Hidden Rich Man

Hidden Rich Man
Part 39


__ADS_3

Setelah mendapatkan seperti yang Rey inginkan. Pria paruh baya itu mengusir Danesh untuk keluar dari ruangannya.


Danesh menaiki tangga rumah itu untuk menuju ke lantai dua di mana kamar Felly berada. Ia bisa mengetahui letaknya, sebab istrinya sudah memberitahukan jika pintu kamarnya terdapat ukiran bertuliskan namanya.


Klek!


Danesh membuka perlahan handlenya. Ia mendorong pelan, takut menganggu Felly di dalam yang ia pikir sedang istirahat.


Namun ternyata, istrinya itu sedang berjalan mondar-mandir sembari menggigiti jari-jari lentiknya.


“Papaku tak memberikanmu hukuman berat, kan?” Felly langsung menghampiri suaminya saat mendengar pintu terbuka.


Danesh memberikan usapan lembut pada punggung istrinya. “Tidak.”


Felly bisa bernapas lega mendengarnya. “Syukurlah, Papaku sangat menginginkan segala sesuatunya berjalan sempurna. Semua harus sesuai keinginannya,” tuturnya memberitahu alasan dibalik sifat Papanya.


Danesh menuntun Felly untuk duduk di ranjang. “Kenapa kau tak istirahat?” tanyanya setelah istrinya mendaratkan pantat di atas benda empuk itu. Ia tak ikut duduk. Tangannya beralih membuka kancing jas yang melekat di tubuhnya, ia melepaskan kain murah itu.


“Aku takut Papa akan menghajarmu lagi,” balas Felly.


Danesh terkekeh mendengarnya. Dihajar pun ia tetap kuat, hanya tak bisa membalas saja karena perjanjian sialan yang dibuat oleh Papa Rey.


Tangan kekar Danesh mengelus lembut rambut istrinya. “Karena aku baik-baik saja, maka istirahatlah. Jangan terlalu banyak pikiran, kasian anak kita jika mommynya stres. Rentan keguguran jika memiliki kandungan lemah,” pintanya. Ia menuntun istrinya untuk tiduran.

__ADS_1


“Kau mau ke mana?” tanya Felly saat melihat Danesh meninggalkannya, bukannya ikut istirahat di sampingnya.


“Mandi, tubuhku sangat lengket,” balas Danesh. Ia memutar tubuhnya, belum sampai di depan kamar mandi.


“Aku akan menyiapkan air untukmu.” Felly hendak berdiri untuk menyiapkan air hangat.


Namun Danesh mencegahnya. “Di sana saja. Aku bisa melakukannya sendiri,” tolaknya.


“Tapi, aku istrimu. Sudah sepantasnya melayanimu,” timpal Felly.


“Istri dan pelayan beda. Istri adalah pendamping, sedangkan pelayan adalah profesi. Bagiku, meskipun tak ada cinta untukmu, aku tetap akan memperlakukanmu selayaknya ratu, karena kau mengandung anakku. Penerusku.” Setelah mengatakannya, Danesh langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


“Pria itu kenapa manis sekali ....” Felly benar-benar dibuat meleleh oleh suaminya. Sialnya nasib dirinya, kenapa harus menikah sementara dengan pria seperti Danesh.


“Huft ... takdirku memang selucu ini,” gumam Felly.


...........


“Fenny, bangunkan kembaranmu untuk makan malam,” titah Papa Rey pada putrinya.


Mereka hanya tinggal menunggu Felly dan Danesh yang belum turun ke bawah.


“Iya, Pa.” Fenny menjawab dengan malas. Ia tak bisa membantah perintah Papanya. Menghentakkan kakinya sebal, Ia melangkahkan kakinya menuju lantai dua. “Seperti tuan putri saja dia, makan malam harus dibangunkan,” gerutunya sembari berjalan.

__ADS_1


Fenny menggedor dengan keras pintu kamar Felly. “Bangun ...!” teriaknya.


Saking kerasnya suara Fenny, sang pemilik kamar langsung membuka pintu. Felly mengucek matanya sejenak.


“Apa tak bisa lembut sedikit?” tegur Felly.


Fenny memutar bola matanya malas dan mencebikkan bibirnya. “Apa tak bisa kau tepat waktu sedikit? Selalu saja membuat orang lain menunggumu untuk makan,” balasnya tak mau kalah.


“Aku lelah, wajar saja jika tertidur,” timpal Felly.


“Heleh, alasan saja kau. Cepat turun, jangan membuat Papa marah. Bawa suami miskinmu itu.” Setelah memberikan hinaan, Fenny mengayunkan kakinya kembali ke bawah.


...........


Aku minta tolong banget sama kalian, like sama komen juga ya. Itu sama sistem keitung masuk ke poin hadiah juga. Kalau punya poin lebih, boleh lah bunga sama kopinya.


Jangan lupa:


1. Like


2. Komen


3. Hadiah

__ADS_1


4. Follow akunku


5. Follow instagram aku: heynukha


__ADS_2