
Lumayan lah, sekalian sogokan buat besok. batin mia mengeratkan pelukan nya.
Apa kah yang sedang di rencanakan si mamah muda?
******
Mia terbangun.. dia lihat ponsel nya sudah sore. astagaa.. anak anak di rumah bersama para opa oma nya. walaupun mia sudah stock asi di rumah, tapi dia belum bilang akan pulang telat
Mia bangun. dia tak menemukan ed di sisi nya.
"Sayang, udah bangun" ed tiba tiba muncul membuat mia yang hendak mandi terhenti.
"Hubby, kamu gak bangunin aku.. aku belum ngabarin orang rumah kalau aku pulang telat"
"Gak usah panik sayang, aku udah telfon mama tadi. aku bilang kita pulang sore." jawab ed. dia memang tadi menghubungi mama kalau kemungkinan mia akan pulang bersamanya.
"O gitu, okedeh.. aku bisa berendam berarti" cengir mia membuat ed gemas.
"Jangan lama lama sayang, aku tunggu di luar yaa" ujar ed merapikan baju mia yang terserak
"Oke by"
Mia mandi, dia hanya berendam sebentar. karena di sini aromaterapi nya tidak ada. mending pas di rumah aja biar rileks pikirnya.
20 menit.
Mia keluar dengan rambut basah. tak ada hair dryer di sini.
"Sini aku bantu keringin sayang" ed mengambil alih handuk kecil mengeringkan rambut mia.
Mia dengan manja membiarkan ed mengurus rambutnya. bahkan dia sengaja berbalik memeluk ed dari depan.
"Sangat harum" gumam mia mencium bau suaminya.
ed terkekeh gemas.
"Sudah yok, kita pulang, nanti akan kering di jalan" ajak ed menuntun tangan mia lembut.
"Ayok"
Ceklek!
"Silahkan tuan, nona.." kak rey masih setia menunggu sang bos.
rey meneliti penampilan dua insan yang selalu di mabuk cinta tersebut.
Ed berganti pakaian.. rambut berbeda. mia juga rambutnya basah.
otak rey traveling.. dia merutuki otaknya.
Mia tersenyum jahil melihat wajah kak rey.
"Kak.. yakin gak butuh bantuan aku? awas loh nyesal" pancing mia membuat rey bungkam.
ed melihat ekspresi asistennya terlihat tak berdaya, dia penasaran apa yang di bisikkan kucing nakal nya.
__ADS_1
"Kenapa sayang?" tanya ed
"Kayaknya kak rey bentar lagi akan ketemu jodohnya by" ujar mia masuk ke kursi belakang supir.
Uhhuk uhhuk!!
Ed menatap rey. apa dia melewatkan sesuatu?? sepertinya iya.
Tapi ed tak mau membuat rey tak nyaman.. lagian usia rey juga sudah matang. sudah waktunya. selama tidak mengganggu pekerjaan nya.
Sepeninggal ed dan mia.
Rey masih bengong. apa dia harus melibatkan istri jahil bos nya?
Tapi, kalau begini terus.. dia tak bisa apa apa. sepertinya hanya mia yang bisa mengatasi ini.
Rey membuka ponsel.
Ting!
"Tolong bantu saya nona" isi pesan rey terkirim ke ponsel mia. mia tersenyum menyeringai..
Ed dari tadi tak bertanya.. dia biarkan istrinya melakukan apapun sesukanya.
"Hubby..." ujar mia manja bersender di lengan kekar ed.
"Hem?"
"Besok aku ketemu keysha ya.. atau bilangin kak david supaya key di antar ke rumah ya by" rengek mia
"Tapi david izinin gak sayang? usia kehamilan key juga kan udah masuk 6 bulanan."
Bukan tanpa alasan mia minta bantuan ed. karena semenjak kehamilan key, david semakin posesif pada key. bahkan keluar saja harus bersama david.
Mia bisa saja menemui key, tapi tak enak meninggalkan si kembar. mending key yang ke rumah.. lebih rame.
Tapi, david harus di yakinkan bahwa key akan aman di rumah mia. david tau bahwa si mama muda ini selalu punya banyak tingkah wkwkwk dia takut istrinya ketularan.
