Hidden Rich Man

Hidden Rich Man
Part 49


__ADS_3

Sial, Danesh lagi-lagi harus rela diinjak-injak harga dirinya demi melindungi anaknya yang ada di dalam kandungan Felly. Ia merutuki perjanjian laknat yang dibuat oleh mertuanya itu.


Dengan berat hati, Danesh duduk di lantai. Namun ia tak langsung melakukan hal gila yang diperintahkan oleh Fenny. Ia melayangkan tatapan membunuh dan penuh dendam pada wanita yang duduk di sofa yang berada di hadapannya.


“Ingat, roda itu berputar. Saat ini kau boleh berbangga diri berada di atas awan, suatu saat nanti keadaan akan berbalik,” peringat Danesh. Ia berjanji dalam dirinya akan membalas semua perbuatan Fenny. Ia akan membuat wanita itu memohon dan bersujud dengan mencium kakinya, suatu hari nanti.


Fenny yang mendengarnya justru tertawa terbahak-bahak. “Kau bercanda? Harta keluargaku sangat melimpah. Ku buat berfoya-foya setiap hari juga tak habis. Untuk membeli sebuah pulau dan bergonta ganti mobil setiap hari juga tak akan habis.” Ia meremehkan ancaman Danesh.


“Jika membual dan bermimpi itu yang masuk akal. Pria sepertimu mau menandingi keluarga Wilson?” Fenny menjeda ucapannya karena ia tak tahan untuk tak tertawa terbahak-bahak dengan gurauan Danesh. “Mimpi ketinggian! Jangan terlalu tinggi jika bermimpi, takutnya kau akan gila jika tak bisa menggapainya dengan pekerjaanmu yang seorang pelayan,” remehnya.


Danesh mengepalkan tangannya. Ingin rasanya ia menonjok Fenny, tapi mengingat manusia menyebalkan satu itu adalah wanita, maka ia harus mengurungkannya. Pantang baginya memukul wanita.


“Kita lihat saja nanti,” Danesh tersenyum smirk. “Jika suatu saat nanti aku berada di atas, maka jangan salahkan aku jika semua perbuatanmu akan aku balas,” peringatnya lagi.


“Sudahlah, tak perlu banyak bicara. Cepat makan itu!” perintahnya lagi. “Dan ingat, jangan kau mengadu dengan Felly. Jika sampai kau mengatakan padanya, akan ku adukan pada Papaku jika kau tak menuruti perintah majikannya.”

__ADS_1


Fenny tak mau ambil resiko jika Felly akan mengetahui dirinya masih terus merundung suami kembarannya itu. Ia tak mau kehilangan sumber uangnya selain Erland. Tapi ia juga gatal ingin terus menyiksa pria miskin yang tak tahu diri itu.


Fenny menunggu Danesh memakan makanan layaknya hewan. Senyum sinisnya tergambar di wajah judes itu. “Cepat!”


Tangan Danesh terkepal, ia lalu memegang piringnya namun tak mengangkatnya. Kepalanya kian menunduk, dalam hatinya begitu geram. Demi anaknya, ia rela melakukan hal rendahan itu.


Bibir itu semakin dekat dengan makanannya, mulutnya menganga hendak melahapnya. Namun ...


Suara pintu utama terdengar samar-samar dibuka. Membuat Fenny mengalihkan pandangannya untuk melihat siapa yang datang.


Ternyata ...


Nona? Berarti Felly sudah pulang. Fenny melihat jam yang melingkar di tangannya. Belum menunjukkan waktu pulang kerja.


Fenny menjadi panik saat hentakan heels lima centi yang membalut kaki kakaknya mulai terdengar semakin mendekat. Ia tak boleh ketahuan sedang merundung Danesh.

__ADS_1


Fenny mendorong tubuh Danesh sekuat tenaga hingga tubuh pria itu tersungkur. Ia segera menendang piring itu hingga berserakan di lantai. Matanya pun kembali melihat ke arah pintu. Ia dapat bernapas lega, sepertinya Felly tak melihat saat Danesh memakan dengan mulut secara langsung.


“Fenny ...! Apa yang kau lakukan pada Danesh?” Felly buru-buru mendekati suaminya saat ia melihat Danesh di lantai dan hendak membantu pria itu untuk berdiri.


“Apa? Aku tak melakukan apa pun padanya. Dia saja yang tak hati-hati membawa makanan hingga terjatuh karena terpeleset.” Fenny mencoba beralasan.


...........


Jangan lupa:


1. Like


2. Komen


3. Hadiah

__ADS_1


4. Follow akun noveltoon/mangatoon aku


5. Follow instagram aku: heynukha


__ADS_2