
Felly mengulurkan tangannya yang memegang tisu untuk menyentuh wajah Violet. Ia mengeringkan air mata yang membasahi wajah cantik wanita Eropa itu. “Kau pasti akan merasakan kebahagiaan sama seperti aku. Kau percaya padaku, kan?”
Violet menghiasi wajah pucatnya dengan senyuman samar sebagai jawaban ia percaya dengan Felly.
Danesh yang melihat interaksi antara istri dan mantan kekasihnya yang sangat dekat pun bergumam di dalam hatinya. Mengapa istriku sangat baik? Dia tahu jika wanita yang tengah bersamanya adalah mantan kekasihku, namun dia tak pernah membenci Violet. Dia justru menunjukkan kepeduliannya kepada mantan kekasihku. Terima kasih Tuhan, Engkau sudah mengirimkan padaku wanita yang tepat sebagai pendamping hidupku. Jaga terus keharmonisan rumah tanggaku. Bibirnya tersenyum bangga memiliki Felly dalam kehidupannya.
...........
Felly dan Danesh kembali ke ruang VVIP yang semalam digunakan untuk keduanya tidur. Mereka meninggalkan Violet yang tengah tidur pulas ditemani oleh Tuan dan Nyonya Dwarts.
Wanita cantik dengan pakaian tidur yang dibelikan oleh adik iparnya itu tengah berdiri menatap langit gelap dari balik kaca jendela.
__ADS_1
Danesh memeluk tubuh istrinya dari belakang setelah mandi membersihkan tubuhnya. “Ada yang kau pikirkan?” tanyanya lembut. Ia meletakkan dagunya di pundak Felly, tangannya mengelus perut istrinya seperti biasa.
Felly menengok ke kanan melihat wajah suaminya. Dan langsung mendapatkan kecupan dari sang suami tepat di bibirnya.
Tangan Felly terangkat untuk mengusap rahang tegas Danesh. Ia tak menjawab pertanyaan suaminya, justru menawarkan hal lain. “Mau menjenguk anak-anak?”
Danesh sangat lega, ternyata istrinya tak marah atau berniat berpisah darinya setelah mengetahui seluruh kisah masa lalunya. Ia membalikkan tubuh Felly, melingkarkan kedua tangannya di pinggang istrinya, dan mengikis jarak antara keduanya. “Boleh, aku juga merindukan anak-anak.”
Felly menghiasi wajahnya dengan senyuman. Tangannya ia kalungkan pada leher Danesh. Menikmati pagutan lidah penuh gairah.
Ranjang pasien itu menjadi tempat keduanya mendaki ke atas nirwana. Sesekali Felly meneteskan air mata, namun buru-buru ia menghapusnya sebelum suaminya menyadari.
__ADS_1
Tubuh Danesh terkulai lemas setelah menyelesaikan aksi jantannya. Ia merebahkan tubuh di samping Felly dan memeluk tubuh istrinya. Tak lupa kecupan penuh cinta ia berikan di punggung yang basah dengan peluh kenikmatan itu. “Aku mencintaimu,” ujarnya sebelum akhirnya ia tertidur.
“Maafkan aku,” gumam Felly lirih setelah merasakan suaminya terbang ke alam mimpi di belakangnya. Setetes bulir kristal keluar dari sudut matanya. Ia menumpuk tangannya di atas tangan Danesh dan memberikan usapan sangat lembut.
Jemari Felly mulai ia satukan dengan milik Danesh. Perlahan ia menarik tangan kekar itu ke atas dan mengecupnya. “Aku mencintaimu, tapi Violet lebih membutuhkanmu.”
Felly memposisikan tangan kekar itu kembali melingkar ke perutnya. Ia meraih ponselnya yang ada di atas nakas samping ranjang pasien. Jemari lentiknya mulai mengetikkan nama Stefany dan mengirimkan pesan pada sekretarisnya untuk memesankan tiket pesawat Jepang-Indonesia.
Wanita itu ikut tidur setelah mendapatkan balasan dari Stefany yang mengirimkan sebuah tiket penerbangan untuk besok. Ia sudah mengambil keputusan yang menurutnya terbaik dan adil untuk saat ini. Ia sudah merasakan kebahagiaan dari suaminya selama mereka menikah, kini saatnya ia berbagi kebahagiaan dengan Violet.
Pagi hari pun tiba, Danesh membuka matanya dan mendapati istrinya sudah tak ada di sampingnya lagi.
__ADS_1
...........
...Ngopi di taman bunga lah yok, daripada digantuin terus sama authornya sampe warnanya udah pada pudar wkwkwk....