Hidden Rich Man

Hidden Rich Man
Part 75


__ADS_3

Tuan Besar Rey langsung meluncur ke rumah sakit saat mendapatkan kabar tentang putrinya—Fenny, mengalami insiden di proyek. Ia langsung menjenguk putrinya yang sudah di pindahkan ke ruang VVIP. Dan Stefany sudah kembali ke kantor untuk mengurus pekerjaan yang terbengkalai, ditambah ia menghindari Tuan Besar Rey.


“Bagaimana bisa kau terpeleset?” tanya Papa Rey dengan wajah khawatirnya. Meskipun ia sedikit tempramen, namun namanya orang tua tetap saja panik jika mendengar putrinya masuk rumah sakit dan sampai keguguran.


“Salahku, Pa. Aku tak melihat kondisi di proyek dengan seksama,” jawab Felly dengan wajahnya yang menyesal. Andai saja dirinya lebih hati-hati saat berjalan, pasti ia tak akan kehilangan anaknya. Namun semuanya tinggal penyesalan. “Aku tak bisa bekerja menggantikan Felly dengan kondisiku saat ini, Pa. Papa minta tolong saja pada Felly untuk kembali bekerja mengurus perusahaan,” imbuhnya.


Papa Rey memijat pelipisnya yang berdenyut. Gengsinya dan harga dirinya terlalu tinggi. Ia tak boleh kalah dengan anaknya sendiri. Ia ingin Felly menyesali keputusan memilih pergi bersama Danesh—pria yang tak memiliki apa pun. “Untuk apa aku menyuruhnya kembali, tak lama lagi juga dirinya pasti kembali karena tak kuat hidup susah,” ujarnya yakin.


“Ya sudah. Kau istirahat saja, pulihkan kondisimu. Aku akan mengurus perusahaan sendiri,” imbuh Papa Rey berpamitan.


Papa Rey mengayunkan kakinya keluar dan tepat berpapasan dengan Erland yang baru saja selesai mengangkat telpon.


“Titip putriku, jaga baik-baik dia,” titah Papa Rey. Tak lupa ia menepuk pundak Erland.

__ADS_1


Erland tak mengeluarkan suaranya. Ia hanya mengangguk mengiyakan.


...........


Karyawan Excelent Group langsung berbondong-bondong berlari menuju meja kerjanya masing-masing saat mereka melihat Tuan Besar pemiliki perusahaan tempat mereka bekerja datang. Ini adalah hal langka dan menakutkan untuk mereka semua. Sebab Tuan Besar Rey sangat menginginkan segala sesuatunya sempurna. Termasuk karyawannya juga harus bekerja dengan sempurna.


Tuan Besar Rey langsung memasuki ruangannya. Ruangan yang berbeda dari milik Felly. “Panggilkan Stefany, sekretaris anakku ke sini,” titahnya pada Joel—sekretaris pribadinya.


“Baik, Tuan.” Joel keluar dari ruangan dan memanggil Stefany.


Wajah Stefany sudah sangat pucat dan keringat dingin pun keluar dari telapak tangannya, sebab raut Tuan Besarnya itu sangat menakutkan dan terlihat marah. Ini bukan yang pertama kalinya dia menghadapi Tuan Besar. Jika terakhir kali ia mendapatkan uang tutup mulut karena mengetahui aib keluarga Wilson, kali ini ia merasakan akan mendapatkan masalah besar.


“Joel, kau keluarlah,” usir Tuan Besar Rey mengibaskan tangannya.

__ADS_1


Joel menurut dan keluar.


Tuan Besar Rey menatap tajam Stefany. Ia mengetukkan jemarinya di meja. “Bagaimana caramu bekerja? Kenapa bisa terjadi hal seperti itu pada putriku? Kau tidak becus ternyata,” omelnya.


“Maaf, Tuan.” Hanya itu yang bisa diucapkan oleh Stefany, ia menundukkan kepalanya. Ini bukan saatnya ia mengeluarkan sanggahan. Sebab, mau dijawab apa pun, dirinya tetap akan dianggap salah.


“Agenda apa saja yang harus dilakukan oleh putriku dan belum dilaksanakan?” tanya Tuan Besar Rey.


“Menghadiri penandatanganan kontrak kerja sama dengan perusahaan di Jepang, Tuan,” jawab Stefany.


“Oke, aku yang akan berangkat menggantikannya. Dan mulai hari ini, kau aku pecat. Karena kedua putriku tak ada yang bekerja, sehingga kau tak dibutuhkan di sini,” ujar Tuan Besar Rey tanpa belas kasihan.


Stefany mencoba memberanikan diri untuk mendongakkan kepalanya menatap Tuan Besar Rey. “Tapi, Tuan. Aku tidak bersalah, dan perusahaan di Jepang itu menginginkan salah satu putri Tuan yang datang. Mereka ingin berhubungan langsung dengan penerus perusahaan,” jelasnya.

__ADS_1


Tuan Besar Rey tersenyum sinis. “Itu urusanku, bukan urusanmu. Mulai sekarang, kemasi barang-barangmu dan keluar dari perusahaanku! Pesangonmu akan aku transfer langsung ke rekeningmu,” balasnya. “Pergilah.” Ia mengibaskan tangannya mengusir.


__ADS_2