
Dua bulan berlalu, selama kurun waktu itu hubungan Felly dan Danesh biasa saja. Danesh tetap memperlakukan Felly dengan manis, lembut, dan selayaknya orang yang penting di dalam hidupnya.
Tapi kenyataannya, hingga saat ini belum ada rasa cinta yang timbul di hati Danesh untuk istrinya itu, padahal Felly juga lembut dan penuh perhatian pada Danesh.
Masalah hati memang tak bisa dipaksakan. Violet tetap nomor satu. Danesh juga masih menunggu mantan kekasihnya itu, berharap akan ada keajaiban yang datang untuknya meskipun dirinya tak melakukan pencarian apa pun.
Namun sebelum mendapatkan hukuman dari orang tuanya dan dikirim ke Indonesia, ia sudah menitipkan pesan pada ketiga saudara kembarnya untuk membantunya mencari informasi tentang Violet.
Saat ini ia belum bisa memantau perkembangan pencarian yang dilakukan oleh ketiga saudaranya itu. Pasalnya, ia baru memiliki ponsel setelah mendapatkan uang dari meniduri Felly tiga bulan yang lalu.
Danesh tak dapat menghubungi keluarganya karena ia tak mengingat nomornya. Kini ia hanya bisa bersabar hingga ada kesempatan untuk bertemu dengan Dariush, Delavar, dan Deavenny. Saudara kembarnya.
Berbeda dengan Felly, wanita itu justru semakin besar rasa cintanya. Takut berpisah dan kehilangan Danesh pun kini ia rasakan. Setiap hari ia mencoba untuk membuat Danesh membuka hati untuknya. Mungkin akan ada kesempatan baginya dan Danesh bersama selamanya.
Usia kandungan Felly diperkirakan sudah tiga bulan. Hari ini ia berencana untuk mengecek kandungannya. Sebelum berangkat kerja, ia ingin menanyakan pada suaminya akan ikut dengannya ke dokter kandungan atau tidak.
“Danesh,” panggil Felly pada suaminya yang saat ini sedang menyiram tanaman di taman depan rumah utamanya.
“Ya?” Danesh tetap meneruskan aktivitasnya, namun posisinya berpindah agar melihat istrinya.
__ADS_1
“Hari ini aku ingin ke dokter kandungan untuk mengecek kondisi anak kita. Apa kau mau ikut?” tanyanya.
Danesh menutup kran air setelah ia menyelesaikan aktivitasnya. Ia menghampiri Felly. “Kapan?” tanyanya.
“Sore ini, aku sudah membuat janji dengan dokter kandungan di rumah sakit excelent, setelah aku selesai bekerja. Hari ini jadwalku padat dan penting semua, jadi bisanya sore,” jelasnya.
Danesh mengangguk. “Aku akan menemanimu. Nanti aku menyusulmu ke kantor atau langsung ke rumah sakit.”
“Jangan, nanti aku akan pulang dulu untuk menjemputmu. Kita datang ke rumah sakit bersama,” timpal Felly.
“Terserah kau saja bagaimana enaknya.”
Danesh berjongkok di hadapan Felly hingga wajahnya sejajar dengan perut istrinya yang sedikit membuncit. Ia mengelus perut itu. “Anak Daddy jangan nakal diperut Mommy, ya? Jangan menyusahkan Mommy. Yang kuat diajak bekerja oleh Mommy. Maafkan Daddy yang tak bisa meringankan beban kerja Mommymu. Seandainya bisa dan diizinkan untuk membantu Mommymu bekerja, pasti Daddy sudah lakukan,” ujarnya seolah sedang berbicara dengan anaknya.
Kepala Danesh perlahan semakin mendekat ke perut istrinya. Ia mencium perut Felly namun yang ada dibayangannya, Danesh sedang mencium anaknya.
Felly tersenyum bahagia, tangannya ia gerakkan untuk menyentuh kepala suaminya. Ia mengelus lembut rambut suaminya.
Tuhan, aku ingin selalu seperti ini terus bersama Danesh. Engkau yang maha membolak-balikkan hati hambanya, ku mohon buatlah dia juga mencintaiku. Felly berdoa dalam hatinya.
__ADS_1
Felly berhenti mengelus rambut Danesh saat pria itu mulai berdiri.
Danesh balik mengelus kepala Felly. “Jangan terlalu memforsir tenagamu dalam bekerja, aku takut terjadi sesuatu hal yang buruk dengan kandunganmu,” pintanya.
Felly tak bisa membiarkan ini, ia harus segera berangkat. Kondisi jantungnya sepertinya tak baik. “Aku pergi sekarang.” Ia langsung berjalan meninggalkan Danesh begitu saja dan masuk ke dalam mobilnya.
Di dalam mobil, Felly memegang dadanya yang berdebar hebat. “Bagaimana aku tak jatuh cinta dengannya? Dia memperlakukanku seperti itu setiap harinya,” gumamnya.
...........
Jangan lupa:
1. Like
2. Komen
3. Hadiah
4. Follow akunku
__ADS_1
5. Follow instagram aku: heynukha