
Keluarga Triple D kini mendaratkan pantat mereka di kursi masing-masing yang ada di dekat kolam renang kapal pesiar itu.
Sedangkan Papa Rey dan Fenny masih berdiri tak diizinkan untuk duduk.
“Kau sudah puas, Dad?” tanya Danesh pada Daddy Davis.
“Hm. Sekarang giliranmu. Terserah mau kau apakan mereka,” jawab Daddy Davis seraya menyesap cappucinonya.
Pandangan Danesh kembali fokus pada mertua dan adik iparnya. Keluarganya yang lain hanya diam dan melihat apa yang akan dilakukan Danesh.
“Kau ingin hartamu aku kembalikan lagi?” tanya Danesh pada dua orang di hadapannya.
__ADS_1
“Ya, jika kau mau mengembalikannya. Jika tidak, maka untukmu saja. Tapi bantulah kehidupan kami agar lebih layak,” jawab Papa Rey yang kini sudah tak angkuh lagi.
“Berlututlah dan memohon padaku, sesali semua perbuatan kalian padaku dimasa lalu. Maka aku akan membantu kalian,” tutur Danesh dengan datar. Ia tak menunjukkan ekspresi apa pun seperti biasanya.
Papa Rey dan Fenny saling berpandangan. Pria paruh baya itu memberikan isyarat anggukan kepada putrinya agar melakukan apa yang diinginkan oleh Danesh.
Tubuh keduanya perlahan merendah. Mereka sungguh berlutut di hadapan Danesh, kepala keduanya menunduk tak menatap manik pria Finlandia itu.
“Maafkan pria tua ini yang selalu memberikan ancaman, berkata kasar, bahkan mencoba untuk membunuhmu. Aku menyesali semua perbuatanku dimasa lalu dan aku berjanji tak akan melakukannya lagi. Kalian sudah cukup membuka mata hatiku untuk berbuat lebih baik lagi. Ku mohon, bantulah kehidupanku dan istriku. Aku tak bisa terlalu lama membuat wanita yang aku cintai hidup dalam kemiskinan dan kesengsaraan,” sesal Papa Rey dengan tulus.
“Hm. Aku memaafkan kalian. Semoga kalian tak mengulangi lagi kesalahan yang sama,” balas Danesh dengan hatinya yang lega bisa merubah mertua dan adik iparnya.
__ADS_1
“Oke, kurasa sudah cukup. Mari kita saling memaafkan satu sama lain.” Daddy Davis berdiri dari duduknya diikuti oleh anak-anaknya.
Kelima Triple D itu bersamaan mengayunkan kaki mendekati Papa Rey dan Fenny.
“Berdirilah,” titah Daddy Davis pada besannya dan juga Fenny.
Fenny dan Papanya kembali menegakkan tubuh mereka.
“Selamat datang di keluarga Dominique, sekarang kita menjadi satu keluarga. Maafkan perlakuan keluargaku jika menyambut kedatangan kalian dengan buruk. Semua itu ku lakukan karena aku ingin memberikan kalian pelajaran hidup, bahwa roda itu berputar sehingga kalian bisa mawas diri untuk selanjutnya.” Daddy Davis mengulurkan tangannya ke hadapan Papa Rey untuk berjabat tangan.
Papa Rey membalas uluran tangan besannya itu. “Terima kasih sudah menerima keluargaku meskipun kalian tahu jika aku pernah berbuat jahat dengan salah satu anggota keluarga kalian. Sekali lagi aku minta maaf.”
__ADS_1
Dua pria paruh baya itu saling berpelukan memberikan tepukan di punggung satu sama lain. Hanya sesaat, mereka langsung mengurainya lagi.
Anggota Triple D lainnya bergantian saling meminta maaf atas perlakuan mereka pada Papa Rey dan Fenny. Begitupun dengan Papa Rey dan Fenny juga melakukan hal yang sama. Kedua keluarga itu kini berdamai.