Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Zian dan Gia: Cemburu


__ADS_3

Zian hanya pulang saat week end.. dan masa masa relawan akan berakhir minggu depan. sudah cukup lama mereka di sini.


Selama di posko relawan ini, dan semenjak zian membawa dokter gia memeriksa mia saat itu. dokter gia jadi canggung jika dekat dekat dengan zian. tapi zian si pria cuek itu bodo amat. dia tak peduli, dia malah lebih suka mengganggu dokter gia lebih dulu.


kadang dokter gia bingung malah di cie cie in oleh dokter dan perawat lain.. walaupun gia senang. karna ada rekan dokter juga yang terang terangan suka dengan zian. tapi gia tak punya hak mengatakan apa apa. emang apa hubungan mereka?


Zian juga kerap kali di goda tentara lain. tapi zian tak menanggapi.. baginya itu tak berlengaruh apa pun.


Seperti saat ini.


"Aaw" pekik dokter gia karna tanpa aba aba zian menarik bawaan dokter gia menuju posko sebelah. akan ada pemeriksaan lansia di sana.


"Zian.. kamu selalu bikin kaget" kesal dokter gia.


"Salah sendiri kenapa suka kaget" jawab zian acuh. gia mendelik kesal. tapi di hatinya ada kehangatan karena zian makin ke sini seolah dengan jelas memberikan perhatian padanya.


bahkan yang paling membuat dokter gia kaget adalah.mereka di posko yang sama.. tapi entah dari mana zian mendapat nomor telfon nya.. kadang zian mengirim pesan. padahal bisa di omongin langsung.


Gia langsung menggeleng. otaknya malah aneh aneh. tidak mungkin zian menyukainya. lagian dia juga tak mungkin sama yang lebih muda. kilah nya.. berbeda dengan isi hatinya


"Taruh di sini aja. makasih yaa" ujar gia sopan. dia tak berani lagi memanggil atau menggoda zian dengan sebutan adik atau dek.. dia kapok wkwkwk tapi juga pengen. hissh.. otaknya memang harus di pukul.


"Hm" jawab zian acuh berlalu sebelum dokter lain mendekat.


Gia makanya bingung, kadang zian begitu baik perhatian. bertanya baik baik. tapi kadang begini jawabnya cuek bebek.. gak liat orang yang berbicara dan terkesan tak peduli.


Mereka melakukan pelayanan kesehatan seperti biasa.


Kegiatannya berlangsung sampai sore. karena di sini jauh dari kota mereka makan apa saja yang di sediakan pihak donor dan semua sesuai paket tak bisa request menu. semua sama.


Saat istirahat, baik tenaga kesehatan maupun tentara istirahat di tempat yang sama..


Zian duduk membuka ponsel nya. apalagi jika bukan mencari hiburan dari ke narsisan adiknya yang sedang hamil. dan juga candaan candaan receh di grup keluarga.


Tapi telinga ed tanpa sadar mendengar sesuatu yang mengganggu hatinya.


"Dokter gia, mau ke mana?" tanya satu prajurit yang satu kloter dengan zian.


"Eh.. mau cari angin sebentar pak Rony" jawab gia kaku. dia hanya berusaha sopan tanpa menyinggung.


"Mari saya temani dok, saya juga ingin jalan jalan sebentar" ujar rony.


awal nya gia ingin menolak selain tak enak juga dia kurang nyaman. apalagi tatapan zian menusuk jantung nya saat ini. dia terdiam. tali tak sopan juga menolak di depan banyak orang.. sepertinya pak rony sengaja mengajak nya saat banyak orang. padahal banyak di antara mereka sudah tau bahwa dokter gia dan zian selalu bertengkar hal remeh di mana mana yang membuat mereka terlihat dekat.

__ADS_1


Gia menghela nafas..


"Ini fasilitas umum. silahkan pak" jawab gia akhirnya.


mata zian menatap tajam mereka berdua. sedangkan tangannya malah terkepal menahan kesal. kenapa juga dokter gia mengiyakan.


gia berjalan santai, rony mengikutinya. supaya tidak terlalu jauh gia sengaja berhenti dan duduk di bawah pohon.. setidaknya orang orang tak akan berprasangka buruk. termasuk zian.


