Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Tak bisa jujur


__ADS_3

suasana makan malam di kediaman mama elina sangat ramai.


Hanya alex sesekali fokus pada ponsel nya. dia ingin menghubungi gaby lagi, tapi tidak enak.. nanti saja jika sudah mau tidur.


Di Bali.


Gaby memandang ponsel nya.


matanya berkaca kaca.


bohong kalau gaby tidak sedih. dia juga mau hamil


tapi dia senang, kak gia hamil. dengan harapan dia juga akan segera menyusul.


"Kapan ya aku.." gumam nya mengelus perut nya.


Kembali ke Rumah mama elina.


Setelah selesai makan. mereka mengobrol.


"Besan, zian, gia.. gimana kalau kalian tinggal di sini aja sama mama dan papa? gia kan hamil, kasihan juga nanti besan gak bisa selalu di urus gia" ujar mama elina menyampaikan ide nya dan papa winata


Zian menatap mertua dan istrinya.


gia tampak diam. bingung juga, dia sebenarnya mau mau saja.. asal papa nya ikut.


"Pa?" panggil zian pelan ke mertua nya.


Mertua zian menoleh dengan senyum.


"Saya takut akan merepotkan besan nanti, saya juga tidak bisa menjaga putri saja kalau nak zian bekerja" jujur papa gia


"Tentu tidak repot, iya kan pa?" ujar mama elina kasihan jika besan mereka sendirian. padahal di sini ramai


"Iya besan, " jawab papa winata


Zian melihat mertua nya.


"Mama, papa.. emh, zian mau beli rumah di depan aja gimana? nanti gia bisa dekat kalau mau ke sini atau ke rumah mia" usul zian melihat respon mertuanya


"Yang depan kayaknya udah ada yang nanya kak aku liat mobil kemarin. itu loh di samping rumah kami ada kosong ya kan hubby??" ujar mia


"Iya, itu di samping kosong kak. baru pindah minggu lalu kalau gak salah" jawab ed


"Gimana pa?" tanya zian pada mertua nya.


"Nanti gia dan papa gak kesepian. dan kalau gia mau kerja nanti, papa bisa ke sini aja dan di rumah nanti ada pasti yang jagain papa" terang zian berbicara sebagai kepala keluarga.


penuh wibawa dan tegas.


"Iya om, di sini juga banyak anak anak.. pasti om gak kesepian" tambah mia menambahkan


papa gia menoleh kepada mereka semua. dia juga kesepian sebenarnya. dan di sini sangat ramai dan hangat.


"Apa papa masih boleh nanti berkunjung ke makam mama?" tanya papa gia


"Tentu bisa pa, dari sini juga dekat" jawab zian.


Gia mengangguk pada sang papa.


"Aku juga ikut suami ku aja" lirih gia bahagia.


Mereka akhirnya sepakat.


zian akan mengurus kepindahan mereka nanti. rumah di sebelah rumah mia, memang tak terlalu besar. tapi tak terlalu kecil. standar lah.


nanti masih bisa di renov atau di perluas.

__ADS_1


"Yeeei, kita rame rame, jadi asik gitu kalau menggosip" celetuk mia dengan stroberi di tangan nya.


"Bumil penggosip" goda zian pada mia


"Biarin.. nanti anak kakak mirip aku baru tau rasa" jawab mia tak mau kalah.


"Awas ya kamu" gemas zian selalu kalah sama mia.


Mia sembunyi di balik ketiak suami nya sambil menjulurkan lidah mengejek kak zian.


mereka tertawa melihat mia tak pernah akur dengan kakak kakak nya.


"Sudah sudah, selalu aja berantem. kalau jauh malah kangen.." potong mama elina sudah terbiasa melihat putra dan putri nya.


"Kak zi nih ma, mau bapak bapak juga" adu mia


"Mia ma yang duluan" balas zian malah ikut meladeni mia


"Badan doang kekar kayak kingkong. kak gia, kak zian itu lemah, dia nangis pas aku tarik bulu kaki nya" adu mia mencari sekutu


Tangan zian hendak menarik hidung mia.


tapi.


pletak!


"Jangan, kasian" gia menepuk lengan suami nya.


"Tapi-


"Wleeeeek" ejek mia


"Ck.. kenapa usil sekali" gemas ed menarik hidung mia pelan.


mia tersenyum manis pada ed.


