Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Dinner


__ADS_3

Edward sama sekali tidak menjauhkan ponselnya dari tangannya.. kemanapun dia pergi, dia membuka barangkali mia sudah membalas atau sekedar membaca pesannya.


drrrt drrrt drrtt


Edward segera membuka ponselnya dengan semangat, mana tau itu dari mia, gadisnya. tali harapannya harus pupus.. ternyata yang menghubungi dia adalah orang yang juga di sayangi.


"Halo kakek.."


"Hei anak nakal! kalau bukan kakek hubungi lebih dulu kamu tidak akan menelfon kan?"


edward menjauhkan ponsel dari telinga nya mendengar suara pekikan dari kakek yang merawatnya sedari kecil.


"Maaf kek.. edward sedang sibuk sibuknya" ucap edward sopan. dia sangat menghor.ati pria tua di seberang itu.


"Weekend ini jangan tinggal di apartemen.. pulang ke rumah kakek." titah kakek tak terbantah.


"Baik kek.." jawab edward.


Setelah selesai berbincang dengan kakek, edward sempat membuka laptopnya.. mengirim pesan kepada rey.


Tapi mia belum juga membalas.


Edward akhirnya naik ke ranjang king size empuk miliknya.. dia merebahkan kepala di sandaran ranjang.


dan..


ada pesan masuk, dan itu pesan yang dia tunggu tunggu dari tadi.


Mia membalas, dengan emotikon senyum. seketika membuat edward ceria. padahal hanya satu emotikon saja..


Edward langsung menghubungi mia.


"Malam kak.." jawab mia terdengar begitu merdu di telinga edward


"malam, kamu lagi apa?" edward dan mia yang adalah pasangan newbie dalam hal berpacaran bak seorang ABG padahal usia mereka sudah dewasa..


"Lagi rebahan kak"


"Kakak udah makan?" kalau orang lain mendengar obrolan dua sejoli pasti akan di tertawakan.


"udah, tadi makan rendang" jelas edward. edward tersenyum bahagia, dia merasa mia menerima dia dan bahkan menaruh perhatian padanya. edward merasa usahanya tidak hanya satu arah.


"Kakak bisa masak?" tanya mia spontan membuat edward terkekeh geli, seoanjang mereka komunikasi beberapa kali mia sangat antusias jika membahas jenis makanan dan bagaimana cara mengolahnya.


"Bukan.. itu di buat bibi. aku tidak bisa memasak mi.. makanya nanti aku pasti akan sangat bergantung padamu kalau kamu mau menikah denganku"


Blussssh!


Mia terdiam dan wajahnya merona.. apa dia baru saja di lamar? ahh edward sangat pintar menggombal.


tapi mia berusaha santai dan malah membalas godaan edward.


"Iya gak apa apa kak.. mia bisa memasak tiap hari buat kakak"


edward salah tingkah, benar benar ABG tua..

__ADS_1


Edward merasa itu adalah sinyal positif. dia hanya perlu memastikan perasaan mia kepadanya.


"Weekend ada acara ngga mi?" tanya edward tiba tiba


"Kayaknya ngga ada kak.. ada apa?" tanya mia


"Kita makan di luar mau?"


apakah dia sedang di ajak nge date? ah mia tentu saja tidak akan menolak.


"Mmm.. iya kak" jawab mia malu malu. edward merasa senang.. dia merasa 70 persen mia juga menyukainya.. di lihat dari respon mia selama ini kepadanya.


Edward akan menghabiskan waktu bersama mia lebih dulu sebelum pergi ke rumah kakeknya.


Mereka berbincang bincang sampai mengantuk. karena kebetulan mereka bekerja di bidang yang sama. mia maupun edward seakan punya banyak pembahasan setiap hari jika mereka chat atau telfonan seperti ini.


.


.


.


Selesai dengan pekerjaannya.. mia sengaja memakai sweater supaya pakaiannya tidak terlalu formal. dia memperbaiki makeup nya sedikit dan juga rambutnya. hari ini dia akan makan malam bersama edward.


Awalnya edward meminta menjemput mia ke perusahaan.. tapi pasti nanti akan ada berita heboh. maka mia minta mereka ketemu di tempat saja.


Edward juga tak kalah heboh dari mia.. dia sudah mereservasi tempat buat mereka juga dia sengaja membawa parfum ke kantor. supaya dia percaya diri.. saat bertemu mia.


Mia sudah menerima alamat restoran yang akan mereka tuju.


