Hidden Rich Man

Hidden Rich Man
Part 167


__ADS_3

Satu minggu berlalu, sangat mudah mengeruk seluruh harta kekayaan Papa Rey dengan surat perjanjian kosong yang kini sudah berisikan tulisan. Danesh benar-benar memanfaatkannya.


Kini hidup Papa Rey dan Mama Kyara masih tak jelas. Tinggal di kontrakan kecil selama satu minggu benar-benar membuat pria paruh baya itu tak nyaman. Terbiasa hidup mewah sedari kecil membuat Papa Rey tak bisa beradaptasi dengan cepat.


Mereka berdua mengandalkan penghasilan dari berjualan makanan hasil masakan Mama Kyara. Umur mereka yang sudah tak muda lagi membuat keduanya sulit mencari pekerjaan. Ditambah rekan-rekan Papa Rey pun tak ada yang bersedia membantu.


Sebuah mobil Hummer H1 berhenti di depan kontrakan kecil dengan gerobak nasi yang tersedia di terasnya.


Membuat Papa Rey, Mama Kyara, dan beberapa pembeli menatap ke mobil mewah itu. Tumben sekali ada orang kaya mau datang ke sana.


Tiga pasang kaki jenjang keluar dari kendaraan roda empat itu. Bersamaan mengayun ke arah sepasang suami istri yang melongo menatap mereka. Kacamata hitam tak mereka lepas, dan tangan mereka dimasukkan ke dalam saku agar terlihat lebih angkuh.

__ADS_1


“Siapa yang bernama Rey?” tanya Dariush dengan suara berat dan tegasnya. Di balik kacamatanya, ia menatap Papa Rey yang wajahnya memang angkuh sekali. Sudah miskin, masih saja banyak gaya.


Seluruh pembeli yang notabenenya tetangga mereka pun menunjuk Papa Rey. Mereka takut berurusan dengan orang kaya. Karena uang mengalahkan segalanya. “Dia.”


Deavenny melipat kedua tangannya di dada. “Oh ... jadi kau orang kaya yang baru saja miskin, ya? Aku bisa membantumu kembali mendapatkan hartamu itu. Apa kau mau aku bantu?” ucapnya dengan nada sombong.


“Sungguh? Apa kau bisa merebut kembali milikku yang sudah diambil oleh menantu bule tak jelas itu?” Papa Rey terlihat antusias. Ia bisa keluar dari lubang kemiskinan yang membuatnya bertengkar terus dengan istrinya karena tak kuat berlama-lama hidup seperti itu. Untung saja Mama Kyara sabar, kalau tidak, sudah diceraikan Papa Rey saat itu juga.


“Lalu, istriku?” Papa Rey menatap Mama Kyara yang diam namun menelisik setiap pahatan wajah ketiga orang yang tertutup kacamata hitam itu.


Dua pria itu mirip dengan rahang dan bibir Danesh, apa karena mereka bule makanya terlihat sama? Gumam Mama Kyara tak berkedip sedikit pun.

__ADS_1


“Biarkan dia tetap di sini. Kami akan memberikan tunjangan padanya,” jawab Dariush.


Papa Rey kembali menatap Mama Kyara. “Bagimana, Ma? Apa kau tak masalah jika aku tinggal sendiri? Ini demi kembalinya harta kita agar tak hidup seperti ini lagi,” izinnya pada sang istri.


Mama Kyara memberikan usapan di punggung suaminya. “Pergilah jika kau mau.”


Papa Rey pun ikut masuk ke dalam mobil Hummer H1 itu. Ia duduk di bagian mobil paling belakang yang biasanya digunakan sebagai bagasi.


Ketiga kembar D itu menahan tawa mereka karena sangat mudah membawa Papa Rey ke Finlandia.


Sedangkan Fenny dan Erland. Keduanya tinggal di rumah sederhana. Erland masih tetap bekerja di perusahaannya, namun sebagai karyawan biasa bergaji UMR yang cukup untuk makan sehari-hari. Semua akal-akalan Danesh hingga pria itu harus memberikan rumahnya juga untuk menutupi hutang-hutang perusahaan.

__ADS_1


Ketiga kembar D itu menghentikan mobilnya tepat di depan rumah bertipe tiga puluh enam dengan halaman yang sempit.


__ADS_2