Hidden Rich Man

Hidden Rich Man
Part 163


__ADS_3

Setelah mengudara delapan belas jam, keluarga kecil yang bahagia itu langsung dijemput oleh mobil Rolls Royce berwarna hitam mengkilap.


“Selamat datang di Kota Helsinki,” sapa Dariush. Pria itu menyandarkan tubuhnya di badan mobil. Dialah yang menjemput Danesh sekeluarga. Tentu saja atas perintah Danesh.


Dan mobil milik Danesh sudah berada di mansion, Dariush jugalah yang mengambil saat itu. Atas perintah Danesh si kembaran pembuat masalah dan suka membuat Dariush kerepotan karena kelakuan Danesh.


Menjadi anak kedua memang beban mentalnya sangat besar ketika anak pertama tak ada. Huft! Beruntung sekali Deavenny menjadi yang terakhir, tak memiliki beban hingga otak pun hanya sedikit.


“Halo, Dariush. Terima kasih sudah menjemput kami,” balas Felly sangat manis.


“Biasa saja kau itu. Kau hanya diperbolehkan bertingkah manis padaku,” omel Danesh tak suka.


“Ck! Posesif sekali kau itu,” cibir Dariush. “Sini, biar aku yang menggendong babynya. Kau yang menyetir,” pintanya kemudian.


“Heh, enak saja. Kau yang mengemudi, aku ini lelah setelah melakukan perjalanan jauh,” tolak Danesh.


“Dih, lelah? Kau hanya tinggal duduk di pesawat, sudah seperti pulang jalan kaki menyusuri lautan saja kau itu.” Dariush langsung memaksa Danesh untuk memindahkan Annora ke tangannya. Dan tubuh mungil itu kini berada di gendongannya. “Helo baby, kalau sudah besar jadi wanita cantik ya. Nanti jadi istrinya uncle,” kelakarnya.


Tuk!

__ADS_1


Danesh menimpuk kepala kembarannya dengan kunci mobil. Membuat Dariush mengaduh.


“Sudah gila kau rupanya. Bisa-bisanya berbicara seperti itu pada anakku yang masih bayi,” omel Danesh.


Dariush mencebikkan bibirnya. “Aku hanya bercanda dengannya. Kau ini serius sekali,” cibirnya lagi.


“Sudah, ayo kita masuk ke dalam mobil. Tak enak dilihat orang di sekitar,” tegur Felly.


Tiga orang dewasa dan dua bayi itu pun memasuki mobil. Danesh menjadi supirnya, Dariush duduk di belakang dengan Annora, dan Felly bersama Agathias duduk di samping Danesh.


Kendaraan roda empat itu mulai memasuki gerbang yang menjulang tinggi, melewati jalanan rata dengan pepohonan asri di sekitarnya. Perjalanan lumayan jauh untuk sampai ke rumah yang terlihat sangat megah. Itu adalah mansion yang dibeli oleh Danesh untuk keluarganya, lebih megah daripada milik keluarga Wilson dan mansion untuk Violet pun bukan tandingannya.


Sedangkan Delavar dan Daddy Davis hanya memberikan tepukan bahu ke Danesh.


Deavenny dan Mommy Diora langsung tertuju pada dua bayi mungil itu.


“Keponakanku.”


“Cucuku.”

__ADS_1


Dua wanita itu sangat heboh. Deavenny mendekati baby Annora yang digendong Dariush. Sedangkan Mommy Diora mendekati Agathias yang digendong Felly.


“Perkenalkan, ini anakku,” seloroh Dariush dengan senyum jahilnya.


Plak! Plak! Plak!


Kepala pria itu mendapatkan tiga timpukan dari kembarannya. Jarak mereka yang saling berdekatan mempermudah untuk menggeplak Dariush.


“Sembarangan jika berucap,” tegur Danesh.


“Kalian ini tak asik sekali, aku kan hanya bercanda,” timpal Dariush.


Mommy Diora mencubit gemas lengan Dariush. Keempat anaknya ini jika sudah berkumpul ada saja kelakuannya. Selalu saja bercanda. Namun jika sudah keluar dan sedang sendiri-sendiri mendadak menjadi orang yang berbeda.


“Jika kau sudah menginginkan anak, maka menikahlah,” omel Mommy Diora.


“Tunggu dulu, calon istriku belum besar,” kelakar Dariush menimpali.


Mata Danesh sudah melotot seperti ingin keluar dari tempatnya. Namun Dariush hanya membalas dengan menyengir.

__ADS_1


__ADS_2