Hidden Rich Man

Hidden Rich Man
Part 123


__ADS_3

“Mom, Dad. Sepertinya aku harus meminta maaf lagi dengan kalian karena aku menikah secara diam-diam.” Pria bule itu melingkarkan tangannya pada pundak istrinya. Matanya menatap Mommynya dan bergantian Daddynya. “Perkenalkan, ini istriku. Dia sedang mengandung dua anakku,” ujarnya memperkenalkan.


“Aku sudah tahu. Namanya Felly Adithama Wilson. Papa dan adik kembarnya menginjak-injak harga dirimu di sana, serta mereka berdua berniat meracunimu,” timpal Daddy Davis dengan rahangnya yang mengeras. Ia mengingat video dari laporan Louis. Matanya masih saja menyorot tajam pada Felly.


Danesh tak heran jika Daddynya tahu masalah hal itu. Sudah dipastikan Daddynya mengutus orang untuk menyelidiki kehidupannya.


Felly semakin menunduk ketakutan ditambah malu. Ia takut disalahkan sudah membuat Danesh—salah satu pewaris kerajaan bisnis Triple D Corp yang sangat terkenal di Eropa berada pada situasi sulit ketika di rumahnya. Bibirnya tetap terbungkam karena takut salah berucap.


“Dad, masalah itu jangan dibicarakan di sini. Aku hanya ingin memperkenalkan istriku pada kalian. Dan aku tak ingin ada penolakan apa pun. Ini wanita pilihanku, wanita yang aku cintai. Maka, hargai keputusanku,” tegas Danesh dengan lantang dan penuh keyakinan. Terlihat sangat keren dan berwibawa sekali dirinya.


“Dad ...!” seru Dariush, Delavar, Deavenny, dan Mommy Diora saat Daddy Davis masih menatap tajam pada Felly—anggota baru keluarga mereka.


“Apa?” Kini Daddy Davis beralih menatap istrinya.

__ADS_1


“Jangan membuat dia ketakutan dengan matamu yang sangat ingin aku congkel itu ketika menatap menantumu seperti tadi,” omel Mommy Diora.


“Ck! Memangnya apa salah mataku ini menatap menantuku sendiri? Lagi pula aku tak memarahinya, tak memukulnya, tak menyiksanya. Aku kan hanya memenuhi indera penglihatanku dengan wanita yang dicintai oleh anakku sendiri,” balas Daddy Davis memprotes balik.


“Matanya biasa saja jika melihat, Dad,” sahut Deavenny memberitahu.


“Memang begini aku menatap orang, kalian ini seperti tak tahu aku saja.” Daddy Davis mencebikkan bibirnya.


“Felly ...,” panggil Mommy Diora lembut.


Membuat wanita yang dipanggil mendongakkan kepalanya menatap Mommy Diora. “I-iya?” gugupnya.


Mommy Diora mengulas senyumnya. Ia menepuk sisi di sebelahnya yang kosong. “Sini.”

__ADS_1


Felly beralih menatap suaminya terlebih dahulu untuk meminta persetujuan.


Danesh menganggukkan kepalanya mempersilahkan istrinya untuk duduk di samping Mommynya. Ia melepaskan rangkulannya dan membiarkan Felly mulai mengayunkan kakinya perlahan.


Felly duduk di tempat yang tadi di tepuk oleh Mommy Diora. Ia masih menunduk.


“Dariush, tolong naikkan tempat tidurnya,” pinta Mommy Diora pada anaknya.


“Oke,” jawab Dariush singkat. Ia mengambil remot yang berada di atas nakas dan menjalankan perintah sang Mommy.


Mommy Diora kini sudah duduk dengan kepalanya yang tetap bersandar. Tangannya mengelus perut buncit menantunya dengan lembut dan penuh kasih sayang. “Felly, tak perlu takut dengan Daddynya Danesh. Dia bukan orang jahat, hanya saja memang sedikit mengerikan. Dulu, Mommy juga takut saat pertama bertemu dengannya. Namun, setelah mengenalnya, rasa takut itu hilang. Karena dia sebenarnya orang yang penyayang dan lembut dengan orang-orang disekitarnya,” ujarnya.


Mommy Diora tak ingin membuat Felly takut pada suaminya. Menantunya itu sangat terlihat kurang nyaman sedari tadi. Ia juga yakin jika pilihan Danesh itu yang terbaik untuk putranya. Ia yakin putra pertamanya itu tak akan salah memilih pasangan.

__ADS_1


__ADS_2