Hidden Rich Man

Hidden Rich Man
Part 99


__ADS_3

Danesh tak langsung menjawab pertanyaan Felly. Ia terdiam terlebih dahulu dengan matanya yang tak berkedip menatap istrinya. Ia sedang berpikir dan mencaritahu jawaban yang tepat. Danesh sendiri bingung dengan perasaannya saat ini.


Jika dahulu Danesh akan cepat menjawab dirinya sangat mencintai Violet dan rela menunggunya berapapun lamanya. Namun saat ini entah mengapa berbeda. Ada seseorang yang sudah menemaninya dan tak keberatan diajak hidup susah dengannya. Ia sendiri gundah dengan hatinya. Di dalam sana masih ada Violet, namun juga wanita di hadapannya itu perlahan mulai masuk.


Danesh mengedikkan bahunya bingung. “Entah, memang kenapa?” tanyanya.


Felly tersenyum hambar. “Tidak, aku hanya bertanya saja. Jika kau memiliki keinginan untuk melupakan mantanmu itu, mungkin aku bisa membantumu. Seperti kau membantuku menutupi aib dan kesalahanku,” tawarnya dengan maksud terselubung.


“Coba saja,” balas Danesh singkat.


Membuat Felly seperti mendapatkan angin sejuk yang menerpa wajahnya. Ternyata memang ada angin dari kipas yang sedang mengarah kepadanya. Sialan, aku kira sedang merasakan seperti di televisi yang dramatis saat mendengar kalimat yang membuat hati berdebar. Umpatnya dalam hati.

__ADS_1


Felly tersenyum pada sumianya, senyuman itu terlihat sangat bahagia. “Aku akan membantumu, semampuku dan sebisaku,” balasnya.


“Hm ....” Danesh mulai membukakan plastik yang membungkus sumpit yang diberikan dari restoran. Ia menyodorkannya pada istrinya. “Makanlah, sepertinya enak,” ajaknya.


Felly mengambil alih dua benda panjang terbuat dari kayu yang sama besarnya itu. “Kau juga.”


Keduanya pun bergantian mengambil sushi dan memasukkan ke dalam mulutnya.


“Kau tak ingin menceritakan perjalananmu di Jepang?” tanya Danesh membuka pembicaraan. Rasanya sangat aneh jika sepi dan saling canggung.


Danesh mengangguk paham. Ia tahu betapa mudahnya jika sudah ada kepercayaan. “Kau tak ada jalan-jalan di sana? Atau, bagaimana dengan teman barumu yang kau bilang saat video call denganku itu?”

__ADS_1


Felly menghentikan tangannya. Ia seketika menatap suaminya dan teringat dengan cerita pilu teman barunya yang berkenalan di rumah sakit saat di Jepang.


“Dia wanita yang malang, aku sedih saat mendengar ceritanya. Dia sakit, penyakitnya tak akan pernah bisa sembuh, bahkan penyebab penyakitnya juga masih belum jelas hingga saat ini.” Felly berhenti sejenak, ia meneteskan air matanya karena sedih mengingat Violet.


Tangan Danesh sigap menghapus air mata istrinya. “Jangan dilanjutkan jika kau tak kuat menceritakannya.”


Felly menggeleng. “Hatiku hanya tak kuat dan ikut merasakan betapa sakitnya dia. Dia memutuskan untuk meninggalkan kekasihnya setelah mengetahui penyakitnya itu bisa membuatnya mati kapan saja. Dan saat ini dia sedang hamil anak mantan kekasihnya itu.”


“Dia mempertahankan dan memperjuangkan untuk mengandung buah cintanya itu, disaat kondisinya yang belum juga membaik. Dia wanita hebat dan kuat. Aku sangat kagum dengannya sebagai seorang wanita,” lanjut Felly.


“Kau juga hebat, bisa bertahan dengan pria yang tak memiliki apa pun sepertiku,” balas Danesh memuji istrinya. “Lalu?” Ia mulai menyiapkan telinganya untuk mendengarkan kembali cerita istrinya.

__ADS_1


“Jadi, dia hamil karena kekasihnya marah diputuskan olehnya. Kekasihnya dengan teganya menyetubuhinya karena takut dan tak ingin kehilangannya. Namun, dia tetap meninggalkan kekasihnya itu,” lanjut Felly.


Bibir Danesh terbungkam. Namun hatinya berkata, kenapa ceritanya mirip seperti aku yang memperlakukan Violet malam itu?


__ADS_2