Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Mia melahirkan...


__ADS_3

Hari berlalu.. minggu berlalu.


Seminggu sebelum lahiran mia. ed sudah membooking satu lantai khusus vip buat mia. supaya nyaman dan tak mengganggu siapa pun.


Barang barang yang hendak di bawa juga sudah di siapkan. kalau kalau kemudian tiba tiba kontraksi. bik mar sudah memegang semua.


bahkan seminggu ini, kakek dan orangtua ed tinggal di rumah ed. jaga jaga.


semua menunggu kelahiran dua pangeran ed dan mia untuk lahir ke dunia. apalagi mama elina dan papa winata. walaupun tak tinggal di rumah mia dan ed. tapi mereka selalu bertandang ke sana. mengobrol bersama besan dan membicarakan tentang calon cucu mereka.


Malam hari.


Seperti biasa ed memijat pinggang mia sambil tiduran.


Ed juga memilih bekerja dari rumah. dia ingin di sisi mia. bagaimana kalau mia kontraksi siang dan dia di kantor? dia tak mau. makanya dia bekerja dari rumah.


Saat semua sudah tidur.


mia merasa mulas.


"Aaakh.. sayaaaang" panggil mia tertahan.


"Huubbyyy.. perut aku sa sakit" pekik mia


Ed yang baru terlelap langsung tersadar. dia panik. walaupun sudah persiapan tetap saja dia panik apalagi melihat istri nya menahan sakit.


"Sayaaang" ucap ed langsung mengelus perut mia.


"Aah.. hilang" ujar mia saat mulas nya hilang.


tapi ed tetap panik.


"Baby, ayo kita ke rumah sakit. kita tunggu di sana.. aku takut nanti kenapa napa" ujar ed


mia mengangguk.


"Jaket ku tolong by"


"Ini sayang.. pakai kaos kaki juga. semua udah di tas bawah sih. kalau sakit lagi peluk aku ya sayang"


ed dan mia menuruni tangga. lagi lagi mia merasa mulas.


"Mamaaaa.. papaaa" panggil ed kembali panik


mereka semua berhambur keluar termasuk bik mar.


"Miaaa.


"Nak.."


"Mama sakit, perut aku mules" ujar mia memegang erat lengan ed.


"Papa.. siapkan mobil" ujar mama. papa wiguna langsung berlari mengambil kunci.


"Bik mar tolong bangunkan besan dan alex juga zian.. biar mereka menyusul nanti" ucap mama

__ADS_1


"baik nya" bik mar langsung berlari ke rumah tetangga sebelah.


ed dan mia sudah di perjalanan.. tiba tiba mulas nya hilang lagi.


mama elina dan papa langsung sigap, membangunkan dua putra nya dan mereka berangkat ke rumah sakit. setelah memastikan bik mar juga bersama supir. perlengkapan sudah di bawa. tak lupa juga alex menghubungi dokter dokter rumah sakit supaya stand by.


Dokter gia selaku dokter kandungan mia juga sudah di hubungi. dokter gia bersama dokter lain juga beberapa perawat sudah bersiap.


Tin...!!


"Sebelah sini tuan" ujar seorang dokter menunjuk brangkas yang sudah tersedia membawa mia ke lantai atas, kelas vip tentunya.


Dokter gia dan perawat langsung sigap menuju ruangan mia. di cek. dan masih bukaan awal.


Ini lah kenapa ed sengaja memesan satu lantai dan semua kamar nya. jadi kakek dan yang lain bisa istirahat dengan nyaman sambil menunggu si bumil.


"Dek.. " panggil alex dan zian yang tadi langsung berlari. mereka juga dari tadi jantungan membayangkan adik kecil mereka akan segera melahirkan.


"Kakak.. mana mama?" tanya mia mencari mama elina


"Sayang mama sama papa di sini" mama dan papa datang ngos ngosan.


