
Mereka tidur.. ada ibu, bapak dan rey. sedangkan reni di kamar. dia tak bisa tenang.. apa nanti rey akan nyenyak?
cieeee...
Karena tak mungkin keluar. reni malu di depan orangtuanya.
reni mengambil ponsel nya.
"Mas.. kalau butuh apa apa bilang aja.. mungkin akan sangat dingin nanti" isi pesan reni.
rey yang sudah rebahan.. membungkus dirinya dengan selimut. dia membuka ponsel karna bergetar.
Dia tersenyum.. matanya melirik pintu kamar reni.
"Iya sayang.. selamat tidur. kamu istirahatlah. perjalanan hari ini capek. good night calon istri" balas rey
reni membaca balasan rey senyam senyum..
dia tak membalas.. ada ada saja mas rey.
dia tidur karena memang satu hari ini perjalanan naik bus dari jakarta ke sini sangat melelahkan.
Besok nya.
Mereka bangun. benar saja, rey merasa punggungnya sakit.tapi dia menyembunyikan itu. tak mungkin jujur.. dia bahkan dengan santai membantu bapak reni berjalan pelan pelan.
"Bapak udah lama sakit?" tanya rey hati hati
"Sudah nak rey, bapak dulu kecelakaan, dan berobat. tapi tidak bisa lanjut terapi karena mahal dan harus ke kota. sedangkan saat itu, reni baru lulus kuliah.." jelas bapak.
Rey manggut manggut. dia lihat keadaan bapak reni, ini bukan cacat. hanya memang sejak awal tidak maksimal saja di obati.
Rey nanti akan bertanya kepada dokter yang sekiranya paham masalah kesehatan bapak reni. kalau memang memungkinkan, rey bersedia melanjutkan pemulihan bapak reni.
adik adik reni sudah berangkat sekolah. tadi juga rey memberikan uang jajan, walau sempat menolak tapi rey memaksa.
Edo dan edi benar benar dapat didikan yang baik, rey saja sampai kaget.. untuk anak anak seusia mereka yang biasanya pecicilan. tapi berbeda dengan adik adik reni, mereka sopan dan melakukan apapun pasti meminta pendapat bapak dan ibu. seperti tadi. setelah ibuk mengangguk baru edo dan edi mau menerima uang jajan dari rey.
"ini terlalu banyak mas" jawab edo tadi sungkan menerima uang warna merah 2 lembar masing masing.
"Nggak apa apa. nanti mas juga sekalian mau pulang" jawab rey.
agenda pulang itu sebenarnya rencana reni.
__ADS_1
setah reni tau di di liburkan secara istimewa.. dia tidak mau berlama lama. lagian ini tak ada urusannya dengan pekerjaan. reni adalah orang yang profesional.
karena reni bilang akan pulang hari ini, rey juga pulang.
Setelah jam 10 pagi kira kira. baik rey dan reni sudah siap hendak berangkat kembali ke kota. perjalanan nanti memakan waktu hingga 6 jam.
"Buk, pak.. ren berangkat dulu ya. nanti kalau ada libur reni pulang lagi. kalian sehat sehat ya" ujar reni memeluk bapak dan ibuk nya
"Jaga diri di kota orang ya nduk.. jangan terlambat makan"
"Iya buk"
Rey juga tak mau ketinggalan. dia ikut izin.
"Nanti kalau ada kesempatan lagi saya akan datang pak buk, kalian jaga kesehatan. oiya ini tolong jangan di tolak. saya sudah tak punya orangtua, ini hanya sedikit " rey menyerahkan dua amplop buta bapak dan ibuk masing masing
"Nak rey, tidak perlu. nak rey sudah membawa banyak. ibu sama bapak masih punya pegangan" tolak bapak dan ibu..
"Itu beda buk, pak.. tolong di terima." ucap rey memelas
Ibu dan bapak menoleh ke arah reni yang juga diam. dia juga merasa tak enak sudah merepotkan rey begitu banyak.
