Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Kucing nakal


__ADS_3

Mia masuk ke dalam ruangan ed. dia sengaja membawa bekal juga.


Ed menyuruh rey untuk keluar. dan dia menghampiri mia. memeluk gadisnya.. ah sangat harum.. seperti biasa.


"Kamu bawa bekal lagi sayang?"


Mia mengangguk dalam pelukan ed.


"Mau makan di sini apa di kantin?" tanya ed membuat mia melepas pelukannya. padahal dia tau jawabannya.


"Mia kangen sama kakek kak, kita makan sama kakek juga yaa" pinta mia memelas.


"Hem?" gumam mia menggoyang goyang kan lengan edward dengan begitu lucu.


"Tapi kakak sedang sibuk" jawab ed ingin mengerjai gadisnya.


"Yah.. gimana dong. aku udah bilang kakek lagi" ucap mia kecewa. seharusnya dia menghubungi ed dulu.. huuft.


"Yaudah deh.. aku sendiri aja kak yang ke rumah kakek.. soalnya kasian, udah aku bilang mau ke sana" ujar mia tersenyum. toh ini salahnya sok sok an mau kasih serprise


"Tapi kalau kakak dapat kiss hari ini, kakak bisa meninggalkan semua pekerjaan ini" ucap edward mengerlingkan matanya nakal.


mia melotot. dia di kerjain.


Dia menatap ed pura pura kesal.. dan itu malah menggemaskan bagi ed.


"Aku sendiri aja kak. kakak pasti sibuk," ucap mia membuat ed kelabakan.


mia di lawan sih..


Mia tersenyum kemenangan karna berhasil menjahili ed.. dia hendak mengambil kotak bekal yang sudah dia letakkan di meja.


"Aakh?" pekik mia karna ed tiba tiba mendorongnya pelan ke sofa.. hingga dia telentang.


Ed menindihnya sedikit.. supaya mia tidak merasa berat.


"Kak ed ngapain?" tanya mia gugup. wajah mereka sangat dekat.


"Menurutmu?" bisik ed, dia ingin sekali menggigit kucing nakal nya itu.


"Kak.. lepasin, mia mau makan. kasian kakek nungguin" ujar mia mencari alasan.


"emang kakak bolehin ke rumah kakek sendirian?" ujar ed dingin.. membuat mia menegang. apa ed marah? pikirnya.


Ed hampir tertawa melihat wajah panik mia.


"Kak ed-


Ucapan mia terpotong, karena ed sudah membungkam mulutnya.. menempelkan bibir mereka.


mia merasakan benda lembut dan basah sedang menggelitik bibirnya.


Mia tersenyum


Mia malah mengalungkan tangannya pada leher ed.. mereka menempel sempurna.. ed bisa merasakan benda empuk menubruk dadanya.

__ADS_1


Mereka saling melu*mat saling mencecap. menyalurkan perasaan masing masing,


Ed melepas belitanya sebentar karena mereka kehabisan nafas. lalu dia menempelkan keningnya pada kening mia. mia masih ngos ngosan.


"mulutnya dibuka sayang" bisik ed kembali mencium mia tapi ini lebih menuntut. lidahnya menerobos masuk ke mulut mia.


Mia berusaha mengimbangi ciuman ed, dia ikut membalas jilatan dan hisapan yang memabukkan.


"Euuungh" lenguh mia saat edward menjilat belakang telinganya hingga ke leher. ada sensasi lain yang baru dia rasakan.


Mia memberikan tanda di leher mia sebagai hukuman untuk kucing nakalnya.


Saat mia merasakan ada yang mengeras di pangkal pahanya.. mia tau itu apa, mia hampir teriak. dia tidak mau mereka kebablasan.


Mia mendorong dada ed pelan.. ed mengelus bibir mia yang hampir bengkak karna nya.


ed bersyukur mia menyudahinya.. karena dia takut tidak bisa menghentikan aksinya dan akan melukai gadisnya.


"Bereskan lipstikmu sayang baru kita berangkat" ujar ed tersenyum puas.. sedangkan mia menggerutu, pasti penampilannya acak acakan.. padahal tadi sebelum kesini dia sudah berdandan.


"Jangan cemberut sayang, atau aku akan melahapmu" ucap ed terkekeh.. gadisnya sepertinya marah.


mia segera merapikan penampilannya. lagian dia juga menikmatinya.. ahh sudahlah.