Gia tau tau kenapa, dia tak mau zian salah paham. padahal mereka juga bukan siapa siapa.


Mata zian dari tadi menatap lekat ke arah gia. dia tak menyalahkan gia.. karna rony yang mengikutinya. tapi dia kesal. apa susahnya menolak.. pikirnya.


Gia sedikit risih karna rony terlalu bertanya hal hal yang terlalu pribadi... padahal mereka tak sedekat itu. gia mencari cari alasan supaya bisa kembali.


"Astagaa.. maaf pak rony, aku lupa aku harus menelfon orangtuaku" ujar gia pura pura panik


"Aku duluan ya pak" ucap gia berdiri tanpa mendengar jawaban rony.


Rony menatap kepergian dokter cantik itu. dia juga sebenarnya tau kalau rekannya, zian terlihat beda bersama gia. tapi dia juga sedikit tertarik kepada dokter itu.


Rony menghela nafas menatap ke depan. sepertinya gia sengaja menghindarinya.


Gia berjalan masuk, hendak bergabung dengan rekan tenaga medis yang lain.


Greb!!


zian entah dari mana ternyata berdiri tak jauh dari posko medis, dia menarik lengan gia. membawa ke sisi samping.


"astaga kaget. ada apa zian" tanya gia melepaskan cekalan tangan zian.


"Nanti ikut aku jam set. 7. penting" ucap zian membuat gia bengong.


"Ada apa? apa mia kenapa napa?? ada apa??" tanya gia panik


"Nanti malam" tegas zian berlalu. gia heran, ada apa pikirnya. tapi dia kembali masuk ke dalam posko.


**********


Malam harinya. zian dan gia keluar dengan mobil zian.


"Kandungan mia baik baik aja kan??" tanya gia berpikir mereka akan memeriksa mia karna tadi saat mereka izin, zian memberikan alasan keluarga sama seperti dulu mereka pergi.


Zian hanya diam.. dia membawa gia ke arah kota. tepatnya ke salah satu tempat makan tak jauh dari persimpangan ke desa.

__ADS_1


"Zian kita ngapain ke sini"


"Nyuci" jutek zian membuat gia tak tahan, dia langsung memukul lengan kekar zian kesal.


Zian menatap dokter cantik itu. dia membawanya duduk.


"Ayo makan"


Gia yang tak bisa menebak pikiran zian hanya menurut. dia butuh energi. dia ikut makan.. lumayan gratis.


"Kamu yang bayar ya" ujar gia langsung memesan. zian tersenyum tipis.


Mereka makan malam bersama. untuk pertama kalinya, biasanya jika di posko. zian hanya bisa menyulut emosi gia. kali ini mereka akur.


Setelah makan.


Zian sengaja mengambil kursi di belakang. sepi.


"Apa yang kalian bicarakan tadi dengan rony??" tanya zian langsung


Gia menatap heran. gia sedikit paham.. sepertinya enak kali mengerjai adik sahabatnya ini. kali kali dia yang bikin zian emosi hehe.


"Ada deh.. rahasia orang dewasa" ujar gia membuat zian kesal. seolah olah dia adalah anak anak. dia juga sudah dewasa. hanya karna beda dua tahun saja. cih.


"Aku serius.." tegas zian menatap tajam gia. gia tersenyum jahil mengangguk.


Zian melihat sekitar. dan.


"Zian.. a apa yang kammmphhht"


Zian meraih tengkuk gia dan mencium gia lebih dalam dari pada saat di mobil. dia menggerakkan bibirnya sedikit *******. gia masih bengong, tapi tak munafik dia malah nyaman. aneh sekali.


Huuh huhh....


nafas gia masih naik turun. dan tangan zian belum lepas dari tengkuk gia. kening mereka masih menyatu.


"Kamu menyukai dia??" tanya zian berbisik..


Gia sedikit meremang, sedekat ini. dan ciuman tadi.. bahkan hidung mereka saat ini bersentuhan..


gia menggeleng. zian tersenyum simpul.


BERSAMBUNG............

__ADS_1


__ADS_2