
Akhirnya david membawa key pulang.. dan nanti ron juga akan kembali ke apartemen sepulang dari sekolah. mereka sudah mengabari gaby supaya tidak ke kontrakan.. kalau mau ketemu langsung aja ke apartemen.
Gaby langsung semangat. akhirnya damai. dia akhirnya bisa punya waktu ke rumah sakit lagi menemui sang pujaan hati.
Sedangkan orangtua david ada senang ada sedihnya.. senang anak dan menantunya sudah baikan. tapi sedih juga, karna mereka tak punya keberanian mengunjungi apartemen david.
"Sayang.. kamu mual lagi?"
"Gak terlalu kok kak.. ini sudah berkurang jawab key.
"Kemarin ada di kasih vitamin gak??" eky ngangguk..
"Yaudah, sini aku ambilin"
"Gausah kak.. key aja. kakak kan harus ke kantor."
"Oiya.. kamu gak apa apa kan yank di rumah.. sesuai yang kita omongin dulu, kalau kamu sudah hamil kamu gak boleh kerja lagi.. ya sayang?"
Key mengangguk. dia sudah memikirkan ini.. apalagi kata dokter, kandungannya cukup lemah. dia harus banyak istirahat.
"Yaudah.. aku kerja dulu ya sayang, kalau butuh apa apa hubungi aku. nanti bibik akan datang juga.. kamu jangan ngerjain apa apa" ujar david posesif
Key tersenyum.. dia berdiri merapikan dasi suaminya.
"Makasih kak"
Cup
David mencium bibir key sekilas.
"Yank.. nanti malam ya" ucap david memelas. dia sudah menahan hasrat nya dari kemarin..
"Udah sana.. berangkat. nanti telat" jawab key geleng geleng..
"Yah sayang.. nanti malam ya, plisss" melas david lagi terlihat lucu bagi key.
"Iya, tapi bawain matabak telor yaa" jawab key.
"Yess..."pekik david langsung ceria.
"aku berangkat sayang, baik baik yaa di sini. aku usahain pulang cepat cup"
"Hati hati"
cup
David tak lupa mencium perut key. berpamitan kali ini lebih ribet dari biasanya. wkwkwk.
__ADS_1
**********************
Berbeda dari apartemen david yang hangat dan romantis.. semua membaik.
Di rumah ed dan mia.. malah yang terjadi adalah sebaliknya.
Mia sudah merencanakan akan memasak buat seaminya.. sebagai sogokan atau permintaan maaf. hehe.
Bik mar, melarang pada awalnya.. tapi key yang tak bisa kalah itu akhirnya bisa membuat bibik pasrah. bik mar mengawasi dan sesekali membantu mia memasak.
Mia dengan sangat semangat dan bahagia.. dia pikir pasti suaminya akan senang dan terharu.. dia tak tau ada bahaya di depan.
Setelah memasak.. mia mandi. dia ingin menyambut suaminya dengan keadaan cantik bersih dan fresh.
"Kita tunggu papa yaa" gumam mia mengelus perutnya.
Mia tidak di kabari oleh ed kalau dia pulang cepat atau lama. biasanya ed pulang sebelum makan malam. jadi mia menunggu. kalau dia lapar dia makan buah, supaya nanti dia bisa makan bersama suaminya.
Tapi...
Setelah menunggu dan menunggu.. tak ada tanda tanda kedatangan ed. tapi mia masih kekeuh menunggu.
"Nyonya.. sepertinya tuan ed pulang larut, nyonya makan lebih dulu saja" ujar bik mar.
"Gak apa apa bik, bibik makan dulu saja.. aku mau nunggu suamiku"
Ed sedang ada pertemuan dengan klien dari pusat kota Y.
Dia tidak mengabari rumah, karena dalam fikirannya pasti mia sudah makan sudah tidur. karna bumil itu memang gampang tidur akhie akhir ini.
Sampai jam 9 malam. ed akhirnya pulang.. mia sudah mengantuk.. dan lapar. tapi mendengar suara deru mobil dia kembali segar. dia menyambut suaminya.
"Hubby..." panggil mia tersenyum lembut.
Bik mar berdiri di sudut sana..