***


Sepanjang jalan menuju rumah kakek, mia tampak bahagia. dia tak sabar.. tapi juga khawatir.. bagaimana kalau ed marah karna dia dan mama ed sengaja membuat setting pura pura kebetulan bertemu di rumah kakek. padahal semua di rencanakan.


mia mengabari mama bahwa mereka sudah di jalan. jadi nanti mereka akan mendapati mama dan papa ed sudah di sana.. bahkan mama ed sengaja memasak di rumah kakek.. untuk makan siang mereka hari ini.


"kak ed?" panggil mia pada supir pribadi di sampingnya.


"Hem?"


"kenapa hem?" ucap ed menoleh karna tak mendengar suara mia lagi.


"Enggak.. manggil aja." ucap mia usil. ed mengusap rambut mia gemas.


Setelah sampai di pekarangan rumah kakek. mia melihat mobil ada yang terparkir di sana..


mia semakin gugup


apa kak ed akan memarahinya?


"Mia dan ed masuk ke dalam rumah seperti biasa. mia menggenggam tangan ed.


"Kakek.." panggil mia,


Mia dan ed menyalim kakek.. mereka masuk ke dalam. kakek perannya hanya sebagai orang ketiga serba tau saja.. dia tidak banyak komnetar.


Edward dan mia masuk.


Langkah ed terhenti saat melihat pak tua alias wiguna sedang menatapnya sendu.. dan ed tak menyukai tatapan itu.


Dari belakang, terlihat mama ed datang membawa makanan dan meletakkannya di meja. mata mereka saling bertemu.

__ADS_1


Mia menggenggam tangan ed.. dia mendongak ke atas, melihat raut wajah ed yang tampak datar. tapi tidak terlihat marah. mia hanya diam..


"Ayo duduk" suara kakek memecah keheningan itu seketika.


Mia menetralkan jantungnya, dia berusaha tetap santai.


mereka duduk.. kakek di kursi utama.. di sebelah kiri ada wiguna dan mama ed. di seberang ada ed dan mia samping sampingan.


Ed terlihat biasa saja.. tak menyapa. tapi juga tak menunjukkan penolakan.


Mia dan mama melayani laki laki mereka. lalu mia juga mengambilkan makanan buat kakek.


tak lupa bekal yang tadi di bawa mia juga di sajikan.. kakek memakannya, edward juga.


Meskipun suasana makan hening, tapi suara sendok tetap terdengar.


"Ed.. ini mama masak buat kamu," mama ed mendekatkan lauk buatan mama. tapi ed diam saja..


"Coba kak.. kayaknya enak" mia juga mendekatkan masakan mama. mau tak mau ed mengambilnya.


Mia menatap mama dan papa. dia tampak tersenyum.


"Enak?" tanya mia pelan. ed mengangguk tapi wajahnya tetap datar.


papa wiguna dan mama tampak tersenyum lega, mia dan kakek juga..


"Mia juga mau" ucap mia mencairkan suasana.


Mereka makan siang dengan hati dan pikiran yang berbeda beda.


"Ini enak tan.."


"Panggil mama saja nak, seperti ed" potong mama mengedipkan mata.


"Iya ma.." ucap mia kembali fokus makan.


"Kalian terdengar akrab apa kalian saling mengenal?" ucap edward datar membuat mia tersedak..


uhuk uhuk!


Ed segera menyodorkan air putih pada mia.


"Hati hati mi.. " ucap ed khawatir.. mia tersenyum.


"Usia mama kayaknya gak jauh beda dari mama elina, makanya tidak terlalu aneh memanggil mama" jawab mia berkilah.


"Benarkah?" tanya ed membuat mia hilang akal.


"Kak yang ini enak. ini buatan mama, aaa" mia meyodorkan makanan ke mulut ed supaya berhenti bertanya. dan berhasil.. ed menerim suapan kekasihnya.


Mia bernafas lega. papa dan mama juga kakek menahan senyum.. mihat ekspresi mia yang panik seperti anak yang ketauan mencuri permen.


dan yang lebih lucu.. ed malah terima terima saja sodoran mia.


"Kucing nakal.. kakak ikuti permainan mu sayang" batin ed melengkungkan bibienya sedikit. dia sangat terhibur melihat wajah mia.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2