Hidden Rich Man

Hidden Rich Man
Part 109


__ADS_3

Danesh merasa ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh saudara-saudaranya. Ia hanya mengangguk dan mendengarkan seluruh omelan serta nasihatnya yang masih terus berlanjut hingga telinganya panas. Namun, tanpa adanya kelima saudaranya itu, ia tak mungkin menyadari perasaannya pada Felly karena tertutup dengan egonya yang masih berharap Violet kembali.


“Kau harus siap-siap memberikan alasan yang dapat diterima oleh Mommy dan Daddy agar mereka tak memperpanjang hukumanmu.” Nasihat terakhir dari Dariush yang sangat menginginkan masa hukuman Danesh cepat selesai.


“Tenang, aku akan mengatasinya. Sekalipun aku diusir lagi, aku sudah memiliki usaha sendiri di sini,” balas Danesh.


“Panggilkan istrimu ke sini. Kita belum sempat berkenalan dengannya,” pinta Delavar pada kakaknya dengan memberikan tepukan di lengan Danesh.


Danesh pun berdiri dan masuk ke dalam. Ia memanggil Felly. Keduanya bersamaan keluar menghampiri keluarga Danesh.


“Duduklah,” perintah Danesh. Ia mempersilahkan Felly untuk mendaratkan pantat di kursi yang tadi ia gunakan. Dan ia berdiri di samping Felly. Sebab, di sana hanya ada enam kursi. Lebih baik dirinya yang lelah daripada istrinya.


Felly tersenyum ramah menyapa semuanya terlebih dahulu, baru ia duduk di kursi.

__ADS_1


“Hi kakak ipar, maaf, tadi kami tak bermaksud mengusirmu,” ujar Deavenny tak enak hati, ia takut Felly sakit hati diperlakukan seperti tadi. Ia juga takut jika wanita yang kini duduk di sampingnya merasa keluarganya tak suka dengan Felly.


“Hi.” Felly membalas sapaan itu.


“Kami baru saja selesai melakukan meeting bersama. Jangan di bawa masuk ke hati, oke?” pinta Deavenny lagi.


“Tenang saja, aku mengerti,” balas Felly dengan ramah.


“Kau dulu,” tunjuk Geraldine pada Dariush.


Dariush pun mengenalkan dirinya, bergantian ke Delavar, Deavenny, Geraldine, dan Gerald.


“Kami dari Finlandia, tapi jangan kaget jika kami bisa menguasai bahasamu. Daddy kami sering mengajarkan berbagai bahasa yang mereka kuasai pada kami,” tambah Dariush.

__ADS_1


Felly mengangguk paham. “Senang berkenalan dengan kalian. Ternyata kalian ramah semua. Tadinya, aku kira kalian tak menyukai aku,” ujarnya senang, wajahnya pun berseri bisa sedikit demi sedikit mengenal keluarga suaminya.


“Beginilah kami, jika dengan anggota keluarga tak ada yang saling membenci. Kami diajarkan untuk saling menyayangi satu sama lain dan juga saling melindungi,” cerita Delavar. Ia ingin memberitahu peraturan yang ada di keluarga mereka itu. “Karena kau istri Danesh, jadi kau juga anggota keluarga kami,” imbuhnya.


Felly tak tahu harus menjawab apa. Ia hanya mengangguk paham dengan penjelasan itu.


“Tapi sayangnya, saat kami akan melindungi Danesh sebelum dia diusir. Suamimu itu sudah terlebih dahulu ketahuan sedang—” Ucapan Deavenny terhenti saat Dariush berdiri dan langsung membekap mulutnya.


Dariush memberikan tatapan mengintimidasi seraya membisikkan sesuatu. “Jangan diungkap, bodoh. Nanti bisa melukai hatinya jika dia tahu kelakuan kakakmu,” peringatnya lirih di telinga Deavenny.


Felly menaikkan alisnya, ada rasa ingin tahu tentang ucapan adik iparnya yang belum selesai itu. “Lanjutkan saja jika ingin bercerita, aku akan mendengarkannya. Jika rahasia, aku akan menutup rapat mulutku agar tak menyebar,” bujuknya agar Deavenny mau melanjutkan lagi.


Deavenny menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Ah, aku sudah lupa apa yang ingin aku katakan. Maklum, aku yang paling tak beruntung dari ketiga kakakku,” alasannya.

__ADS_1


__ADS_2