Hidden Rich Man

Hidden Rich Man
Part 144


__ADS_3

Felly dan Danesh tiba di depan ruang rawat Mommy Diora. Sekarang Felly sudah tak takut lagi dengan keluarga suaminya, sebab ia sudah tahu jika keluarga Dominique ternyata sangat ramah dan penyayang dengan keluarga.


“Kau masuklah sendiri, aku ingin keluar sebentar,” perintah Danesh dengan nada bicaranya yang datar. Ia ingin menyegarkan pikirannya akibat memikirkan permintaan istrinya.


“Iya, kau mau ke mana?” tanya Felly masih tetap lembut.


“Hanya menyegarkan pikiran.”


Felly mengangguk, ia sangat paham jika saat ini suaminya sedang pusing dengan dirinya. Tapi apa boleh buat, ia tak ingin bahagia di atas penderitaan orang lain. Meskipun akhirnya ia melukai hatinya sendiri dan suaminya, tapi itu yang terbaik menurutnya untuk sementara waktu.


“Nanti aku akan kembali lagi ke sini, aku hanya sebentar.” Danesh mengacak-acak rambut istrinya dan mendaratkan kecupan di kening Felly. “Masuklah.” Pintu itu ia bukakan khusus untuk wanita yang sangat ia cintai itu.


Felly mengulas senyumnya dan melenggang masuk ke dalam ruang rawat mertuanya. Ia dapat melihat Mommy Diora yang sudah tak memakai infus lagi, pertanda sudah membaik kondisi mertuanya. Kedua mertuanya itu tengah asik mengobrol sangat mesra dengan melihat pemandangan luar.

__ADS_1


Mata Felly beralih pada ketiga adik iparnya yang tengah asik melahap makanan di meja makan yang ada di ruangan kelas atas itu.


Felly berdehem membuat kelima orang yang sedang asik dengan aktivitas mereka mengalihkan pandangan menatap Felly.


“Maafkan aku yang mengganggu kalian,” ujar Felly dengan sedikit menundukkan kepala sebagai tanda penyesalannya.


Daddy Davis menuntun istrinya untuk duduk di sofa. “Kenapa kau sendirian? Di mana Danesh?” tanyanya.


“Danesh sedang menyegarkan pikirannya,” balas Felly. Dijawab anggukan kepala oleh mertuanya itu.


Sedangkan ketiga adik ipar Felly diam saja, mereka jika disodorkan makanan seolah terkubur rasa keingintahuan mereka. Namun telinga ketiganya tetap bekerja secara normal untuk menguping.


“Tidak perlu. Aku hanya sebentar,” tolak Felly.

__ADS_1


“Katakan apa yang ingin kau sampaikan,” titah Daddy Davis dengan suara tegasnya. Ia dapat melihat dari gelagat menantunya seperti ingin mengatakan sesuatu.


Felly membungkukkan tubuhnya dengan tangan kanan yang memegang bagian dada kirinya. “Maafkan aku, sepertinya aku tak bisa memenuhi perkataanku yang akan berpindah ke Finlandia ikut bersama suamiku. Untuk sementara waktu, aku tak bisa meninggalkan negaraku dan tak bisa berada di samping suamiku,” tuturnya dengan suara yang sedikit bergetar.


Wanita berbadan tiga itu merasa perlu untuk berpamitan dengan keluarga suaminya. Ia datang dengan sopan dan disambut baik juga, maka ia harus pergi dengan berpamitan pula.


“Kenapa?” Mommy Diora bangkit dari duduknya dan mendekati menantunya untuk mendengarkan penjelasan.


“Maaf, aku tak bisa menjelaskan detailnya. Tapi untuk sementara waktu, aku memang tak bisa berada di sisi Danesh,” balas Felly. Ia tak ingin mengumbar urusan rumah tangganya, biarkan itu menjadi masalah internalnya dengan Danesh.


Mommy Diora memeluk menantunya. “Kau memiliki masalah? Kau bisa bercerita dengan kami, kami akan membantumu.”


Felly menggelengkan kepalanya setelah mertuanya melepaskan diri dari tubuhnya. “Terima kasih. Namun, aku ingin menyelesaikan semuanya sendiri,” tolaknya halus.

__ADS_1


Daddy Davis tak kaget jika hal ini akan terjadi. “My Wife ... sini,” pintanya menepuk sisi sebelahnya. “Biarkan mereka menyelesaikan masalah sendiri. Merek sudah dewasa, tahu mana yang baik untuk dilakukan,” tuturnya untuk sang istri.


__ADS_2