
Setelah banyak mengobrol dengan kakek.. jam masih menunjukkan jam 4 sore.
Mia dan edward berjalan ke arah taman belakang.. dan kakek berlenggang masuk ke dalam kamar nya. kakek ingin membiarkan dua sejoli itu waktu berdua.
"Kakek baik kan?" tanya edward menggandeng mia duduk ke kursi taman. mia mengangguk.
"Kak ed.." panggil mia membuat edward menoleh.
Kak ed? bahkan panggilan itu terdengar sexy di telinga edward.
"Kamu panggil kakak apa sayang?"
"Kak ed.. bolehkah mia panggil kakak begitu? kak ed" jawab mia polos
"Kakak menyukainya" ujar edward senang.. ed hanya panggilan dari keluarganya. dan mia sekarang memanggilnya ed... ah edward bahagia.
"Wah di sini bagus kak" mia kagum pada taman belakang ini. ini jauh lebih besar dan lengkap di banding taman mama elina.. yang juga cantik bagi mia.
"Dulu nenek suka menanam bunga.. makanya sampai sekarang kakek menjaga taman ini dan merawatnya" jawab edward tersenyum duduk merengkuh mia supaya lebih lengket padanya.
"Kak.. apa kakak juga kesepian?" tanya mia menyender sambil memeluk perut edward.
Edward diam sebentar.
Mia mendongak.. menatap wajah tampan itu.
"Kakak pasti sangat kesepian berjuang sendirian.. kakek pasti sangat bangga sama kakak." ucap mia lembut. dia melihat edward terdiam.
Edward mengeratkan pelukannya.
"Mulai sekarang kakak udah gak sendirian.. ada mia sama kakek. Jadi kakak gak usah berjalan sendiri. Di situasi apa pun mia akan selalu ada buat kakak.. senang, sedih, duka dan airmata. mia akan menemani kakak. karena kakak juga jauh jauh hari sudah menemani mia dari jauh." ucap mia memeluk edward erat. dia takut malah menangis jika menatap mata edward.
Cup
edward mencium pucuk kepala mia.
Tanpa sepengetahuan mia.. edward menangis.. tapi dengan cepat dia menghapus airmatanya.. entah kapan edward terakhir menangis.
"Makasih sayang.." bisik edward
"Mau liat yang lain?" tawar edward ingin mengganti suasana.. mia mengangguk.
mereka mengelilingi sudut sudut rumah. dari taman baca juga dapur yang super lengkap dan mewah. banyak kamar juga di sini.
Sampa edward juga membawa mia ke lantai atas.
"Ini adalah kamar kakak mulai dari kecil.. " mia bisa melihat kamar ini sangat besar dan baunya elegan khas laki laki.. semua tertata rapi.
__ADS_1
Mia awalnya enggan masuk ke dalam.. tapi edward yang sudah hidup lama di luar negeri merasa itu hal biasa.
Mia melihat setiap sudut.. dia melihat ada beberapa foto edward. dari mulai kecil.. sampai TK dan foto foto lainnya. bahkannada juga foto sepertinya saat edward kuliah.
Foto sendiri.. dan banyak juga foto bersama kakek dan neneknya.
Mia tak menemukan ada foto edward bersama pasangan muda yang bisa mia bayangkan sebagai orangtuanya. hanya ada edward kakek dan nenek saja.
"Kakak sudah tampan dari kecil" puji mia polos.. edward terkekeh.
"mau ke balkon?" edward membawa mia ke balkon kamar yang terang dan langsung terarah pada lapangan di bawah. pasti kalau malam di sini bisa menatap bulan dan bintang dengan bebas.
"Kak ed" lirih mia saat merasakan pelukan di perutnya. ada kepala yang menyender juga di bahunya.
Mia mengelus tangan edward di perutnya. dia membiarkan edward menutup mata dan mengeratkan pelukannya.
"Kamu harum banget mi" bisik ed membuat mia geli karna nafas hangat edward tepat di lehernya.
"Kak.. " mia memutar tubuhnya. dia takut ada yang melihat mereka dari luar, entah itu penjaga atau siapapun.