"Ya by.. hubby" rengek mia.
"Iya iya sayang, nanti aku telfon david" jawab ed
Cup
"Makasih" bisik mia mengedipkan mata nakal.
Ed mengelus lembut surai mia yang sudah mulai kering. dia mana bisa menolak, istrinya itu punya seribu cara untuk meluluhkan nya.
Mia tersenyum.. nanti dia akan menghubungi key. dia sebagai mak comblang sejati, rasanya harus turun tangan untuk kak rey dan reni.. juga kak alex dan gaby.
Tin..!
Mia dan ed masuk bergandengan tangan. di dalam sana ternyata si kembar sudah mandi.
"Mama.. maaf ya, mia jadi pulang sore" mia melapor langsung kepada mama dan mertuanya.
__ADS_1
mama dan mama elina saling tatap. seperti ya mereka sepemikiran. mereka tersenyum.
"Iya sayang, lagian si kembar tidak rewel.. ada banyak penjaga mereka di sini" ujar mama. membuat mia lega.
"Udah kalian bersih bersih dulu, si kembar bentar lagi pasti lapar"
Ed dan mia mengangguk patuh. memang mia tidak setiap saat menyedot asi.
biasanya malam atau sore, si kembar akan menyusu langsung.. dari sumber nya. hal itu juga di minta mama elina dan mama ed. itu membantu kedekatan emosional antara ibu dan anak. dan itu sangat baik bagi otak anak.
Ed mandi lebih dulu. sedangkan mia menyiapkan keperluan suaminya juga untuk gantinya nanti.
Setelah mia dan ed mandi. mia menyusui si baby mich lebih dulu.
si sulung yang lebih pendiam di banding si bungsu.
memang si kembar bukan golongan yang suka rewel, kecuali memang kalau lapar atau poop. tapi di banding si sulung, baby mighuel lebih sensitif. si bungsu lebih cengeng.
"Sayang, aku ambil box mereka satu lagi ya" ed berjalan dari pintu rahasia yang menyambung kamar si kembar dan kamar ed. mengambil box satu lagi menunggu baby michael nen.
Mia tersenyum mengelus elus kepala anak nya sambil menyusui. sesekali dia cium wajah tenang si sulung. gemas sekali.
Setelah baby michael selesai. ed mengambil nya dan memberikan baby mighuel ke pangkuan mia.
Ed tak mengembalikan si baby micha ke box. tapi dia timang timang. rasanya melihat wajah putra putra nya yang begitu tenang dan gembul, itu memberikan kekuatan bagi ed. seolah olah dia dapat banyak tenaga baru.
"Lebih rakus si bungsu ya sayang" ujar ed pelan
"Iya by, mighuel juga selalu paling lama kalau nen.. dia kayaknya akan lebih manja di banding kak micha" jawab mia terkekeh gemas.
"Kayak kamu dia baby.. manja" goda ed pada sang istri
"Iya dong, anak aku gitu" sombong mia menciumi wajah tembem mighuel.
"Anak aku jugaa" jawab ed ikut mencium baby micha pelan. supaya tidak terbangun.
Setelah mighuel kenyang. dia tak lagi menyedot di dada mia. mia merapikan baju nya. me lap mulut anak nya.
"Sebelah sini sayang" tunjuk ed mengarahkan mia menaruh mighuel di salah satu box yang nyaman..
Setelah micha dan mighu tenang dan tertidur dalam box masing masing.
"Mereka tembem banget ya sayang, liat pipi nya sampe bulet bulet gitu" ujar ed menunjuk nunjuk pelan pipi mochi anak anak nya.
"Kayak kamu.." tambah ed hendak memuji mia. tapi mia menangkapnya berbeda.
"Aku emang sangat chubby ya by? bulet ya?" tanya mia insecure.
Sepertinya aku salah bicara. batin ed kena mental.
"Gak sayang.. kamu sangat cantik" puji ed sebelum kena masalah.
"Bohong.." jawab mia membuat es serba salah.
Ed bingung cari alasan apa..
__ADS_1
"Ayo mikir ed.. demi jatah malam" batin ed berfikir keras. wkakakwk
BERSAMBUNG......