Hidden Rich Man

Hidden Rich Man
Part 26


__ADS_3

“Cih! Kau pasti ingin menguasai harta putriku, kan?” tuduh Papa Rey.


“Tidak.” Untuk apa juga Danesh menguasai harta keluarga Wilson. Hartanya di Finlandia saja jauh lebih banyak dibandingkan milik keluarga yang saat ini memandangnya rendah itu.


“Kau pikir aku percaya?”


“Percaya atau tidak, itu bukan urusanku. Yang pasti aku sudah mengatakan yang sejujurnya.”


“Pa ....” Felly mencoba menghentikan Papanya yang terlihat tak menyukai Danesh.


“Papa tak menyetujuinya, aku tak sudi memiliki menantu miskin dan tak sederajat dengan kita. Mau ditaruh di mana wajah Papa jika teman-teman bisnisku mengetahui pekerjaannya yang seorang pelayan itu?”


Felly menggenggam tangan Danesh untuk meyakinkan Papanya jika pria di sampingnya ini adalah pilihannya. “Tapi, aku mencintainya, Pa.”


Mata Danesh membulat mendengar pernyataan Felly. Bukankah tadi mereka baru saja membuat surat perjanjian agar tak memiliki perasaan satu sama lain. Dan Felly sudah melanggarnya dengan mengatakan jika mencintai Danesh.


“Persetan dengan cinta. Papa tetap tak setuju.” Papa Rey melepaskan tangan putrinya yang menggenggam tangan Danesh. Ia menarik paksa tubuh Felly agar menjauh dari pria tanpa asal usul yang jelas itu.


“Jangan kasar dengan wanita, terlebih dia adalah putrimu,” nasihat Danesh. Ia tak suka melihat Felly meringis menahan sakit akibat cengkeraman Papa Rey.


“Apa hakmu mengaturku? Aku berhak melakukan apa pun pada putriku. Bahkan aku menghajarnya untuk memberinya hukuman karena dia hamil di luar nikah pun masih berhak.” Papa Rey terlihat menantang Danesh. Berani-beraninya seorang pelayan mengatur dirinya. “Lihat ini.”


Plak!

__ADS_1


Felly mendapatkan tamparan keras dari Papanya. Pipi putih itu langsung memerah. Matanya pun berkaca-kaca mendapatkan kekerasan dari Papanya.


“Jangan lukai dia!” seru Danesh. Ia hendak menarik Felly agar kembali ke sisinya. Namun dihadang oleh Papa Rey.


“Terserah aku!” timpal Papa Rey tak mau kalah. “Kau tak ada hak atas dirinya,” imbuhnya.


“Tentu saja aku berhak, karena aku calon suaminya. Aku ayah dari anak yang dikandung oleh putrimu. Aku berhak melindunginya dan juga calon anakku. Lebih baik kau menyakitiku daripada mereka berdua.”


Tanpa basa-basi lagi, Papa Rey langsung melayangkan kepalan tangannya.


Bugh!


“Karena kau berani mengaturku!”


Bugh!


Bugh!


“Karena kau berani menghamili putriku!”


Papa Rey sudah tak tahan lagi menahan amarahnya. Sedari tadi ia sudah menahan agar tak menghajar pria di hadapannya itu. Tapi melihat Danesh yang berani mengatur dirinya, menjawab pertanyaannya juga seadanya, asal usul tak jelas. Membuatnya ingin menghabisi pria itu sekarang juga.


“Pa!” pekik Felly. “Sudah.” Ia melerai Papanya yang semakin menghajar Danesh dengan membabi buta.

__ADS_1


“Felly! Diam!” sentak Papa Rey. Ia tak suka aksinya diganggu. Ia harus memberikan pelajaran pada pria yang tak tahu diri itu. “Berani-beraninya seorang pelayan menghamili anak dari keluarga terpandang.”


Bugh!


Papa Rey memberikan tendangan di perut Danesh sebagai penutup. “Balasan karena kau menantangku.”


Danesh sudah tersungkur di lantai dengan babak belur. Ia tak membalas sedikit pun. Meskipun ingin sekali meremukkan tulang pria tua itu, tapi ia sadar jika saat ini derajatnya sangatlah rendah. Ia akan mendapatkan masalah yang lebih besar lagi pastinya jika berani memukul seseorang dari keluarga terpandang.


“Sekali lagi aku bertanya. Kenapa kau menghamili putriku? Apa motifmu?” Dengan napas yang masih terengah-engah, Papa Rey bertanya. “Ambilkan kursi,” titahnya pada Felly. Ia lelah berdiri.


...........


Jangan lupa:


1. Like


2. Komen


3. Hadiah


4. Follow akunku


5. Follow instagram aku: heynukha

__ADS_1


__ADS_2