Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Calon Istri


__ADS_3

Waktu terus berlalu..


hari ke minggu.


rey dan reni sedang menuju rumah reni. sesuai perkataan rey saat itu. dia akan segera melamar reni.


tak main main. rey juga sudah izin kepada edward dan tuan wiguna..


karena rey sudah sebatang kara. nanti yang menjadi wali rey adalah orangtua ed. rey sangat terharu dan beruntung saat wiguna menawarkan diri sebagai walinya nanti.


"Sayang.. aku sangat gugup" ujar rey sambil menyetir.


"Kalau gugup gak usah. jangan repot" jawab si ratu judes bin cuek.


"kamu mah sayang, bukan nya di tenangin.. gemas deeh" ujar rey mencubit pelan pipi pujaan hati nya.


Satu satunya yang bisa menaklukkan gadis cuek dan judes itu hanya rey.


hanya rey yang betah melihat reaksi kesal dari reni.


Setelah sampai.


Reni dan rey sudah menghubungi mereka lebih dulu kalau mereka akan pulang. makanya ibu sengaja memasak banyak dan makanan enak enak.


Tin..!!


"Mbaak ." sambut edo dan edi.


reni memeluk adik adiknya.


"mas.." sapa mereka berdua malu malu. rey mengelus kepalanya mereka pelan sambil terkekeh.


"Bapak?" kaget reni melihat langsung, saat bapak menyambutnya sambil berdiri dan berjalan dengan pasti.


"Ibuk?" pekik reni memeluk bapak dan ibu bahagia.


reni teliti tubuh bapak dari depan sampai belakang. ini sudah sangat jauh perkembangan nya.


"Pak.. buk" sapa rey ikut masuk dan menyalim si calon mertua.


cieee wkwkwkw


"Nak rey, makasih banyak. bapak sudah bisa begini. rumah kita juga sudah di perbaiki dan perabotan ini" jelas ibu


reni langsung sadar. oiya.. ini seperti bukan rumah nya. kapan ini berubah.


"Tidak apa apa buk. pak. aku menganggap kalian orangtua ku." jawab rey sopan.


Reni menatap rey dengan mata berkaca kaca.


"Simpan airmata mu nanti sayang. aku akan menikahimu walaupun kamu tidak mau" ujar rey membuat mereka tertawa kecuali reni.


"Sudah.. ayo duduk nak, nduk.." ujar bapak sopan.


Reni langsung masuk ke kamar dan dapur. ini sangat lengkap. rey melakukan ini semua?? astagaa. pria itu.


"Ren.. bawakan minum ke depan"


"iya buk"


Mereka minum sebentar. reni tersenyum melihat rey dan bapak terlihat mengobrol dengan akrab. reni merasa hatinya menghangat. dia mana mungkin menolak rey.. karena di sudut hatinya tentu ada nama pria tampan itu.


**********


Makan malam.


"Nak, ini ibu masak buat kalian.. ayo ambil mana aja"


"Ini sangat banyak buk" jawab reni melihat banyak menu di meja.


"Ibuk dari pagi sudah heboh ke pasar. belanja ini semua.." adu edo membuat ibu malu.


"Ini sangat enak buk" puji rey jujur. selain enak, dia menyukai kehangatan rumah ini. sederhana tapi nyaman.


Mereka makan dengan tenang. reni terseyum senang, impian nya membuatkan rumah nyaman buat orangtuanya telah di penuhi rey. impian nya mengobati bapak, bahkan sekolah adiknya. rey melakukan semua.


Rey tersenyum saat menyadari gadisnya menatap ke arahnya.


Setelah makan.


Bincang bincang ringan yang awalnya hanya obrolan ringan makin lama makin serius.


"pak, buk.. aku sama iren besok harus pulang"

__ADS_1


"Kami ke sini ingin mengunjungi bapak dan ibu. syukurnya keadaan bapak sudah makin baik" ujar rey


"Makasih nak" jawab bapak. rey menggeleng tak enak.


"Tujuan saya sebenarnya ingin melamar iren di depan kalian buk, pak.. seperti yang dulu saya katakan. saya yatim piatu. saya datang sendiri meminta reni untuk saya jadikan istri"


Hening...


"Saya mencintai reni pak buk, sekarang di usia saya yang sudah kepala 3. saya ingin membina rumah tangga yang hangat seperti di sini.. "


"Semua jawaban terserah reni nak. kalian yang menjalani. kami menyambut hangat niat baik nak rey.." jawab bapak


Rey menatap reni.


"Reni.. kamu mau kan? kamu mau menikah dengan ku?" tanya rey dag dig dug


Reni menatap keluarganya satu persatu.. sampai akhirnya ke arah rey.


selama beberapa minggu ini, rey berusaha menembus hati nya.


dan berhasil.


semua perlakuan baik dan kesabaran rey membuat reni luluh. dan semua ini? apalagi ayah dan ibu sangat menyukai rey.


yang paling penting. dia juga menyukai rey. dia nyaman.


Reni mengangguk.


Rey memekik senang..


"Makasih sudah sangat baik sama bapak ibu dan adik adik ku mas.."


rey menangkap bahwa reni menerima nya karena bapak dan ibu.