Tapi,


Entah hari sial apa ini bagi mia. diantara semua restoran di muka bumi ini, kenapa dia harus bertemu bella di sini. ckck.. bahkan bella seolah tak ada malunya setelah jadi gonjang ganjing netizen selama ini.


Mia awalnya ingin menghindar.. buat apa juga dia meladeni bella. yang ada nanti makin ribut dan dia tidak jadi makan malam bersama edward.


tapi, kesialan belum berakhir.


"Heh.. anak pungut, gak tau terima kasih lo. udah bisa hidup dan tinggal bertahun tahun di keluarga gue.. lo sekarang makin nge lunjak setelah keluar dari rumah" sentak bella tak terima saat mia melewatinya begitu saja.


Mia berhenti dan melihat kerumunan.. dia tidak mau mengundang perhatian banyak orang. dia berjalan ke tempat sepi dan di ikuti oleh bella yang masih menggerutu dan menghinanya.


"Sudah?" tanya mia datar


"dasar sialan.. lo kira lo hebat setelah diakui jadi keluarga winata? masih lebih kaya atmaja dibanding keluarga baru lo itu"


"Lagian jangan lo kira lo menang setelah mempermalukan keluarga gue di depan umum seperti malam itu, gue akan balas semua perbuatan lo" pekik bella mengeluarkan semua unek uneknya.. semua rasa sesal malu dari teman teman dan orang orang di sekitarnya. karna ucapan mia di konferensi saat itu.


"Gue akan menghancurkan hidup lo dan keluarga lo, kalau gue udah jadi istri edward." awalnya mia datar datar saja.. tapi dia tiba tiba kaget mendengar nama edward. apakah itu edward yang dia kenal?


"Gue di jodohin papa dengan edward wiguna.. siap siap aja lo dan keluarga lo jadi gembel"


deg!


"Benarkah itu edward wiguna? " batin mia berdiri sendiris etelah bella berlenggak pergi setelah puas melihat wajah kaget mia.

__ADS_1


Bella belum tau saja bagaiman kedekatan mia dengan edward.. padahal dia yang memohon mohon supaya di dekatkan pada edward. walaupun tidak bisa.. karna rey langsung mewakili setiap kali atmaja ingin melakukan pertemuan atau perjamuan.


"Aku akan bertanya langsung pada edward ." pikir mia kembali melangkahkan kakinya ke dalam restoran. dia tidak mau edward menunggu terlalu lama.


Mia ke meja reservasi lebih dahulu, dan menanyakan meja atas nama edward.


Tak tak tak..


"Kak.. maaf kakak pasti menunggu lama" ucap mia merasa tak enak mendapati edward menunggu dia sambil memainkan ponselnya.


Edward tersenyum dan menyimpan ponselnya.


"Belum lama kok.. santai aja" ucap edward lembut.


"Kamu ada alergi mi?"


"ngga ada kak.."


"Oke.. sekarang kamu pesan menu buat kamu, tadi aku sudah catat lebih dulu"


Mia memesan makanan dan juga jus untuknya.


Menunggu pesanan mereka di antar ke meja, mia dan edward berbincang bincang. mereka jauh lebih terbuka.


"Oh.. zian itu hanya bisa pulang 1 tiga bulan?"


"Iya kak.. tapi kadang kadang juga dapat jatah libur, tergantung performa di markas katanya" jawab mia antusias menjelaskan keluarga winata.


"Kayaknya kamu sangat bahagia"


"Sangaaaat" ucap mia tersenyum begitu tulus.. ini adalah senyum yang membuat edward jatuh hati pada mia. ssat pertama melihatnya di halte bus dulu. aah sangat cantik.


"Kakak jarang pulang berarti?" sekarang giliran mia yang bertanya


"Iya, aku selalu di apartemen.." jawab edward singkat.


"Kalau weekend gini? kenapa gak pulang aja kak"


"Iya ini mau pulang, nanti setelah dari sini aku akan ke rumah kakek.. kakek hanya tinggal bersama maid"


"Kakek?" gumam mia. bukannya tuan wiguna masih hidup? pikir mia.


seolah paham apa yang di pikiran mia.


"aku dari kecil di rawat kakek.. hanya dua kali setahun paling ketemu orangtua. lalu aku sekolah dan kuliah ke luar negeri.. aku tidak begitu dekat dengan orangtuaku"


Nyes..


"Maaf kak.." ucap mia merasa tak enak.


"Santai saja.. hidupku juga tak se bahagia yang di lihat media" ucap edward tersenyum..


mia menatap dalam wajah dan sorot mata edward. ternyata pria tampan itu juga menyimpan luka nya sendirian.. di balik semua kemewahan dan kesuksesannya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2