"Kata dokter masih bukaan 2 ma.. masih ada 8 bukaan lagi. papa sama mama silahkan duduk, di sana sudah ed sediakan tempat buat kalian istirahat. biar ed yang menemani mia gerak gerak" ed yang sudah di beritahu dokter gia langkah apa yang bisa membantu bukaan segera sigap.


"Iya ma.. mulas nya kadang datang kadang hilang." jawab mia


"Kamu yang kuat ya nak.. papa sama mama yakin putri mama elina ini bisa" papa winata menyemangati.


Mia mengangguk tersenyum.


Sedangkan zian.. dia curi curi kesempatan mendekati dokter gia, kekasihnya.


"Dasar bucin" ejek mia di tengah rasa mulas nya. dia masih bisa mengejek kak zian dengan mencebikkan bibir. sungguh ajaib.


Ed memegang erat tangan mia. jika mulas mia datang, dia ikut meringis merasakan kuatkan genggaman mia padanya.


"Sayang.. apa sangat sakit? kalau bisa biar aku saja yang merasakannya" ungkap si bucin bin posesif.


Mia tersenyum memeluk ed.


"Aku menikmatinya hubby.. memang sakit, tapi pasti akan terbayar" jawab mia mengikuti gerakan ed bergerak gerak pelan.


Cup


"Aku sangat mencintai mu baby" bisik ed menciumi mia.


Setelah kira kira 2 jam..


Mia kembali di cek, bukaan nya cukup cepat. sekarang sudah bukaan 8.


Mia di suruh berbaring di ruang yang berbeda. ruang bersalin. menunggu bukaan nya sempurna. para orang tua menunggu dengan was was di luar


Hanya ed yang menemani sang istri berjuang di dalam sana.


Mia menggigit bibir manahan rasa nano nano.

__ADS_1


"Bukaan nya sudah sempurna. ayo kita mulai" ujar dokter gia membuat dada ed dan mia berdegup.


" nona Mia tidak perlu takut, ikuti instruksi.. semua akan baik baik" ujar dokter gia.


Ed membiarkan mia memeluk bahkan menggigit tangan nya.


"Aaaaaahkkh.. hah hah.." mia ngos ngosan di dorongan pertama


Dokter tetap memberikan arahan pelan pelan tali pasti.


Ed tak tega melihat wajah istrinya yang menahan sakit begitu. mata ed bahkan tanpa sadar berkaca kaca. dia tak menyangka akan menyaksikan momen haru dan membuat jantung nya tak karuan.


Cup


cup


cup


"Ayo sayang, semangat.. anak anak kita akan segera bertemu kita." bisik ed menyeka air mata nya.


"By sakiiit" lirih mia mencengkram kuat lengan ed sampai memerah


"Sedikit lagi sayang. kamu kuat baby.. aku di sini, ayo sayang.." ujar ed lembut memberikan kekuatan buat mia.


Hingga..


"Oeeek oeeek oeeeek" mereka yang di luar sontak berdiri dengan wajah was was.


"Laki laki, lengkap dan sehat. akan di bersihkan lebih dulu" ujar gia kembali memberikan stimulus


Mia kembali merintih saat si bungsu juga ingin segera keluar.


Ed menatap haru penampakan di depan nya. dia kembali membisikkan kata kata cinta dan semangat buat mia.


dan


"Oweeek oweeek" mereka yang di luar mulai tersenyum lega. mendengar ada dua suara bergantian.


"Laki laki, sehat dan lengkap.." dokter gia juga mengarahkannya untuk di bersihkan lebih dulu.


ed membiarkan anak anak nya di bersihkan. dan dia menatap penuh haru istrinya.


Cup


cup


ed mencium kening dan bibir pucat istri ya.


"Sayang, kamu hebat.. makasih sayang ku, istriku. makasih sudah membuat hidup ku lengkap. love you baby" bisik ed menangis.


mia juga menangis haru, apalagi saat suster menyerahkan dua bayi polos di letakkan di atas dadanya. dengan bantuan ed juga tentunya.


Welcome baby twin...


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2