Hidden Rich Man

Hidden Rich Man
Part 105


__ADS_3

Deavenny mengedikkan bahunya. “Aku tak peduli. Kalian mau mengoceh panjang lebar pun aku tetap akan mengejar cinta sepupuku sendiri,” ujarnya dengan wajah berbinar dan penuh keyakinan.


Danesh, Dariush, Delavar, Gerald, dan Geraldine menepuk jidatnya bersamaan. “Terserah,” ujar mereka sudah lelah memberitahu si bungsu yang keras kepala.


“Kalian bagaimana bisa ke sini? Memangnya tak dimarahi oleh Mommy dan Daddy?” tanya Danesh.


“Mommy dan Daddy kalian itu sedang puber kedua, mereka sekarang keliling dunia untuk honeymoon untuk kedua kalinya.” Gerald menyelonong menjawab pertanyaan Danesh. Tak lupa ia pun tertawa mengingat tingkah uncle dan auntynya.


“Heh! Kau pikir Mommy dan Daddyku pergi berdua saja? Mom Gabby dan Daddy George juga ikut dengan mereka. Kalian seperti tak tahu saja jika mereka berempat itu tak pernah terpisahkan. Persahabatan mereka saja sudah dari muda,” timpal Delavar yang tak terima orang tuanya di ejek.


Saat mereka sedang berdebat masalah orang tua mereka yang puber kedua, tiba-tiba saja ada seorang wanita dengan pakaian kerja turun dari mobil BMW berwarna hitam. Wanita itu langsung melenggang ke meja di mana sang suami tengah duduk di sana.


“Ada tamu?” tanya Felly ramah. Ia berdiri di samping suaminya.

__ADS_1


Semuanya terdiam. Mata mereka menelisik dari atas sampai bawah penampilan wanita itu. “Siapa?” tanya mereka bersamaan dengan alis sebelah yang terangkat.


Danesh berdiri dan mempersilahkan istrinya untuk duduk. Ia meletakkan tangannya di pundak Felly seraya memberikan elusan lembut. “Istriku.” Danesh memperkenalkan Felly pada saudaranya.


“Dan mereka semua keluargaku.” Danesh beralih memperkenalkan kelima orang berwajah bule yang duduk di sana.


Dariush, Delavar, Deavenny, Gerald, dan Geraldine tak mengedipkan matanya sedari tadi. Mereka seolah kehilangan jiwa setelah mendengar informasi yang mengejutkan.


Felly mengangguk. “Iya. Senang berkenalan dengan kalian. Namaku Felly.” Ia berucap dengan ramah.


Bukannya balik memperkenalkan diri, kelima anggota keluarga Danesh itu justru bergeleng kepala seraya tangannya menepuk jidat mereka.


“Benar-benar gila,” gumam mereka.

__ADS_1


Felly tak paham dengan keluarga suaminya itu. Ia terus saja mengulas senyuman manisnya.


Ini sungguh masalah serius, tidak bisa dibiarkan, pikir mereka. Dan, Dariush menatap kakaknya dengan memberikan kode menggunakan kepalanya yang ia gerak-gerakkan menuju arah pintu masuk agar mengajak Felly masuk ke dalam. “Penting,” ujarnya tanpa mengeluarkan suara. Ia hanya menggerakkan bibirnya saja.


Danesh yang paham pun membisikkan sesuatu pada Felly.


Membuat wanita yang belum ada lima menit duduk itu berdiri lagi. “Aku masuk dulu,” pamitnya. Tanpa menunggu persetujuan yang lain, dia melangkahkan kakinya ke dalam bangunan ruko yang tak terlalu besar itu.


“Kau sudah gila? Kau menikah tak memberitahukan pada keluargamu?” omel Dariush dengan nada tegasnya. “Jika Mommy dan Daddy tahu, bisa-bisa mereka jantungan melihat kelakuanmu ini. Aku tak mau jika kau terlalu lama mendapatkan hukuman. Aku sudah pusing mengurus cabang, masih ditambah mengurusi perusahaan pusat. Aku tak mau tahu! Pokoknya kau harus segera kembali mengurus perusahaan pusat yang membuatku nyut-nyutan setiap hari,” imbuhnya. Dariush justru risau jika dirinya harus mengurusi pekerjaan yang seharusnya milik Danesh itu.


“Kau itu, bagaimana bisa menikah dengan wanita baru? Lalu, masalah Violet bagaimana? Bagaimana jika dia hamil anakmu akibat kelakuanmu dulu?” tambah Deavenny yang ikut kasian dengan nasib wanita yang masih ia cari keberadaannya.


Keterbukaan anatara mereka membuat semuanya tahu bagaimana sifat dan perilaku baik dan buruk satu sama lainnya.

__ADS_1


__ADS_2