
Diora nampak berpikir sejenak dengan mengalihkan pandangannya melihat kaki-kakinya, lalu ia kembali mengisi kornea matanya dengan pahatan yang indah ciptaan Tuhan itu. “Aku tak mungkin menyudahi hukumannya, dia baru empat bulan menjalaninya, masih tersisa delapan bulan lagi. Jika kita tak tegas dengannya, aku takut dia tak akan belajar dari kesalahan dan terus mempermainkan wanita.” Ia berhenti sejenak.
Lalu ia melanjutkan lagi ucapannya. “Jangan mengutus orang ke sana. Aku takut jika mengetahui kondisinya yang kesulitan, jiwa seorang mommyku keluar. Aku ingin tegas dengan anak-anakku.”
Davis menggelengkan kepalanya tak paham lagi dengan istrinya itu. Khawatir tapi tetap teguh dengan hukumannya.
Tapi sepertinya aku akan tetap ingin mengutus orangku untuk mencari tahu bagaimana kondisi Danesh. Firasatku seolah buruk dengan anakku satu itu. Tekad Davis dalam hati. Meskipun istrinya tak memberikan izin karena memiliki hati yang terlalu lembut dan mudah tersentuh jika melihat atau mendengar hal yang membuat dirinya sedih, namun ia tetap akan melakukan tanpa sepengetahuan Diora.
“Kau mau apa di hari ulang tahunmu yang ke empat puluh enam tahun?” tanya Davis ingin mengalihkan pembicaraan agar istrinya tak terlihat bersedih lagi.
Diora meletakkan telunjuknya di pipi seolah tengah berpikir. “Aku tak ingin apa pun. Hanya ingin hidup bahagia bersama keluargaku,” jawabnya. Kepalanya ia sandarkan di pundak suaminya dan tangannya ia lingkarkan di lengan yang masih saja kekar diusia yang terbilang tua.
Davis meletakkan tangannya di atas kepala istrinya dan mengelusnya dengan penuh cinta. Kepalanya ia dekatkan ke sana untuk mengecup puncaknya. “Kalau itu sudah pasti akan aku berikan untuk keluargaku yang aku cintai.”
Keduanya saling berpelukan menyalurkan kasih sayang satu sama lain. “I love you, My Wife.” Davis mencium puncak kepala istrinya lagi dengan waktu yang cukup lama. Ia sangat bersyukur dipertemukan oleh wanita yang bisa membuat hidupnya penuh warna dan kebahagiaan yang tak terhingga lagi. “Aku tetap akan membuat pesta untuk ulang tahunmu, agar kau tak terlalu mengkhawatirkan Danesh terus,” imbuhnya setelah melepaskan kecupannya.
__ADS_1
Diora sedikit mengendurkan pelukannya. Ia menatap suaminya dengan mata yang berkaca-kaca. “I love you more, My Love.”
Davis mulai mendekatkan bibirnya pada benda kenyal yang tipis dan berwarna pink itu. Keduanya saling beradu lidah dengan cinta kasih.
Davis melepaskan pagutannya. Ia langsung berdiri dan menggendong istrinya ala bridal style.
“Kau mau membawaku ke mana lagi?” tanya Diora dengan melingkarkan tangannya di leher suaminya.
“Ke kamar, mengajakmu bermain yang nikmat-nikmat.” Senyum mesum menghiasi wajah tampan dengan sedikit kerutan itu.
Lagi-lagi Davis mendapatkan cubitan kecil di lengan. “Masih pagi kau sudah mengajakku bermain gulat saja,” protesnya.
Kaki Davis mulai menaiki anak tangga dengan hentakannya yang mantap. Ia tak sabar ingin menelanjangi istrinya.
Perlahan Davis merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang. Ia mulai membuka satu persatu kain yang menutupi Diora.
__ADS_1
Diora memegang tangan suaminya. “Film apa lagi yang ingin kau tirukan adegannya?” tanyanya. Suaminya itu selalu saja ingin mencoba hal aneh dari film yang pernah dia tonton.
Davis menggunakan tangan satunya untuk melucuti Diora. Senyum mesum kembali ia berikan untuk istrinya. “Kita buat film khusus kita sendiri,” cetusnya.
Pletak!
Diora menyentil kening suaminya. “Maksudmu, kau ingin merekam adegan panas kita?” tanyanya dengan mata berapi-api.
Davis mengangguk tanpa ragu. “Sebagai kenang-kenangan.”
Diora mendorong tubuh suaminya agar menjauh darinya. “Gila ... tak mau aku. Permintaanmu selalu saja aneh-aneh dan berakhir membuat tubuhku remuk seperti saat kau mengajakku menirukan adegan titanic yang bermain di dalam kereta kencana,” tolaknya.
Davis tak gentar, ia kembali mendekati istrinya. “Ya sudah, aku tak akan merekamnya dan tak akan menirukan adegan di film. Kita bermain normal saja.”
Daripada anacondanya tak masuk ke dalam sarangnya. Lebih baik ia tak melakukan hal aneh agar ularnya bisa menyemburkan bisa dengan tenang dan damai.
__ADS_1
...........
...Oke, sampai di sini saja adegannya. Cukup suam-suam kuku daripada kalian otaknya travelling kemana-mana....