
Felly justru mencubit perut suaminya kecil, namun bibirnya tetap saja maju ke depan hingga keduanya melakukan perang lidah sekilas di depan kantor. “Sudah. Jangan minta aneh-aneh. Ini di depan kantor,” omelnya.
Danesh mengulas senyum dan mengerlingkan sebelah matanya. “Yang aneh-aneh, di apartemen saja.” Pikiran mesumnya mulai menguasai dirinya.
“Ayo naik, Tuan Putriku,” ajak Danesh dengan tangannya yang menengadah ke atas untuk tempat istrinya berpegangan.
Felly meraih tangan suaminya dan naik ke atas motor harleydavidson berwarna orange itu. Tangannya langsung melingkar di perut suaminya. “Let’s go ... suami buleku,” serunya tak sabar membelah jalanan.
Danesh memakai helmnya kembali. Ia sedikit menengok ke belakang. “Siap?” Tuas gas itu mulai ditarik untuk menjalankan kedua roda motornya setelah Felly mengangguk sebagai jawaban.
Polusi udara di jalanan dan kemacetan yang tiada akhir mereka jumpai itu tak membuat sepasang suami istri itu lelah ataupun bosan. Sebab, sepanjang perjalanan keduanya saling bertukar cerita kegiatan yang mereka lakukan hari ini.
__ADS_1
Tangan Danesh mengelus tangan istrinya dengan lembut dan penuh cinta. Bibirnya mengulas senyuman yang begitu tulus saat ia memeriksa kondisi istrinya dan memastikan duduk Felly masih nyaman dengan sedikit memutar tubuhnya agar bisa melihat wanita pujaan hatinya.
Danesh kembali menatap ke depan dan semakin mengeratkan tangan istrinya di tubuhnya. Tak ada hentinya pria bule itu mengelus permukaan kulit tangan Felly.
“Ternyata, melupakan seseorang dari masa lalu itu sangat mudah. Aku hanya perlu merelakannya pergi dan mencoba menerima kenyataan, bahwa suatu saat nanti Tuhan akan memberikanku penggantinya. Dirinya yang tadinya aku pikir terbaik, ternyata ada lagi yang lebih baik. Perpisahan bukan sebuah akhir, itu adalah awal aku memulai sesuatu yang lebih indah lagi,” gumam Danesh lirih. Saat ini ia sangat menerima takdirnya yang memang berlabuh pada Felly—istrinya.
...........
Daddy Davis sungguh mengenalkan istrinya dengan Miyabi Ozawa, tentu saja yang direpotkan untuk mengurus pertemuan itu adalah sahabat satu-satunya—George.
Selepas bertemu dengan artis film yang ah ... mantap itu, Davis mengajak Diora mempraktekkannya. Kegiatan penjinakan anaconda milik Daddy Davis tak pernah absen setiap harinya. Dari mereka awal menikah hingga sudah dua puluh enam tahun usia pernikahan pun masih saja mesra. Antara mesra dan mesum memang beda tipis jika itu tentang Daddy Davis.
__ADS_1
Suara bel di hotel presiden suite yang mereka sewa menghentikan aktivitas keduanya. Lagi pula, memang sudah selesai.
Davis memakai celana boxernya. “Tunggu di sini, aku akan melihat siapa yang datang,” izinnya. Ia mendaratkan kecupan di kening Diora. Membiarkan istrinya tetap polos.
Kaki panjang penuh otot dan bulu-bulu kasar itu mulai terayun mendekati pintu luar. Ternyata orangnya yang ia berikan perintah untuk memantau anaknya Danesh.
“Masuk.” Danesh membuka lebar pintu kayu itu dan duduk terlebih dahulu di sofa yang nyaman. “Jangan lupa, tutup lagi pintunya,” perintahnya saat Louis hendak masuk ke dalam.
Louis menuruti perintah bosnya. Ia masih berdiri karena belum dipersilahkan.
“Duduklah.”
__ADS_1
Akhirnya, pria bertubuh jangkung itu bisa menghempaskan pantatnya yang mendambakan keempukan sofa.