Hidden Rich Man

Hidden Rich Man
Part 78


__ADS_3

Papa Rey mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras, dan matanya mendelik menatap punggung Danesh yang kian menjauh.


“Kau lihat, pria kurang ajar seperti itu kau nikahi. Aku sudah meminta maaf dengannya tapi begitu angkuhnya dia tak mau memaafkanku,” ujar Papa Rey pada Felly, ia tak mengalihkan pandangannya dan terus memelototi Danesh.


Namun Danesh sungguh tak peduli dan memilih bekerja kembali daripada meladeni mertuanya itu. Toh dirinya dan istrinya sudah resmi diusir dari rumah besar keluarga Wilson. Dia juga hidup berdua dengan istrinya, sehingga dua puluh empat jam ia bisa memantau Felly. Jika mertuanya itu macam-macam dan akan menggugurkan bayi dalam kandungan Felly, dia bisa langsung mengamankan istrinya.


“Karena Papa sudah sangat keterlaluan dengannya, bahkan berniat membunuhnya. Wajar saja jika suamiku sulit untuk memaafkan Papa.” Felly membela suaminya.


“Ck!” Papa Rey berdecak. “Benar-benar memberikan pengaruh buruk dengan anakku, bahkan Felly tak membelaku,” gumamnya lirih.

__ADS_1


“Papa bicara denganku?” tutur Felly yang tak mendengar jelas Suara Papanya.


“Hm ... jadi bagimana masalah perusahaan? Kau mau kembali mengurusnya atau tidak? Aku hanya kasian dengan kehidupanmu saat ini jika kau hanya bergantung dengan penghasilan coffee shop kecil ini.” Papa Rey kembali duduk dengan wajah yang masih angkuh. Ia tetap tak ingin mengakui jika dirinya kalah dari anaknya.


Felly ikut duduk di kursinya semula. “Semua tergantung keputusan suamiku. Aku harus meminta izinnya terlebih dahulu,” jelasnya.


Papa Rey menatap tak suka pada putrinya. “Kenapa harus menunggu dia mengizinkanmu? Kau kan memang penerus Excelent Group, jadi wajar saja jika kau bekerja lagi di sana,” sergahnya.


Felly tak langsung mengeluarkan suaranya. Ia menunggu suaminya selesai melayani pelanggan yang sedang memesan. Setelah dirasa suaminya senggang, ia baru mendekati Danesh.

__ADS_1


“Danesh ...,” panggil Felly.


Membuat Danesh memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan istrinya. “Ya, Sayang?” Tanpa sadar, pria itu mengucapkan kata yang mampu membuat tubuh Felly menegang dan jantung wanita itu menjadi berdisko akibat gemuruh dan senang.


Suara berat Danesh namun sangat lembut didengar oleh Felly bisa membuat bulu-bulu halus disekujur tubuh wanita itu berdiri, bahkan hati Felly saat ini tengah berdesir hebat.


Pria itu tak menyadari jika panggilannya tadi bisa membuat Felly semakin sulit untuk melepaskannya, nantinya saat perjanjian mereka selesai. Entahlah, Danesh hanya terus terngiang di kepalanya tentang panggilan Erland pada istrinya saat di rumah sakit. Rasanya ia tak rela ada pria lain yang memanggil istrinya selembut dan semanis itu.


Untuk pertama kalinya Felly mendengar panggilan yang ia nantikan dari mulut suaminya. Namun, lagi-lagi Felly harus kembali ke kenyataan yang ada jika ada seorang wanita yang bisa kapan saja kembali ke dalam hidup suaminya itu. Ditambah, Danesh juga belum menyadari perasaannya dengan Felly. Ia sadar diri dan rela kesakitan dengan perasaannya sendiri.

__ADS_1


“Perusahaan keluargaku sedang membutuhkanku untuk mengurusnya. Excelent Group sedang kacau akibat Fenny yang tak pandai mengelolanya. Bolehkah aku kembali bekerja di sana?” izin Felly dengan wajah memohonnya agar diizinkan oleh oleh suaminya.


Danesh menaikkan kedua alisnya dengan tubuhnya sedikit ia rendahkan hingga wajahnya dan Felly saling berhadapan. Ia menelisik setiap pahatan cantik di depannya itu. Lalu ia sedikit menggelengkan kepalanya saat merasa istrinya terlalu baik dan kurang tega sehingga membuat Felly kurang tegas saat kondisi keluarganya dalam masalah seperti sekarang.


__ADS_2