Tapi mia jadi menyesal membalik tubuhnya. karna saat ini tatapan edward malah lebih lekat padanya.
Mia ingin menghindar tapi edward memeluk mia. dan menarik pelan dagu mia.
Cup
cup
kali ini di kecup lagi. dan hanya menempel, edward merasa kalau mia kaget. tak mau membuat mia marah. makan edward menyudahi.
"Maaf.. kakak khilaf sayang" edward takut mia menganggapnya terlalu agresif. padahal iya. wkwkwkwk
"Gak apa apa kak.. " jawab mia lembut, mia bisa melihat bahwa edward merasa bersalah.. padahal mereka berpacaran tak bukankah hal begitu sudah biasa.
Cup
mia mengecup singkat bibir edward,
"Kita liat yang lain lagi yok kak.." ajak mia membuat edward lega.. mia tidak marah. bahkan mia juga menciumnya. ini adalah sinyal positif bagi edward.
Edward dan mia berjalan mesra bak study tour. alias home tour.. ada beberapa pelayan yang mereka lewati, menyapa dan mia membalas sapaan mereka sopan.
"Kakak gak ada chef di apartemen?" tanya mia saat mereka duduk
"Ngga.. ada bibi di apartemen" jawab edward
"Tapi masakan chef nya enak ya kak.."
__ADS_1
"Masakan bi mar juga enak sayang, kamu harus coba"
"Oiya?? penasaran"
"Iya kapan kapan kakak bawa kamu mencoba masakan bibi" mia mengangguk antusias. jika tentang makanan dan masakan mereka sangat klop.. selera mereka mirip.
***
"Kalian sudah keliling keliling?" kakek melihat dua sejoli sedang asik mengobrol dan bercanda.
"Udah kek.." jawab mia sopan.
"Kakek harap kamu tidak akan bosan jika ingin berkunjung lagi ya nak" ujar kakek bersungguh sungguh.
"Tidak seperti anak nakal itu, sekali datang dan tidak akan datang lagi kalau bukan kakek yang menelfon dan memaksa" adu kakek pada pawang di depannya.
"kek.." ucap edward selalu tak terima di sudutkan.
Mia memegang tangan edward dan tersenyum lembut.
ed menatap mia..
mia tau, bahwa kakek sangat menyayangi ed, dan cara mereka menyayangi saja yang berbeda, terkesan saling mengejek san menggoda. seperti mia pada kedua kakaknya.
Padahal usia mereka jauh.. seharusnya kak ed mengalah.. dan menjadi cucu yang manis buat kakek.
"Kakek tenang aja.. kak ed akan lebih sering menemui kakek. iya kan kak" senggol nia dengan tatapan memelas membuat kakek merasa menang. gengsi antara dua laki laki beda usia itu membuat mereka tak pernah mengobrol serius lagi..
Edward yang di tatap begitu mana bisa menolak? ah mia sangat curang menggunakan tatapan itu. edward tak kuasa menolak.
Sesaat mereka menunggu. dan hening.. mia dan edward rencananya akan segera pulang. walaupun belum begitu malam. tapi lebih baik mereka pulang cepat, karena mia tadi sudah bilang akan makan bersama di rumah sama mama dan papa.
"Love you kak" bisik nia hampir membuat mata ed keluar karena melotot. mia sengaja menggunakan cara ini supaya pria gengsi itu luluh.
"Apa sayang?" bisik ed ingin mendengar lagi.
"Mia akan mengucapkannya nanti, kalau kakak bilang sama kakek kalau kakak menyayanginya" mia mengedipkan mata pada edward.. edward menahan nafas.. gadis nakal ini ternyata punya tujuan.
Edward tersenyum.
"Kek.. kita pulang dulu ya, kakek jaga kesehatan. mia dan kak ed akan mengunjungi kakek lagi atau kakek yang datang mengunjungi kak es sekali kali" canda mia memeluk kakek hangat.
Kakek membalas pelukan gadis yang baru dia temui hari ini. terlihat tulus.. ucapan dan sorot matanya.
mia berjalan ke arah kak ed, membisikkan sesuatu..
"Aku akan mencium kak ed kalau...."
__ADS_1
BERSAMBUNG......