Hidden Rich Man

Hidden Rich Man
Part 21


__ADS_3

Mendengar pernyataan Felly, Danesh langsung membuka matanya dan kembali duduk. Ia menatap dengan sorot yang tajam.


Dan mampu mematikan syaraf Felly, hingga wanita itu hanya bisa mematung tanpa bergerak sedikitpun. Tatapan itu baru pertama kali ini ia lihat dari seorang Danesh yang biasanya terlihat teduh dan tenang tanpa ekspresi.


“Lalu, apa tujuanmu ke sini untuk meminta pertanggung jawabanku untuk menikahimu?” Danesh langsung bisa menebaknya. Gerak gerik Felly yang terlihat gelisah sedari tadi ternyata ingin mengatakan perihal kehamilan. Danesh sudah merasa aneh sedari tadi.


Felly menggigit bibir bawahnya. Ia mengangguk lemah. “Ya, maukah kau menikah denganku?” lirihnya bertanya.


Felly tak mampu untuk menatap Danesh yang terus melihatnya. Ia hanya bisa menunduk dengan meremas ujung blazer yang ia pakai.


“Tidak.” Danesh menolaknya dengan lantang dan tanpa ragu sedikit pun.


Felly mengangkat kepalanya ke atas dengan tatapan memohon. Ia langsung mendekat ke arah Danesh dan bersimpuh di hadapan pria bule itu.


“Ku mohon, bantu aku. Menikahlah denganku.” Felly mengatupkan kedua tangannya. Ia sungguh menurunkan harga dirinya demi memohon kepada seorang pelayan yang bekerja di hotelnya.


“Tidak bisa, sedari awal aku sudah mengatakan padamu jika aku tak akan bisa bertanggung jawab apa bila kau hamil,” tolak Danesh mengingatkan lagi kepada Felly.

__ADS_1


“Aku tahu, tapi aku sungguh membutuhkan bantuanmu untuk menutupi aibku ini.” Felly semakin mendekat. Ia bersimpuh tepat di bawah kaki Danesh yang tengah duduk dengan kaki yang menekuk.


“Mau kau mencium kaki ku pun aku tak akan mau menikah denganmu. Aku tak mencintaimu, bagaimana bisa aku menikah dengan wanita yang tak aku cintai.”


“Please, bantu aku sekali ini saja. Bukankah kita teman? Teman seharusnya saling membantu.” Felly tak gentar membujuk Danesh.


“Tapi tidak dengan pernikahan. Aku mencintai wanita lain yang masih ku tunggu hingga saat ini. Pernikahan bukan hal yang main-main. Itu adalah janji antar sepasang manusia dengan Tuhan.” Danesh sedikit menjauh agar Felly tak bersimpuh di hadapannya lagi. Ia tak suka melihat orang lain, lebih tepatnya seorang wanita sampai bersujud di hadapannya.


“Masalah wanita yang kau tunggu, aku akan membantu menjelaskan padanya. Aku yakin dia akan mengerti.”


Felly semakin menunduk malu. Seharusnya ia sudah tahu akan mendapatkan penolakan. Tapi tetap saja ia membutuhkan Danesh untuk menutupi aibnya.


“Hanya sampai anak ini lahir. Menikahlah denganku sampai anak kita lahir. Tolong pikirkan anak ini yang membutuhkan pengakuan ayahnya.” Felly mengelus perutnya yang masih datar. Ia hanya bisa berharap Danesh mau menerima anak yang ia kandung.


“Aku tetap tak bisa. Aku tak ingin salah satu diantara kita akan tumbuh rasa karena ikatan itu.” Danesh masih terus menolak. Dalam hatinya masih dipenuhi oleh Violet seorang.


“Aku akan menjaminnya. Kita bisa membuat surat perjanjian untuk tak saling memiliki rasa dan ikatan ini hanya sampai anak yang aku kandung lahir,” cetus Felly memberikan ide.

__ADS_1


Danesh nampak menimbang-nimbang. Ada benarnya juga jika anak yang dikandung Felly membutuhkan pengakuan darinya. Bagaimanapun, itu adalah darah dagingnya yang harus ia jaga.


“Aku hanya seorang pelayan. Kastaku jauh berbeda denganmu. Apa keluargamu tak masalah? Aku tak bisa menjamin kehidupan yang enak untukmu,” tutur Danesh.


...........


Jangan lupa:


1. Like


2. Komen


3. Hadiah


4. Follow akunku


5. Follow instagram aku: heynukha

__ADS_1


__ADS_2