Hidden Rich Man

Hidden Rich Man
Part 131


__ADS_3

Danesh turun dari tempat tidur pasien. Ia berjalan dan berganti duduk di kursi. Berhadapan dengan wajah istrinya. Ia menatap sejenak wajah yang tadinya terlihat bahagia jika tengah bersamanya, kini sedang berubah menjadi sangat kacau. Kantung mata yang terlihat sedikit sembab, bibir yang terus dipaksakan untuk terbungkam, dan suara isakan yang ditahan agar tak keluar.


Danesh mengelus tangan Felly lembut. Ia mengecup kulit mulus itu. “Maaf,” lirihnya. Setetes air mata jatuh tepat di punggung tangan istrinya.


Pria bule itu menghirup oksigen, dan mengeluarkan karbon dioksida. Tangannya terus mengelus kulit mulus Felly seraya menceritakan tentang dirinya. Sudah saatnya istrinya tahu, ia tak akan bisa menyembunyikan lagi masa lalu kelamnya.


“Aku adalah salah satu anak dari pemilik perusahaan Triple D Corp di Finlandia. Kau tahu, kan, perusahaan apa itu?”


“Aku bisa sampai ke Indonesia dan menjadi seorang pelayan karena aku melakukan sebuah kesalahan hingga dihukum oleh orang tuaku.”

__ADS_1


“Kau pasti sudah tahu kisahku dengan Violet dari cerita mantanku itu padamu. Kau tahu aku menyetubuhinya saat dia meninggalkanku. Dan tanpa aku tahu, ternyata dia juga hamil.”


“Saat itu aku mencoba mempertahankannya, tapi dia tetap pergi. Aku hancur dan menggila. Aku bermain banyak wanita hingga aku ketahuan oleh orang tuaku dan dihukum diasingkan ke negara orang tanpa uang sepeser pun dan tanpa identitas keluargaku.”


“Sampai akhirnya aku bertemu denganmu yang bisa merubah kegelapanku menjadi terang kembali.”


Tangan Danesh beralih mengelus pipi Felly. “Istriku, Violet adalah masa laluku. Kau tahu itu. Aku pernah mengatakannya padamu. Namun kini semuanya berubah setelah kau hadir dalam hidupku. Ketulusanmu, kesabaranmu, dan kerendahan hatimu sungguh membuatku jatuh cinta padamu. Perlahan aku mulai melupakan luka yang diberikan oleh mantan kekasihku.”


“Setelah kau mengetahui masa kelamku, semoga hatimu tak akan goyah. Semoga kau tetap bisa menerimaku yang tak sempurna dan banyak memiliki kesalahan.”

__ADS_1


“Istriku, sayangku, cintaku.” Danesh mengecup bibir istrinya sekilas. Ia merasakan sakit di hatinya karena sedari tadi diabaikan, namun ia terus mencoba menjelaskan isi hatinya pada istrinya.


“Aku mencintaimu, semoga hadirnya Violet tak merubah rasa cintamu padaku. Sebab, aku tak akan pernah merubah perasaanku padamu. Violet adalah masa laluku, dan kau adalah masa depanku.” Danesh kembali mencium bibir Felly. Ia mencoba ingin menerobos masuk ke dalam rongga mulut istrinya, namun sungguh sulit sekali. Akhirnya, ia pun mengalah dan duduk kembali.


Felly menitikan air matanya setelah mendengar seluruh harapan suaminya. Bahkan sangat deras hingga ia sesegukan yang sedari tadi ditahan pun sudah menggema di dalam ruangan itu.


Hati Felly terasa sakit, jika ia meninggalkan Danesh seperti Violet meninggalkan suaminya disaat sayang-sayangnya, ia takut menancapkan luka baru pada hati Danesh yang baru saja ia sembuhkan. Namun jika ia terus bertahan dengan suaminya, ia takut melukai Violet—teman barunya yang sewaktu-waktu bisa dipanggil oleh Tuhan dan belum sempat merasakan kebahagiaan bersama orang yang dicintai disaat terakhir.


Namun Felly sungguh bingung saat ini, ia sedang tak bisa berpikir jernih. Ia takut mengambil keputusan yang salah dan tak adil. Lebih baik ia diam dan mengambil keputusan saat sudah merasa tenang.

__ADS_1


__ADS_2