"Papa kak zi melototin mia" adu mia ke papa winata.


"zian.." geram papa tak suka putrinya kalah dari zian.


Zian malah kena marah. wkwkwkw


sedangkan mia tersenyum tanpa dosa.


bahagia sekali ya keluarga besar ini. jadi pengen ikut berkeluarga. hehe


**********


setelah semua pulang dan kembali.


alex langsung menghubungi istrinya.


Tuuuut tuuuut!


"Halo sayang"


"Sayang, kamu belum tidur kan??" tanya alex


"lagi di kasur, tapi belum tidur"


"Oooh.. aku juga udah di kamar. udah pada pulang" jelas alex


gaby diam.


"Yang, sayang??"


"Iya??"

__ADS_1


"Kamu gak apa apa kan? nanti kita bisa nyusul sayang" ujar alex ingin sekali memeluk gaby saat ini. tapi ini masih hari selasa. huft.


"Aku gak apa apa sayang, kan tinggal sebentar lagi kita juga udah bisa program hamil" jawab gaby tersenyum cerah.


"Aku juga rutin minum vitamin, aku minum jus sama sayur dan biji biji an katanya bagus.."


Alex menahan perasaan sesak. astaga dia tidak tega mematahkan keceriaan gaby.


apa yang harus dia lakukan?


"Tadi aku sempat sedih, tapi aku juga senang. makanya aku berfikir positif aja. kita bentar lagi juga bisa" jawab gaby membuat alex bungkam.


"I iya sayang, semoga aja kita di kasih kepercayaan ya." balas alex lirih


"iyaa. kamu datang kan week end?" tanya gaby sudah rindu kepada suami nya.


"Iya, kita jalan jalan yaa. ke vila mau??" ajak alex. gaby dengan semangat setuju.


walaupun mereka membuang benih keluar. tapi kegiatan ranjang panas mereka tetap terjadi dengan hebat


**********


Alex ke bali. dia ingin sekali memeluk gaby. satu minggu ini otak nya hanya gaby gaby dan gaby. bagaimana caranya jujur tanpa melukai istrinya??


Di vila.


Setelah ranjang bergoyang, perpaduan cinta yang menyatu. dua insan polos saat ini saling memeluk.


"Sayang, aku ke rumah sakit" jujur gaby tersenyum


Alex menunduk dengan kening mengkerut.


"Aku gak sakit" tambah gaby paham maksud wajah suaminya


"Terus?" tanya alex lembut. tangan nya mengelus pipi gaby


"Aku cek rahim dan kandungan ku, aku juga di ajarin dokter seputar kehamilan. aku ada buku nya juga di apartemen" jelas gaby semangat


"Oiyaa?" jawab alex tersenyum melihat gaby antusias


"Aku bilang sama dokter, kita akan program hamil 1 bulan lagi. kata dokter, kenapa gak nunggu sebentar lagi gitu kan. aku bilang, kita kan emang udah siap bulan depan "


alex terdiam. apa dia harus jujur


"Terus kata dokter, yaudah katanya gak apa apa.. semoga saja, tapi aku gak boleh banyak aktivitas fisik gitu. gak boleh kecapekan berlebih" cerita gaby dengan senyum mengembang.


alex tak tega mematahkan senyum manis itu


"Emang kalau menunggu bentar lagi gak mau ya sayang?" tanya alex hati hati


"Gak lah.. aku udah nunggu lama banget 3 bulan. aku juga mau kayak kak gia." balas gaby kesal


alex lanjutkan lagi.


"Terus kalau kandungan nya lemah gimana?" tanya alex lagi.


"Aku akan hati hati. dulu kak key juga kandungan nya lemah. gak apa apa deh aku cuti gak apa apa. yang penting aku bisa hamil" jelas gaby


alex mana bisa menang melawan gaby.


Alex tak bisa jujur. dia biarkan gaby cerita dengan wajah begitu ceria. tak sabar beberapa minggu lagi berlalu.


alex mencium gaby mengantarkan perasaan cinta takut dan khawatir.


"Maafkan aku sayang" batin alex masih belum janji bisa program hamil bulan depan. semoga nanti gaby bisa paham dan menerima kenyataan. menunggu sebentar lagi.


BERSAMBUNG........

__ADS_1


__ADS_2