Rey kembali menyodorkan ke tangan bapak dan ibu. itu cukup banyak
Rey dan reni akhirnya kembali ke kota. di mobil dalam suasana canggung. karna ini kali pertama mereka satu mobil.
reni tidak pernah menyangka bahwa akan ada seseorang yang memperjuangkannya bahkan sampai mengikuti diam diam ke kampung nya.
Tapi dia tidak tau apakah dia mencintai rey? yang dia tau, dia selalu di buat nyaman. itu saja.
Di perjalanan...
"Mau sesuatu gak? ayo sekalian.." rey menghentikan mobil sebentar di depan alfamart. dia hendak membeli minum.
"Gak usah mas. makasih" jawab reni.
rey keluar dan membeli beberapa minuman. dia ingat dulu reni membelinya susu beruang.. bukan soda soda atau minuman rasa lain nya.
jadi rey membeli beberapa snack dan beberapa susu kaleng juga air putih untuk mereka di jalan.
Ceklek!!
"Ini, ada snack kalau mau.. perjalanan kita masih jauh. lumayan buat menunda lapar dan biar gak bosan"
__ADS_1
"Makasih" jawab reni sopan.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan. suasana memang lebih hening, karena reni tak tau harus bahas apa. hanya rey yang sesekali mencari topik.
Entah karena lelah atau memang kurang tidur.. di tambah lagi dengan alunan lagu melow dari mobil, membuat reni mengantuk. dia bersandar dan tak sadar sudah terlelap.
Rey melirik dan melihat kepala reni yang hampir menabrak kaca jendela.
dengan sangat hati hati. rey berhenti sebentar. dia menurunkan kursi sandaran reni sedikit supaya nyaman. dan kepala nya juga.
Tanpa mengganggu reni, rey kembali lagi menjalankan mobil dengan senyum tak pernah hilang dari wajahnya. dia tak menyangka bahwa usahanya beberapa minggu ini akan ada di fase ini.
akhirnya.. setelah mia dan key turun tangan. walaupun ide nya memang out of the box.. alias tak masuk akal. tapi, ini lebih efektif dari pada usahanya selama ini.
setelah menempuh jalanan 3 jam.. ini masih setengah jalan.
tapi.
Cuaca kurang mendukung.. karena hujan tiba tiba turun. rencananya rey ingin tetap menerobos jalanan, tapi saat hendak melewati jalanan yang lebih ramai, langsung di portal. karena arusnya besar dan itu bahaya.
masih ada jalan pintas sebenarnya.tapi, rey terpaksa menunggu karena di jalan pintas juga pasti banyak orang.. yasudah.. jadilah dia memarkirkan mobil di pinggir jalan. jalan yang sengaja di portal dan tidak dilewati mobil manapun.
"Eeeungh" reni merasa mobil sudah tak berjalan. dia bergerak.. matanya melihat sekeliling. loh sudah berhenti. tapi ini dimana? pikirnya.
"Jalan nya macet dan sementara di portal karena arusnya besar, tadi kata polisi sana sebentar lagi sudah bisa, ini sedang di urus di depan sana." jelas rey melihat reni kebingungan.
"Oiya mas.. udah jam berapa?" tanya reni
"Jam 1 lewat"
"Apa kita sekalian makan aja ya.. biar nanti gausah berhenti lagi kalau mau makan" saran reni.
"Boleh.. lagian ini masih hujan. " jawab rey
Reni menyiapkan kotak makan tadi yang sudah di siapkan oleh ibuk. walaupun tak lagi hangat, tapi bau nya masih sangat enak dan membuat lapar.
"ini mas"
"Makasih iren.." jawab rey senang. dia merasa di layani oleh istri kalau begini.
Makan siang mereka di dalam mobil. dengan pemandangan hujan rintik rintik di sekeliling mereka.
Rey diam diam tersenyum. begini ternyata romantis. hehe
__ADS_1
BERSAMBUNG.......