
Rey sedang sibuk sibuk nya di kantor. minggu lalu memang edward sudah bilang ke asisten kepercayaan nya untuk merekrut 2 asisten di bawah rey. karena dengan pertimbangan ke depan pasti akan semakin sibuk.
ed sangat percaya pada rey dalam hal train pegawai.
rey sangat tegas dan keras. nanti pasti hasilnya pasti akan memuaskan. pekerjaan rey tak pernah mengecewakan ed.
Rey masih memberikan pelatihan dan masih sangat sibuk.
ada banyak sepak terjang dan langkah yang harus di lalui seorang asisten di qq grup dan wiguna grup.
Jadi rey harus sangat teliti. sampai semua riwayat pun rey telusuri semua.
Karena kesibukan nya. rey tak perlu takut istrinya kesepian. karena sekarang mertua rey ada di jakarta. edo dan edi juga.
semua dengan mudah di urus oleh rey. sekolah edo dan edo lanjut di jakarta. tentu saja edo dan edi senang. di kota dengan banyak sekali hal yang tak pernah mereka lihat sebelumnya.
"Ren.." panggil ibu saat di rumah rey dan reni
"Iya bu??"
"Ibu boleh menanam sayur di belakang? ibu ndak biasa diam begini" ujar ibuk ingin punya kegiatan.
"Iya buk, boleh." jawab reni.
"Nak rey tidak pulang makan siang?" tanya bapak
"Enggak pak, mas rey pulang nya nanti sekalian. lagi sibuk, lagian dari sini ke kantor juga lumayan jaraknya" jawab reni.
hal yang tak pernah berubah sedari awal adalah, orangtua reni, selalu memperlakukan rey bak anak sendiri. rey begitu senang dapat perhatian dari mertuanya.
"Pak.. buk, ren istirahat dulu yaa" ujar reni beranjak menuju kamar. dia juga tidak ada kegiatan. bapak menonton. ibu di belakang. edo dan edi belum pulang.
Di kamar.
Reni ingin tidur. tapi dia malah merindukan suami nya.
"Kita telfon papa yaa" gumam reni memanggil video call
Berdering.
"Halo sayang??" sapa rey dengan wajah kusut di seberang
"Mas?? kamu sibuk ya? udah makan belum?? makan apa?" tanya reni beruntun
rey terkekeh..
"Satu satu dong sayang" kekeh rey menatap lembut layar ponsel nya.
"Iya masih banyak kerjaan sayang, mas baru aja makan.. tadi aku pesen dari kantin" jawab rey
"kalian udah makan sayang? bapak sama ibuk??" tanya rey balik
"udah mas. udah minum susu juga. bapak nonton, ibu mau menanam sayur katanya di taman belakang."
"Oiyaa? emang muat iren? bukan nya ada bunga di belakang?" tanya rey
"Udah di pindahin sama ibuk. di pinggirin.. katanya mending sayur"
"Yaudah, gak apa apa.. putri kita rewel gak sayang?" tanya rey lembut
"Endak.. dedek baik. nanti cepat pulang ya" balas reni tersenyum malu malu
__ADS_1
rey tak bisa menahan senyum nya. reni makin hari makin menggemaskan. entah kemana wajah judes nya yang dulu itu
"Kangen yaaa?" goda rey
Reni mengangguk.
"Cepat pulang mas, gausah bawa apa apa. nanti aku bantuin ibuk masak" balas reni
"Hati hati yaa, jangan capek capek. nanti aku pulang cepat sayang."
Karena rey hendak mematikan ponselnya.
"Jangan di matiin mas. aku mau tidur. temenin yaa" melas reni dengan wajah polos nya.
"Iya, tidur siang yaa mama sama dedek. papa kerja dulu" balas rey gemas. dia melihat istrinya mengambil posisi dan ponsel di letakkan di samping.
rey juga melanjutkan pekerjaan nya. sesekali dia lihat wajah polos dan mengantuk di layar hp nya.
Dia tersenyum. tak sabar ingin segera pulang.
***********
Week end di Bali.
Alex berangkat ke bali. dia mengunjungi sang istri. dia sudah membulatkan tekad akan jujur kepada sang istri.
Di apartemen.
gaby sangat bahagia menunggu suaminya.
Ceklek!
alex tersenyum menyambut istri kecil nya. dia peluk dan cium lembut.
