
“Terima kasih atas kepercayaan yang anda berikan pada perusahaan saya, Mr. Nakamoto,” ujar Felly dengan tersenyum ramah. Ia baru saja menandatangani berkas kerja samanya dengan perusahaan raksasa asal Jepang itu. Kisaran keuntungan yang akan didapatkan keduanya dalam kerja sama ini, kurang lebih dua triliun rupiah. Pantas saja Papa Rey tak ingin kehilangan sumber uang yang berharga itu.
“Sama-sama. Senang bisa bekerja dengan anda, Nona Felly,” balas Mr. Nakamoto.
Felly mengulurkan tangannya kepada Mr. Nakamoto, dan dibalas oleh pria yang umurnya tak jauh beda dengannya itu, dan membiarkan sekretaris mereka merapikan berkas-berkas penting di atas meja meeting itu.
“Anda ingin berjalan-jalan di Jepang? Aku akan temani,” tawar Mr. Nakamoto.
Felly melihat jam tangan yang ada di tangannya, lalu ia kembali menatap Mr. Nakamoto. “Maaf, sepertinya aku tak ada waktu untuk jalan-jalan. Aku harus segera pulang.”
Mr. Nakamoto mengangguk paham. “Kau orang sibuk, pasti banyak pekerjaan yang menantimu.”
Felly dan Stefany pun berpamitan untuk pergi. Keduanya diantarkan oleh Mr. Nakamoto dan sekretarisnya hingga ke depan lobby. Sudah ada mobil yang menunggu di sana untuk mengantarkan Nona Felly.
“Kami permisi.” Felly memberikan senyum manisnya dan sedikit menunduk sebelum masuk ke dalam mobil sedan berwarna hitam.
Stefany duduk di samping kursi kemudi, sedangkan Felly di belakang. “Nona, ponsel anda berbunyi.” Ia memberikan ponsel milik atasannya itu yang berada di dalam tas Nona Felly. Ia dengan inisiatif membawakan tas atasannya itu.
“Dari siapa?” tanya Felly yang tengah fokus mengamati jalanan di luar.
__ADS_1
“Suami anda.”
Felly langsung tersenyum bahagia saat mendengar suaminya menghubunginya. Ia mengulurkan tangannya untuk mengambil alih ponselnya.
“Bagaimana kerja samanya?” tanya Danesh saat layar ponselnya berisi wajah berseri istrinya.
“Lancar, aku baru saja keluar dari perusahaannya dengan hasil yang memuaskan,” ceritanya dengan bangga.
Danesh memperlihatkan jempol kanannya pada Felly. “Hebat, istriku tersayang. Disaat hamil pun kau kuat untuk bekerja keras. Aku bangga memiliki istri sepertimu,” pujinya, tak lupa senyuman yang membuatnya semakin tampan pun menghiasi wajahnya.
Felly merona mendapatkan pujian dari orang yang sudah merebut hatinya itu. “Terima kasih, suami buleku. Aku juga bangga memiliki suami sepertimu yang terus berjuang untuk memenuhi tanggung jawabmu,” balasnya memuji.
Felly menutup matanya dengan wajahnya yang ia alihkan, ia sedang menutupi wajahnya yang memerah karena tersipu. “Aku juga merindukanmu,” balasnya setelah ia kembali menatap kamera lagi.
“Kapan kau sampai di Indonesia?” tanya Danesh.
“Besok pagi,” jawab Felly.
“Aku akan menjemputmu. Aku akan menjadi orang pertama yang menyambutmu datang di tanah airmu,” kelakar Danesh.
__ADS_1
“Uw ... suami buleku, kau terlalu manis dan sangat meresahkan hatiku,” cicit Felly menegur suaminya. Tangannya memegang dadanya yang sedang berdebar.
Danesh terkekeh. “Memangnya kenapa? Apa aku tak boleh melakukannya pada istriku?” Ia menaikkan sebelah alisnya.
Felly menggeleng. “Boleh, sangat boleh,” balasnya tersenyum senang. Ia pun mengengok ke kiri sejenak. “Apa lagi jika kau melakukan hal itu untuk selamanya,” ucapnya sangat lirih hingga Danesh tak dapat mendengarnya.
Untuk saat ini, ia hanya ingin memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan Danesh. Biarlah Tuhan yang mengatur masa depan kisah cintanya. Setidaknya, perpisahannya tak akan membuatnya menyesal karena menyia-nyiakan sisa waktu yang bisa mereka habiskan bersama.
...........
...Cie ... updatean kemarin gaada Felly sama Danesh, pada kuciwa ya? Hehehe. Kemarin tuh sengaja aku buat khusus untuk keluarga enam D, gak deng, sekarang lagi jadi lima D itu yang di Finlandia. Bule sebijinya lagi digondol sama Felly....
...Digondol ... kaya kucing aja si Felly. Ngakak aku....
...Itu ada maksud terselubung juga sih, biar pembaca baruku pada kepo sama cerita sesepuh si Danesh. Kisah emak bapaknya Danesh yang kelakuannya bikin geleng kepala....
...Sama kisahnya orang tuan Marvel, auntynya si Danesh yang siapin tisu aja kalau baca itu, takutnya hati kalian melow dan mewek. Aku pas nulis itu harus hiatus lumayan lama dulu baru bisa nulis kisah si Danesh ini, karena kisahnya menguras pikiranku yang minim ini. Wkwkwkwk....
...Dah ah, lanjut baca lagi guys....
__ADS_1