
Gaby belum berani bergerak. kaki nya sulit di gerakkan.
Bagaimana tidak, dia mendapati dokter alex dan salah seorang dokter juga di ruangan alex berpelukan. belum lagi, dia mendengar ucapan ucapan yang menusuk nusuk hatinya. sangat sakit.
Jika biasanya ada yang mendekati alex, gaby bisa melabrak karna alex tidak menyambut. tapi ini, dengan mata kepala sendiri alex tersenyum lembut memeluk perempuan dengan jas dokter. bahkan dia mendengar semua dengan jelas.
Apa dia benar benar di buang sekarang? di campakkan berkali kali? dan penolakan ini. sangat menyakitkan..
Gaby memaksakan senyum nya sebelum berbalik.
"Emm.. maaf mengganggu dokter. saya akan kembali nanti" ujar gaby berbalik. dia tersenyum tapi mata berkaca kaca. dan alex sakit melihatnya.
Gaby berbalik
Tes.. Tes.. Tes..
Gaby menutup mulut, menahan suara. dia tak boleh menangis di sini. dia berlari segera ke mobil menenangkan diri.
Sepeninggal gaby.
Alex terduduk lemas.
"Menurutku dia sangat terluka lex" ujar perempuan.. rekan dokter alex.
"Aku tak punya pilihan" jawab alex lemah.
"Hhhuuh.. semoga kamu tidak menyesal ya, selesaikan lah baik baik. kasihan dia.. dia terlihat tulus. aku akan kembali bekerja" ujar dokter itu pada sahabatnya.
alex minta tolong pura pura bersandiwara di depan gaby. supaya gaby lebih memilih kuliah lebih dulu si banding menikah.
Tapi tentu caranya salah.
Gaby memukul mukul dadanya yang terasa sesak. dia sudah sering dapat penolakan dari alex.. tapi sekarang ini adalah titik terendahnya.
Gaby menangis sampai puas. dia menatap nanar kotak buah dan salad buatan nya. sangat miris.
Cukup lama gaby di dalam mobil. dia menertawakan diri sendiri. dia tidak boleh begini.
Gaby merapikan penampilannya. dia sekarang akan mundur. berjuang sendirian juga tak ada guna nya. cukup.. dia tidak mau terluka lebih dari sini.
Alex juga tak kalah kacau di ruangannya. dia membolak balik ponsel nya, barang kali ada gaby yang mengabari nya.
Gaby masuk lagi ke rumah sakit setelah tenang dan merapikan penampilannya. dia akan mengakhiri ini semua. dia capek. sudah.
Gaby tersenyum di buat buat. dia tak boleh terlihat lemah. mungkin alex bukan untuk nya.
tok
tok
tok
Alex menatap gadis yang baru masuk ke ruangannya. dia jelas tau, tatapan gaby padanya tak lagi ceria dan penuh binar. sekarang tersisa hanya kecewa dan kesedihan.
"Em.. dokter. aku tadi membawa ini," ujar gaby tersenyum paksa.
__ADS_1
"Oiyaa dokter, kayaknya ucapan dokter benar.. aku masih anak kecil dan belum tau perasaan ku. hehe" kekeh gaby miris.
"Semua ucapan ku selama ini anggap saja angin lalu dokter, aku..
aku menyerah dokter, aku kalah. aku berhenti di sini.."
Alex merasakan sakit di ulu hati. dia tak rela. tapi dia yang memulai ini.
"aku pamit dulu dokter, semoga dokter bahagia. aku juga akan mencari kebahagiaan ku.. permisi" ujar gaby tersenyum. dia benar benar melepas semua. dia kalah.
"Gaby.." panggil alex sebelum gaby berlalu. gaby menoleh
"Maaf.." ujar alex lirih.
"Tidak apa apa dokter. aku kan masih anak anak.. benar kata dokter. aku, aku memang tak pantas.. permisi" gaby benar benar berlalu. dia tinggalkan semua.. dia tak ingin lama lama di sini.
Alex menatap nanar kotak salad dan buah buatan gaby.
entah.. apakah pilihannya ini benar.
Dia mencari kesibukan lain. mengalihkan perasaan tak nyaman di hatinya.
Gaby...