"Haruum" puji alex menciumi rambut gaby.
"Aku tadi mandi abis masak. aku masakin sop iga buat kamu" sahut gaby manja memeluk lengan kekar suaminya.
"oiyaa? aku mandi dulu ya sayang"
"Ayoo" gaby membawa suami nya ke kamar mereka. gaby menyiapkan semua keperluan alex. senyum gaby dari tadi tak lepas dari wajah nya.
"Mbak di mana??" tanya alex belum melihat mbak yang membantu gaby di sini
"Lagi di dapur. bikin jus" jawab gaby
Alex mengangguk. dia segera menuju kamar mandi. sedang gaby menunggu suaminya di ranjang.
rasanya gaby tak sabar ingin segera program hamil. dia mengelus perutnya.
*******
Setelah makan. gaby menempel terus kepada alex.
Gaby selalu memancing suaminya. tapi alex sedikit menjauh. wajah gaby kebingungan.
"Emmh.. sayang, aku ngomong sesuatu dulu boleh?" alex dengan wajah serius
"Iya, mau ngomong apa?" tanya gaby santai
"Sayang, bagaimana perasaan mu? apa pernah sakit atau keram kalau datang bulan??" tanya alex
__ADS_1
"Aku baik. udah enggak keram lagi sih, aku juga udah cek ke dokter di sini katanya semua baik baik aja" jawab gaby masih dengan wajah santai
"sayang? kalau kita menunggu program hamil 3 bulan lagi gimana? kan tidak begitu lama kan?" bujuk alex hati hati
"Hah? kenapa?" tanya gaby
"I itu"
"Aku mau program hamil, ini udah lewat 3 bulan kok. kata dokter juga boleh asal extra hati hati" jawab gaby teguh dengan pendirian nya
"Iya emang boleh sayang, tapi rawan buat kamu dan calon bayi nanti. kita tunggu 3 bulan lagi ya sayang?" ujar alex berusaha nego
"Gak mau. aku mau kayak kak gia. tinggal aku yang belum hamil. aku mau hamil pokoknya" jawab gaby keras kepala.
"Tapi sayang, itu lumayan beresiko. apalagi usia kamu kan masih tergolong muda. takutnya nanti kamu mengalami pendarahan. itu bahaya sayang" jelas alex sabar
"Aku janji akan hati hati, aku gak apa apa deh cuti. aku juga udah banyak cerita sama kak key.. kak key juga kandungan nya dulu kata nya lemah. aku yakin aku bisa" kekeuh gaby masih tak mau goyah
alex hampir frustasi. bagaimana cara nya ya.
"Sayang" alex masih ingin membujuk
Cup
gaby langsung duduk di pangkuan alex. dia tidak mau menunda lagi. dia bahkan rela skip kuliah nya sekarang.. asal dia di izinkan hamil. dia sangat ingin hamil.
Gaby dengan pintar tau di mana titik titik lemah alex. dia berusaha supaya malam ini mereka harus bisa make uot.
Alex tentu terbawa.. dia juga sangat merindukan gaby. dan gaby malam ini sangat agresif. dia terbawa dan terbang melayang bersama gaby.
dia melanjutkan pertempuran. alex memuaskan gaby lebih dulu.
dan...
"Sayang?" panggil gaby lirih.
Karena alex mengeluarkan pedang nya sebelum benih nya keluar.
"aaahh.. gaby, sayang.." erang alex mengeluarkan di luar.
Cup
"Sayang, aku masih takut mengeluarkan nya di dalam sekarang. kita tunggu yaa sayang?" mohon alex memeluk gaby.
gaby diam.
"Sayang, aku juga sangat ingin punya anak sama kamu. tapi aku sangat mencintai mu aku gak mau kamu kenapa napa" ujar alex
Gaby sedikit luluh.
masih banyak waktu. pikir gaby. semoga ke depan nya dia di izinkan. dan alex mau.
"Aku kuat.. aku boleh hamil yaa" jawab gaby sedikit melunakkan hati nya.
"Iya boleh sayang. tapi sabar ya" jawab alex lembut.
"Iya tapi jangan 3 bulan. 3 bulan itu lama. yaaa? sayang??" mohon gaby
alex hanya mengangguk. dia akan bicarakan lain waktu dengan gaby.
BERSAMBUNG............
__ADS_1