanya??


lalu dari mana mia mengetahui itu?


ahh edward akan mencari tau sendiri.


"Selamat tidur mi.. mimpi indah ya. Aku tidak tau maksud kamu tadi. tapi aku bersungguh sungguh mengatakan aku mencintaimu dan aku tidak di jodohkan dengan siapapun"


Edward tau mia tak akan membalas..


"I love you" menjadi pesan penutup malam ini. dan ini kali pertama edward mengucapkan kata itu pada mia.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2