"Pak, buk.. boleh saya bicara sebentar dengan reni?"


Setelah di izinkan. rey mengajak reni bicara 4 mata.


"ada apa mas?"


"Tadi kamu menerima aku karena bapak dan ibu? kamu menerima lamaran ku karena berterima kasih iren?" tanya rey sendu.


Reni tersenyum


dia menggeleng..


"Aku hanya mau menikah dengan pria yang ku cinta i" jawab reni.


rey nge blank sejenak. apakah ini pengakuan cinta?


"Sayang? maksudnya??" tanya rey antusias


Reni mengangguk dengan mata berkaca kaca.. entah mimpi apa dia mendapat pria se baik dan se tulus rey


"Katakan sayang tolong.." mohon rey hampir menangis.


"Aku juga mencintaimu mas" jawab reni


hap!


Rey langsung memeluk reni erat. akhirnya kata itu keluar juga. usahanya berhasil. sampai reni yakin..


Cup


"Aku sangat mencintaimu" bisik rey


"mas, ayo masuk, kita di tungguin" potong reni takut ketauan wkwkwk


rey membawa reni masuk ke dalam. dia bahagia.


"Kalian ingin menikah kapan nak?" tanya ibuk tidak sabaran


"Secepatnya buk" jawab rey dapat pelototan dari gadisnya.


"Buk.. pak, iren selalu melotot padaku" adu rey membuat reni mendengus. entah siapa di sini anak kandung..


"Aku ingin secepatnya. tapi aku membawa ini ke sini. apa boleh kita tunangan seadanya dulu?? aku akan menyiapkan pernikahan impian mu di jakarta" ujar rey lembut mengeluar kan dua cincin dari saku celana nya.


"Ide bagus" ucap ibu cepat. di sini yang paling semangat ibuk dan rey.


Reni juga.. tapi dia malu malu tapi mau.


Setelah pertukaran cincin.. rey mengikat reni jadi tunangan nya.

__ADS_1


dia tersenyum melihat jarinya.


"bapak ibu atau reni ingin mahar seperti apa?" tanya rey sopan


"Seadanya aja nak, nak rey sudah melakukan sangat banyak" jawab bapak


"apa bapak bisa menyetir?" tanya rey


"Itu dulu nak sebelum kecelakaan" jawan bapak


rey mengangguk..


"Nanti aku hubungi dokter spesialis yang menangani bapak. apakah sudah aman menyetir jarak dekat atau tidak."


"Setelah menikah aku akan sangat bahagia kalau bapak ibu dan edo edi bisa ikut kami ke jakarta. nanti aku bisa buatkan rumah buat bapak dan ibu. juga mobil dan sekolah baru buat edo edi" jelas rey mengutarakan niatnya.


"Tidak nak. itu terlalu banyak. bapak sama ibuk di sini saja.. rumah ini sudah sangat nyaman dan lengkap"


"Baiklah. terimakasih bapak dan ibu, menerima aku. nanti bapak boleh pilih mobil seperti apa. juga ibu tak peru bekerja.. aku punya tabungan nanti buat bapak dan ibu gunakan. dan juga sekolah edo dan edi juga mulai sekarang tanggung jawab aku dan iren. ibu sama bapak sudah cukup renta"


Mereka sangat terharu.. ada pria seperti rey yang datang ke rumah mereka dengan semua kejutan nya.


"Mas.. apa itu tidak kebanyakan?" tanya reni karena jaminan masa depan edo edi tak sedikit. mobil dan tabungan buat bapak dan ibu.


"Tidak sama sekali sayang" jawab rey pelan.


"makasiih" jawab reni terharu.


Ahirnya penetapan tanggal pun sudah. sebentar lagi kita akan kondangan onlen.


Rey sangat bersyukur semua berjalan lancar.


besok mereka akan kembali ke jakarta dan menyiapkan persiapan pernikahan mereka.


"Sayang, aku mau selimut kamu aja" bisik rey


"Emang kenapa mas?"


"Gak papa. mau aja"


reni mendengus tapi dia tetap menurut.


Rey tersenyum


"Harum.. ini lebih tenang. ada bau iren di sini" batin nya tidur di kasur di ruang tamu.


rey melihat sekeliling rumah. mana lagi yang sekiranya dia akan tambahi nanti.


menantu idaman sekali bukan si bucin nomor 3.


ting!


"mas.. kalau butuh apa apa kasih tau ya" isi pesan reni


"Aku mau kamu sayang. tunggu halal dulu deh" balas rey. reni tersenyum geleng geleng kepala.


"Mas buruan tidur. besok nyetir"


"kirim voice note dulu. i love you mas. gitu " titah rey nakal.


"Selamat malam mas" balas reni tak menanggapi.


"Sayang.."


"Iren.."


"Aku masuk ke kamarmu nanti" ancam rey


Ting!


vioce note.


sengaja rey mengecilkan suara. supaya hanya dia yang mendengar.


"Selamat malam, aku mencintai mu mas"


rey hampir guling guling.. untung dia di rumah reni.


ting!


rey membalas voice note reni


"Aku lebih mencintaimu calon istri"

__ADS_1


reni senyam senyum tak jelas di kamarnya. dia bisa gila .


BERSAMBUNG........


__ADS_2