Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Rencana pernikahan


__ADS_3

Besoknya.


reni dan rey izin kembali ke jakarta.


seperti biasa. rey selalu memberikan jajan buat si edo edi. juga buat pegangan bapak dan ibuk.


Di sepanjang jalan rey menggenggam erat jemari reni.


"Tangan mu sangat cantik" puji rey melihat jari bersih dan kuku terawat milik reni.


"Iren.. akhirnya kita sudah tunangan. lihat cincin kitaa"


Reni tersenyum mengangguk.


"Mas, apa boleh sebelum pulang kita ziarah ke tempat orangtua mas?"


rey menatap reni lalu mengangguk.


"Tentu saja.. kita nanti ke sana." jawab rey lembut.


"Makasih" cicit reni membawa tangan besar rey ke pangkuan nya.


"Mau tidur gak? kalau ngantuk tidur aja sayang"


Reni menggeleng.


"aku mau melihat lihat jalanan" kilah reni. dia hanya ingin menemani rey menyetir.


Rey mengelus pipi calon istrinya.


Perjalanan panjang. mereka lagi lagi makan di jalan. masakan ibu tentunya.


"Sayang suapin aku ya"


"Iya, apa kita gak berhenti dulu mas?"


"Gausah.. kamu suapin aku, aku bisa sambil nyetir pelan pelan" reni mengangguk


"Enak.. masakan ibu sangat enak" puji rey


"Lauknya ibu yang masak. tapi sayurnya aku" protes reni wkwkwk


"oiyaa? masakan kamu juga sangat enak. nanti kalau kita udah nikah aku kayaknya gak perlu makan di luar"


"Cih.. berlebihan banget" jawab reni terkekeh.


"Kamu juga makan sayang"


"iya" reni menyuapi dirinya dan rey ganti gantian.


**********


Mereka sampai di jakarta sudah sore. tapi sesuai janjinya tadi. rey dan reni memilih ke makam orangtua rey lebih dulu.


Rey jarang ke sini tapi makam orangtuanya memang di rawat dan rutin di bersihkan.


Mereka menabur bunga yang sengaja tadi reni beli sebelum masuk ke sini.


hening.


baik reni dan rey setelah berdoa masing masing, mereka larut dalam pikiran masing masing.


reni memperhatikan tanggal di nisan. ternyata orangtua rey sudah tiada sejak lama. reni kagum akan betapa hebat pria di sampingnya berjuang sendirian.


Ceklek!


"mas minum dulu"


"makasih.."

__ADS_1


hening....


"Kita langsung pulang kan?" tanya rey. reni mengangguk.


Remi bisa menangkap sepertinya rey sedang sedih. apa karena reni mengajak nya ke makam orangtua nya ya??


Suasana jadi sedikit kikuk. reni juga bingung harus bagaimana.


bahkan sampai mobil berhenti.


"Mm.. mas mau mampir?" tawar reni akhirnya


rey tersentak. tapi dia juga tidak ingin sendiri sekarang..


"Bolehkah?" reni mengangguk. mereka juga sudah tunangan. sebentar lagi akan menikah.


ini adalah kali pertama reni membawa masuk seseorang ke dalam apartemen nya.


"mau minum apa mas? aku kayaknya masih ada buah. jus mau?" tawar reni


"Iya boleh iren. makasih"


Reni meletakkan barang bawaan nya lalu membuatkan jus buat dirinya dan rey. reni adalah karyawan yang melakukan pola hidup sehat. no soda, no alcohol.. hanya ada banyak jus dan susu.


"Ini mas.."


"Makasih sayang"


rey memperhatikan seisi apartemen reni. bersih dan rapih. walaupun jauh lebih kecil dari apartemen nya.


Reni tak banyak bicara.. dia menunggu rey kalau mau cerita silahkan. kalau tidak juga gak apa apa.


simpel sekali bukan? wkwkwk


Reni mengabari ibu kalau dia sudah sampai. lalu kembali diam.


"Iya mas?" reni menoleh.


"Kenapa tadi kamu mengajak aku ziarah?" tanya rey pelan


"Maaf. aku hanya ingat mas pernah bilang sudah yatim piatu. aku mau minta restu" ujar reni polos


rey tersenyum tipis. dia melihat gadisnya sedikit ragu dan takut. apa dia memarahi reni?? kayaknya tidak.


