Hidden Rich Man

Hidden Rich Man
Part 150


__ADS_3

Matahari mulai muncul menyinari Kota Helsinki. Seperti biasanya, Danesh akan menyapa Violet di kamar yang ada di lantai bawah. “Pagi, Violet. Bagaimana kabarmu pagi ini?” sapanya dengan lembut.


Dengan posisinya yang tiduran, Violet mengiasi wajah pucatnya dengan senyuman. “Pagi, Danesh. Aku baik, semakin baik karena kau yang merawatku,” balasnya.


Danesh mengambil kursi roda dan ia dekatkan pada ranjang. “Mau sarapan di luar? Kau bisa mendapatkan udara segar di pagi hari,” tawarnya. Dijawab anggukan kepala oleh Violet.


Danesh membantu memindahkan tubuh yang semakin hari bertambah volume itu. Kini tak ada lagi tubuh molek Violet yang mampu membuat para pria menatap tak berkedip. Ia mendudukan mantan kekasihnya dengan hati-hati ke atas kursi roda. Dan keduanya berjalan ke taman belakang.


Danesh duduk di hadapan Violet. Ia mulai menyendokkan makanan yang dibawakan oleh pelayannya. “Makan yang banyak, agar tenagamu bertambah untuk melawan sakitmu.”


Violet pun menerima suapan itu dengan senang hati. “Terima kasih, Danesh. Kau masih mau merawatku dan menemaniku hingga detik ini. Aku bahagia bisa kembali hidup bersama denganmu. Maafkan aku jika dulu aku pernah melakukan kesalahan padamu,” ucapnya terharu.


Danesh mengusap air mata Violet dengan jempolnya. “Jangan dibahas. Kita gunakan sisa waktu ini sebaik mungkin,” pungkasnya.


Violet mengangguk mengerti, ia tak henti-hentinya mengucap syukur pada Tuhan karena memberikannya kesempatan untuk mengulang kisahnya kembali. Meskipun rasanya tak sama seperti dulu.


“Vio, untuk beberapa hari ini aku harus pergi. Ada urusan penting yang harus aku selesaikan,” izin Danesh saat makanan sudah dihabiskan oleh Violet. “Kau tak apa, kan? Aku tinggal sendiri lagi?”

__ADS_1


“Tentu, pergilah jika itu memang sangat penting. Jangan lupa kabari aku, oke?” Violet sudah biasa ditinggal Danesh setiap weekend, ia sadar jika mantan kekasihnya itu orang yang sibuk. Bisa menyempatkan terus meluangkan waktu untuk merawatnya saja sudah sangat senang.


“Tetap jaga kesehatanmu, turuti semua yang dikatakan oleh Dokter,” peringat Danesh memberikan usapan pada kepala Violet.


...........


Pria bertubuh kekar itu langsung menyusup masuk ke dalam kamar. Rasa rindunya yang menggebu dengan sang istri bisa ia salurkan sekarang. Setelah pesawatnya mengudara selama delapan belas jam, ia langsung menaiki taksi menuju apartemennya di mana istri tercintanya tinggal sendirian selama ini.


Sejujurnya ia tak tenang meninggalkan Felly tinggal sendirian, namun wanita berbadan tiga itu sangat keras kepala.


Danesh masuk ke dalam satu selimut yang sama dengan Felly. Ia langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang, melingkarkan tangannya di perut buncit itu, dan menciumi tengkuk istrinya.


Felly melenguh merasakan geli disekujur tubuhnya. Ia menggeliat dan mulai mengerjabkan matanya. “Aku masih mengantuk, Sayang,” rengeknya saat tangan suaminya sudah mulai nakal.


Danesh berpindah posisi menjadi berhadapan dengan Felly. “Kau tak ingin menyambut suamimu? Aku sudah jauh-jauh datang ke Indonesia demi menemuimu,” keluhnya.


Dengan matanya yang masih berat, Felly menatap suaminya. “Selamat datang di ranjang kita, Suamiku. Selamat menikmati tubuhku,” sapanya lalu mencium bibir Danesh. Tangannya melingkar di leher suaminya, sedangkan tangan Danesh melingkar pada tubuh Felly.

__ADS_1


“Gemas-gemas memabukkan. Kau sungguh membuatku kecanduan.” Danesh menggesekkan hidung mancungnya dengan hidung istrinya.


Felly merentangkan tangannya dengan posisi tubuhnya yang mengahadap ke langit-langit. “I’m yours, Suami Buleku. Nikmatilah selagi kau di sini.”


“Dengan senang hati.” Danesh langsung melancarkan aksinya yang tertahan selama lima hari ini. Tubuhnya yang lelah setiap harinya harus mengurus perusahaan dan mengurus Violet, hilang sudah tergantikan dengan rasa ah ... mantap dengan istri tercintanya. Meskipun harus menempuh perjalanan jauh, tapi ia selalu rutin menemui Felly saat weekend.


Dan pria keturunan Finlandia itu tak mengabari Violet. Bahkan ia mematikan ponselnya agar tak ada orang yang mengganggu waktunya dengan istri tercintanya.


...........


...Ngopi dulu sambil bayangin ah ... mantap mereka....


...Bye ... selamat penasaran lagi. Sampai tamat akan ku buat penasaran terus biar ga tenang bobonya dihantuin Danesh sama Felly bakalan bersatu atau enggak. Hehehe jahatnya author satu ini. ...


...Sampai udah ada yang gugur dengan konflik hatinya Danesh dan Felly, melambaikan tangan ke kamera enggak kuat. Tapi aku nulisnya berasa seru. Aku sendiri merasa dipermainkan dengan diri sendiri wkwkwk. ...


...Padahal aku udah tau jalan ceritanya bakalan gimana. Gataulah, efek terlalu menghayati pas nulis. Aku juga suka ngerasa baper, marah, sedih, kecewa, ngumpat tokohku sendiri pun aku juga lakukan. Wkwkwk. ...

__ADS_1


...Jadi aku sama seperti kalian guys. Soalnya aku nulis pun ku baca lagi, ku rasain sendiri. Pas up pun aku baca ulang. Ada kali aku baca sampai 5 kali. Pokoknya kalau aku ngerasa seru sendiri pas baca, ya aku up. Tapi kalau aku ngerasa kurang pas baca ulang ya ujung-unjungnya ga bakalan ngena ke yang baca juga. Aku selain nulis juga jadi pembaca untuk novelku sendiri wkwkwk. Aneh ga sih aku? Masa aku dipermainkan sama diri sendiri....


__ADS_2