
Setelah selesai dari pantai. mereka kembali ke resort.
Gaby dengan manja memeluk lengan dokter kesayangan nya.
"kamu aja yang mandi duluan. aku pesan makan malam dulu yaa" uajr alex . gaby mengangguk.
15 menit.
Gaby keluar sudah segar. baju kotornya dia bawa ke paper bag. ternyata makan malam sudah di taruh di balkon..masih lengkap dengan tutup nya.
"Aku mandi dulu ya sayang, aku tidak akan lama"
"Iya gak apa apa.. gausah buru buru. " jawab gaby dari luar. di balkon ternyata lebih bagus lagi kalau malam..karena lampu lampu dan pemandangan lepas menyatu di depan mata.
"Dingin.." gumam gaby. dia tadi tidak kepikiran membeli jaket.
"Sayang.. lama ya?" alex keluar dengan rambut setengah basah. ah sangat tampan pria matang milik gaby itu.
"Enggak kok.." jawab gaby menoleh.
Mereka akhirnya membuka makan malam dari resort mewah tersebut. dengan makanan se enak ini di tambah dengan pemandangan sejuk plus.. di temani oleh orang yang kita cintai.
malam ini sangat sempurna.
Alex melihat gaby menyembunyikan kalau dia kedinginan. tapi alex melihat nya. dia juga lupa tadi membeli jaket buat gaby.
"Sayang, kita di dalam aja ya. di luar dingin." ajak alex.
"Ayo.. dingin" ujar gaby langsung ngacir dan duduk melilitkan satu selimut padanya.
"Dokter jangan macam macam loh ya.. awas aja. " ancam gaby.
"Harusnya aku yang bilang begitu sayang, selama ini siapa yang selalu nyosor duluan?" kekeh alex meledek kekasihnya.
"Hehe.." balas gaby menyenyengir.
"Tuh kan.." ujar alex membiarkan gaby yang tiba tiba duduk di sampingnya lengkap dengan selimutnya
"Begini kan hangat" gumam gaby tanpa dosa. dia suka sekali menempel pada dokter alex.
Alex memeluk gaby yang terbungkus selimut. mereka tak banyak bicara. begini sangat nyaman.
"Besok kamu kuliah jam berapa?"
"Jam 10. karna kuliah yang jam 8 di kosongin" jelas gaby.
"Berarti aku besok aku nganter kamu ke kost aja ya. baru aku ke bandara"
Gaby mengangguk.
"Libur semester kamu langsung pulang ke jakarta kan? jangan lama lama di sini"
"iya dokterku iya.. aku masih pusing nih mikirin uas udah di suruh balik aja" delik gaby
__ADS_1
"Ingat kalau aku udah balik jangan dekat dengan si dwiki itu. usahakan kemana mana naik grab aja.."
"Tapi kan gak enak sayang, selama ini kami berempat kan gitu. kemana mana selalu bersama karena gak mungkin nyempil di antara joan dan henry." jelas gaby pelan
"Tapi aku gak suka. kamu aku bilang bawa mobil sendiri aja gak mau. mending naik grab aja"
Gaby menghela nafas.. entah bagaimana menjelaskan nya pada alex.
"Kamu sensi banget sama dwiki.. tadi kan dia juga liat kamu. dia tau hubungan kita, dia juga mendukung kok.. dan lagi dia punya pacar.. jadi kamu yang terlalu baperan sayang"
"Aku wajar begini. aku hanya menjaga milikku"
"Iya iya.. udah jangan bahas dwiki lagi. kamu selalu kesal tiap membahas dwiki." balas gaby mengalihkan pembicaraan..
Entah karena suasananya yang nyaman atau memang kelelahan. gaby mengantuk.
Alex biarkan gaby menyender padanya. dia selimuti gaby.
Sebenarnya....
Alex selain cemburu.
dia insecure.
alex kadang merasa kurang percaya diri dengan perbedaan usia mereka. gabyasih sangat muda. cantik dan banyak teman nya.