"Kenapa minta maaf?" tanya rey


"Karena mas tiba tiba jadi diam saat kita pulang ziarah. maaf"


Rey menarik reni dalam pelukan nya.


dia tidak tau diam nya dianggap lain oleh reni.


"Maaf.. aku hanya sedih. aku jarang sekali kesana. aku sibuk setiap hari bekerja bahkan ke luar kota. aku jarang ke sana."


"Aku juga anak tunggal, orangtua ku dulu meninggal kecelakaan saat aku masih sekolah. itu sudah sangat lama. aku hidup sendiri dan kuliah dengan beasiswa dan bisa bekerja dengan tuan edward."


"Awalnya aku hanya S1. tapi tuan muda edward menawarkan aku melanjutkan pendidikan lagi.. makanya aku bisa seperti sekarang.. " jelas rey singkat.


"Aku hanya sedih, sudah lama tidak ke sana.. dan ternyata sudah lama mereka pergi" lirih rey


reni hanya mendengar dan mengelus elus punggung rey pelan.


Setelah cukup lama.


"Mas, mau makan di sini? aku masak sebentar" tawar reni mencairkan suasana


"Boleh. aku bisa bantu apa?"


"mas di sini aja.. kalau bosan nyalain tv" jawab reni.

__ADS_1


"Aku pinjam laptop saja boleh gak iren? aku ingin mengerjakan sesuatu"


Reni berlalu ke kamarnya mengambil laptop nya.


Rey bekerja sebentar, reni juga ke dapur menyiapkan makan malam buat mereka. jika di lihat sekilas mereka sudah seperti pasangan suami istri.


Rey mencium bau harum ke hidung nya. dia tersenyum.. membayangkan nanti setiap hari akan mengalami hal seperti ini.


Reni dengan lihai memasak sayur dan daging yang memang dia stock di dalam kulkas nya.


15 menit.


"Mas, kita makan dulu, nanti di lanjut lagi"


rey menyimpan sebentar lalu berjalan mengikuti reni.


"Waah ini kelihatan nya enak" ujar rey menelan ludah.


reni tersenyum.. mood tunangannya sudah kembali.


Reni mengambilkan nasi buat rey. rey diam diam tersenyum.. dia seperti seorang suami saat ini.


"Kalau kita menikah, aku pasti akan buncit.. masakan mu sangat menarik iren"


"Mas ada ada aja" jawab reni menggeleng


Rey makan dengan lahap. masakan reni mirip masakan ibu nya. dan kadar asin semuanya mirip. enak.


setelah makan. reni lanjut mencuci piring. awalnya rey ingin membantu. tapi reni menyuruh rey menunggu di depan.


"Latop nya gak di pake lagi mas?"


"Udah selesai sayang. nanti aku lanjut di apartemen. sini duduk di sini" rey menepuk sisi nya.


"Kamu mau pernikahan yang gimana?" tanya rey menunjuk beberapa referensi yang dia cari


"Aku ikut aja. jangan mewah mewah, seadanya aja.. karna pasti biaya nya mahal"


"Serahkan semua sama aku. kamu suka yang begini apa yang ini?" ujar rey. karena ini request edward. tuan edward yang akan mensponsori pernikahan asisten kepercayaan nya.


reni berfikir.


"Ini bagus.. " tunjuk reni.


"aku juga suka ini, nanti baju kita omongin lagi ya. aku harus nanya mia dan key" ujar david tersenyum.


"Kita tinggal di apartemenku dulu gak papa kan iren?"


"Iya aku ikut aja mas."


"Okey, kamu kalau ada request pengen seperti apa kasih tau aku ya sayang" seru rey lembut.


"Ini udah sangat mewah.. aku masih merasa seperti mimpi. aku gak masalah pernikahan nya bagaimana, yang penting setelah menikah semua berjalan baik" ujar reni


"Ini tidak mimpi iren.. " rey memeluk reni dari samping.


"Aku pulang dulu ya, keburu malam. kita belum mandi. besok harus kerja.. makasih banyak sayang"


"Iya mas, hati hati yaa"


"Pintunya di kunci, aku turun dulu ya. nanti aku telfon. selamat malam iren"


"Malam mas"


cup


Sebelum berlalu, rey sempatkan mengecup bibir reni.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2