Dia menyetir dan menertawakan diri sendiri. dia membuka kaca.. dia menghirup udara sebanyak banyak nya.
"aku akan segera ke bali sekalian liburan" gumam gaby memantapkan pilihan.
*************
Setelah cukup tenang,
gaby menceritakan semua.. key juga tak kalah terpukul mendengar nya. kalau key jadi gaby juga dia pasti akan menyerah.
"oiya.. aku akan segera ke bali kak.. aku harus pengenalan juga lingkungan di sana" ujar gaby me lap air matanya
key tau itu hanya alasan gaby saja.. key memeluk adik iparnya erat. dia pasti akan merindukan gaby.
"Kakak akan selalu mendukung mu.. raih lah kebahagiaan mu" ujar key.
Key menghibur gaby seharian, sebelum nanti gaby kembali ke rumah.
Gaby pulang dengan lesu. sampai di sini perjuangan nya. dia akan pergi jauh.. supaya bisa melupakan dokter alex.
Key masih sedih walaupun gaby sudah lama pulang. mood kehamilan juga mempengaruhi.
David iuga heran ada apa dengan istrinya. tadi pagi key masih manja dan ceria. apa dia melakukan kesalahan?
"Yank.. ada apa hem?" tanya david
Key menjelaskan semua.. dia tak kuasa menahan sedih.
david juga sama.. dia tau seberapa sedih adiknya. pasti sangat sedih .
"Jodoh itu tidak ada yang tau.. biarkan gaby menjadi dewasa dengan semua pengalaman nya sayang.. aku yakin gaby kuat" ucap david memeluk istrinya
__ADS_1
"Kita ikut antar gaby ke bandara yaa" ajak key memelas.
David melap ingus key,
"Tentu saya sayang" ujar david memeluk key. istrinya itu sangat menyayangi gaby.
"Mau makan di luar gak yank?" tanya david ingin mengubah mood key. key tiba tiba tersenyum..
"Boleh" jawab key malu malu. dia segera mengecup pipi david dan berlalu ke kamar untuk berganti salinan. dia juga ingin keluar.. mencari udara segar.
.
.
.
2 minggu berlalu.
Mia sudah tau bagaimana bodohnya kak alex. mia geleng geleng kepala. dia bisa melihat kak alex jadi lebih pendiam dan lesu. ingin sekali mia menjambak kakak tampan nya itu. hissh..
Selama dua minggu, gaby berusaha memantapkan hati. dia bahkan menghapus beberapa foto yang melibatkan alex juga memblokir nomor nya. baginya itu mungkin bisa mempercepat move on nya.
Sedangkan alex setiap hari merasa kosong, kesepian.. tak ada pesan atau panggilan yang biasa dia tunggu. tak ada gadis berisik yang menungguinya di ruangannya.
Bahkan dia iseng membuka kontak gaby dan riwayat chat mereka. foto profil gaby hilang. dia tau.. sepertinya dia di blokir.
Akhirnya gaby berangkat juga ke Bali. keluarga sanjaya dan david ron dan key datang ke bandara.
Setelah berpelukan..
"Semangat belajar nya.. kalau libur, datang ke rumah kakak. mungkin nanti rumah sudah jadi" ujar david memeluk adik nya.
"Kak.." rengek gaby manja ke arah key
"Hiks hiks.. kakak pasti akan sangat merindukan mu. " si bumil tiba tiba menangis.
"Yank.. nanti kita bisa liburan ke bali" ujar david memeluk key
"Benarkah??" ujar key mendongak. david mengangguk.
"Kak.. tenang saja.. kita masih di negara yang sama. kita akan bertemu. jaga ponakan aku ya kak" ujar gaby memeluk mereka.
"Kak key..." ron memeluk key yang sudah dia anggap kakak nya.
"Kakak berangkat ron.. kamu juga semangat kuliah nya" ujar gaby. karna ron juga akan mulai kuliah.
Mereka berpelukan..
Mata sanjaya dan istrinya dari tadi menatap sendu kepada gaby dan david.. juga key, menantu yang tidak mereka terima dulu.
"Nak..." panggil mama david.
BERSAMBUNG.........
Hari ini 3 eps dulu yaaaa..
__ADS_1