Hidden Rich Man

Hidden Rich Man
Part 25


__ADS_3

Fenny melihat dari atas hingga bawah penampilan Danesh. Sungguh tampan sekali, bahkan pakaian murah yang melekat di tubuh pria kekar itu tak terlihat murahan. Mungkin efek good looking, barang murah pun tetap terlihat mahal.


“Aku permisi, ada urusan dengan Papa.” Felly langsung mengajak Danesh untuk berjalan kembali.


Selepas kepergian Felly dan Danesh, Fenny berdecak sebal. “Lagi-lagi dia mendapatkan pria yang lebih tampan. Aku harus merebutnya,” gumamnya sangat pelan. Ia tersenyum licik. Pokoknya ia tak mau kalah dengan saudara kembarnya, ia harus lebih unggul.


Erland tak mendengar ucapan istrinya, ia masih terkejut. “Tak ada lagi kesempatan untukku kembali dengan Felly?” lirihnya.


Felly mengetuk pintu ruang kerja Papanya. Ia tak berani langsung masuk ke dalam sebelum sang pemilik ruangan memberikan izin.


“Masuk.” Suara Papa Rey terdengar dari dalam sana.


Felly perlahan membuka pintu itu. Terlihat Papanya sedang membaca dokumen. Entah dokumen apa, sepertinya laporan perusahaan yang dikelola oleh Felly.


“Pa, aku sudah membawa ayah dari bayi yang ku kandung,” ujar Felly setelah masuk bersama Danesh dan menutup kembali pintu.


Papa Rey menghentikan aktivitasnya dari dokumen. Ia melepaskan kacamata bacanya dan bangkit dari duduknya untuk menghampiri Danesh yang berdiri kokoh dengan berani menatap Papa Rey.


Papa Rey melihat Danesh dari atas sampai bawah. Terlihat berwibawa, tegas, berani, dan sepertinya dari kalangan orang berada.


“Siapa namamu?” tanya Papa Rey.


Danesh tak menundukkan pandangannya sedikit pun. Ia menatap lawan bicaranya.


“Danesh.”


“Hanya itu?”


“Hm ....” Danesh menganggukkan kepalanya.


Papa Rey berjalan mengelilingi Danesh. Ia tak puas dengan jawaban pria yang diperkenalkan sebagai calon menantunya.

__ADS_1


“Kau sepertinya bukan dari negara ini?”


“Ya.”


“Dari mana asalmu?”


Danesh tak menjawab. Ia diam.


“Kenapa diam?”


“Karena aku tak ingin menjawabnya,” sahut Danesh membuat Papa Rey menatap tak suka pria itu. Berani sekali calon suami Felly dengan Papa Rey.


“Siapa nama keluargamu?”


“Hanya Danesh tanpa menggunakan nama keluarga.”


“Siapa orang tuamu?”


“Manusia.”


Papa Rey sungguh tak sabar dengan jawaban calon suami Felly. Ia menendang tulang di betis Danesh dengan keras. Hingga pria bule itu meringis menahan sakit.


“Apa kau tak bisa menjawab dengan benar?”


“Jawabanku benar semua,” balas Danesh.


“Pa, sudah. Aku membawanya ke sini untuk memperkenalkannya pada Papa. Bukan untuk Papa siksa.” Felly mencoba menghentikan Papanya yang terus menginterogasi Danesh.


Mata Papa Rey berpindah ke Felly, putrinya. “Kau mau menikah dengannya?”


Felly mengangguk. “Iya, Pa.”

__ADS_1


“Kau tahu asal usulnya?”


Felly menggeleng. Ia memang tak tahu apa pun tentang Danesh. “Tidak, Pa.”


“Apa katamu?” Papa Rey sudah emosi. “Aku katakan padamu untuk memastikan ayah dari bayi yang kau kandung itu setara dengan keluarga kita dan jelas asal usulnya!”


“Dia memang tertutup, Pa.” Felly mencoba memberikan pembelaan.


“Apa kau yakin jika anak yang kau kandung itu adalah miliknya?”


Felly menganggukkan kepalanya tanpa ragu. “Seratus persen.”


Papa Rey mengacak-acak rambutnya. Salah apa lagi dirinya dimasa lalu hingga putrinya hamil dengan pria yang asal usulnya tak jelas.


Papa Rey membuang kasar napasnya. Ia kembali mengalihkan pandangan ke Danesh. “Apa pekerjaanmu?”


“Pelayan, kadang menjadi cleaning service di hotel Excelent,” jawab Danesh tanpa menutupi sedikit pun.


Papa Rey berdecih dan mencibir Danesh. “Pekerja rendahan. Dan kau berani menghamili putriku? Apa motifmu sebenarnya?”


“Tidak ada.”


...........


Jangan lupa:


1. Like


2. Komen


3. Hadiah

__ADS_1


4. Follow akunku


5. Follow instagram aku: heynukha


__ADS_2