Gaby di luar lagi. di bali, gaby ketemu banyak orang baru.. alex takut gaby mendapatkan hal yang lebih menarik di banding dirinya.
apalagi melihat dwiki selalu ada dalam story gaby. dia makin takut, ketidak hadiran nya di gantikan oleh pria lain yang lebih muda.
Makanya alex benar benar sangat membatasi gaby karena alex tidak percaya diri dengan dirinya sendiri yang lebih tua belasan tahun dari gaby. jarak usia mereka begitu jauh.
Dia se posesif ini..
se sensi sekarang. murni karena ketakutan. takut kehilangan. tapi kadang memang cara dan tempat nya yang salah.
bahkan berlebihan.
Alex seolah olah memaksa gaby dewasa berpikir seperti dirinya. untung gaby selalu mengalah.
sekarang mungkin mengalah. tapi besok besok?? hanya otor yang tau.
Alex memandangi wajah gaby, dia sangat betah melihat gadis ajaib yang sejak awal mengganggu pikiran nya dengan tingkah absurd nya.
Cup
"Selamat tidur sayang, aku mencintaimu" bisik alex membenarkan posisi gaby lalu dia berpindah ke ranjang satu lagi. dia biarkan gadisnya tidur dengan tenang.
Pagi hari nya.
gaby bangun lebih dulu. dia terganggu dengan sinar yang menerobos masuk dari arah balkon. dia kaget. aku dimana?? pikirnya.
sedetik kemudian dia tersadar. dia di sini bersama alex.
__ADS_1
dia menoleh. tidak ada.
senyum gaby langsung terbit saat melihat pria tampan menghadap ke arahnya tidur dengan selimut berantakan.
Kekasihnya hari ini akan kembali. dokter tampan nya bolos demi dia. ahh gaby langsung melompat dari kasur.
dia masuk ke pelukan alex yang masih tertidur.
dia benarkan selimut dan memeluk dokter tampan yang mulai terusik tersebut.
"Sayang.. kamu ngapain?" kaget alex. gaby ini tidak takut apa di terkam? alex juga laki laki normal dan dewasa. tapi gaby tak pernah waspada padanya.
"Morniing" sapa gaby tanpa dosa. dia tersenyum manis melingkarkan tangan di perut alex.
Alex tersenyum..
"Masih jam 5 lewat. di sini matahari cepat muncul.. ayo tidur sebentar lagi" ujar gaby meletakkan kepala nya di dada alex.
Alex mengeratkan pelukan juga. dia mengelus kepala gaby. dia cium kepala kekasihnya.
Mana bisa dia tidur seperti ini.
"apa aku bisa tahan menunggu kamu lulus dulu baru menikah" lirih alex
"Tahan tahan lah.. " jawab gaby terkekeh.
"Aku serius sayang. kamu lulus 3 setengah tahun lagi. itu sangat lama" ujar alex
"Kalau kita menikah tahun depan, kuliah ku gimana?" tanya gaby mendongak.
"Kamu serius sayang? tahun depan mau??" kaget alex sumringah. dia selalu dapat kejutan dari gaby.
"Iya mau mau aja, tapi masa kita menikah terus ldr lagi" jawab gaby tak semangat.
"Pindah ke jakarta aja kuliah nya mau gak?" tawar alex
"Aku udah nyaman di sini.. untuk sekarang belum." jawab gaby.
alex mengangguk.
"Yaudah nanti aku pikirin lagi.. kamu gak boleh menarik ucapan mu lagi loh ya. tahun depan. gak boleh di tarik. aku ingat." tegas alex menciumi pipi gaby
Gaby tertawa geli.. apa dokter alex sudah sangat ingin menikah?
"Janji yaa.. janji dulu, gak boleh di tarik lagi" kekeuh alex masih belum percaya gaby berubah pikiran. dia takut nanti gaby berubah pikiran lagi.
"Janjiii" jawab gaby tersenyum menyodorkan jari kelingkingnya.
"Yees!! gak sia sia aku bolos" jawab alex memeluk gaby bahagia.
gaby tertawa renyah. dokter alex terlihat begitu bahagia.
BERSAMBUNG......
__ADS_1