Ed kaget, dia pikir mia sudah tidur. ini sudah cukup malam buat bumil. ed melihat istrinya yang dia diamkan beberapa hari ini. ingin sekali dia peluk dan cium.. tapi nantilah..
"Hubby.. mau mandi dulu apa makan dulu?" tanya mia.
"Aku tadi makan di luar sama klien" jawab ed membuat wajah mia tiba tiba sedih. dia sudah memasak banyak dan menunggu lama..
"yaaah... Aku nungguin kamu by, kenapa gak nelfon tadi kalau kamu makan di luar?" tanya mia merasa usahanya sia sia. tau gitu mending dia makan dan tidur cepat. suaminya bahkan sudah makan.. dan mia beserta anak anak di dalam sana menunggu ed.. sampai jam 9 begini.
"Kamu belum makan??" mia menggeleng.
Ed sampai terbelagak.
__ADS_1
"Kenapa? kamu ngapain gak makan?? kamu itu sebenarnya memikirkan anak anak mu gak sih?? menurutmu mereka tidak butuh makan apa? sampai malam begini," ucap ed mengurut pelipis nya pusing.. dia tak habis pikir.
"Aku nungguin kamu by, aku masak buat kamu" ucap mia pelan.. dia kembali di marahi.
"Kamu masak lagi?? " pekik ed makin mengeraskan rahang. dia selalu bilang pada istrinya jangan mendekati dapur. jangan capek capek.. tapi mia selalu membantah ucapannya.
Mia menunduk takut, tatapan ed begitu tajam hampir mengulitinya. dia kan hanya ingin minta maaf. apa salahnya..
Bik mar sudah tak bisa berbuat apa apa. dia tau kalau ed marah begini.. tak ada yang bisa menghentikannya.
"Kamu kenapa susah di bilangin?? kenapa keras kepala sekali? selalu membantah?"
"Kamu masak.. padahal aku udah larang, kamu gak makan sampai malam jam segini. kalau kamu mungkin tidak apa apa. tapi coba pikirkan mereka di dalam perutmu!" suara ed sudah mulai meninggi. dia sedang pusing.. membahas perusahaan tadi. tiba di rumah istrinya bertingkah lagi.
"Aku cuma mau kamu maafin aku dan gak diem diem lagi" ucap mia pelan. suara nya berat menahan tangis.
Ed menyugarkan rambutnya kasar.
"Sekarang aku makin marah mia" ucap ed menahan amarah nya jangan sampai melukai mia atau anak anak nya.
"Aku mendiamkan mu supaya kamu tau kesalahanmu.. supaya kamu tidak keras kepala lagi dan lebih mengutamakan keselamatanmu dan si kembar"
"Aku mendiamkan mu berharap kamu tau kesalahanmu.. dan tidak gegabah lagi. tapi ini??"
Mia meremas ujung baju tidurnya. dia menggigit bibirnya supaya suara tangis nya tertahan.
"Aku lembutin terus kamu gak pernah dengar. selalu membantah. apa aku harus kasar?? hah!"
"Harusya kamu makan untuk mereka. dan tidur cepat. ingat apa yang dikatakan dokter.. aku capek mia. aku pusing, di kantor sedang ada masalah. tapi di rumah juga aku pusing apa apa yang aku bilang, tak pernah kamu dengarkan" ucap ed meluapkan kekesalannya. anak anaknya belum makan jam segini?? mia semakin membuat nya kesal.
ed berlalu.. meninggalkan mia yang akhirnya menangis.
Dia menunggu ed.. dia tak tau kalau ed akan pulang malam. dia juga tidak nelfon.
Apa itu namanya keras kepala?? ingin memperbaiki hubungan namanya keras kepala??? jika tidak begitu emang ed akan bicara pada mia??
"Nyonya.." panggil bik mar merasa sangat kasihan. punggung mia bergetar karna menangis.
"Bik.. apa aku salah??" tanya mia menangis
Bik mar tak bisa menjawab.. tak ada yang bisa di benarkan di sini.
"Nyonya.. tuan ed memang jarang marah, tapi sekali marah begitu." ucap bibik menenangkan.
Apa aku salah lagi? batin mia.
BERSAMBUNG.......
__ADS_1