Hidden Rich Man

Hidden Rich Man
Part 136


__ADS_3

Perasaan Danesh sudah tak enak. Sudah lima belas menit bayinya tak kunjung menangis. Ia mendekati dokter yang masih mencoba untuk membuat organ penting sang bayi bekerja. Danesh meninggalkan Violet yang sudah selesai dijahit perutnya.


“Katakan padaku, Dok. Apa yang terjadi?” tanya Danesh dengan nada khawatirnya.


Dokter itu menggelengkan kepalanya dengan kedua tangan menggendong bayi laki-laki yang tak bernyawa itu. “Maaf, Tuan. Saya sudah mencoba berbagai cara dengan seluruh kemampuan yang saya miliki. Namun Tuhan berkehendak lain. Putra Anda belum diizinkan untuk mengenal dunia oleh Tuhan,” jelasnya dengan sangat halus.


“Maksudmu? Anakku telah tiada?” tanya Danesh lagi dengan nada yang sedikit meninggi.


Dokter itu mengangguk. “Saya minta maaf karena belum bisa menyelamatkan nyawa putra anda. Maafkan saya yang manusia biasa dan tak memiliki kehendak untuk mengatur hidup dan mati seseorang.”


Mata Danesh mulai berkaca-kaca melihat wajah mungil yang pucat itu. “Boleh aku menggendongnya?” pintanya.

__ADS_1


Sang dokter menyerahkan bayi yang baru saja lahir itu kepada Danesh.


Danesh sungguh tak kuasa untuk menahan tangis. Ia meneteskan bulir bening dari matanya. Tak ada salahnya pria berbadan kekar menangis saat kehilangan anaknya. Hal itu menandakan bahwa ia memiliki hati dan perasaan jika ia sangat menyayangi darah dagingnya.


Bibir Danesh mengecup wajah putranya. “Maafkan Daddy. Selama kau di dalam kandungan Mommymu, Daddy tak pernah menemanimu, tak pernah mengajakmu bermain, tak pernah mengajakmu mengobrol, tak pernah mengelusmu. Bangunlah, Daddy janji akan selalu menjagamu. Kita bisa selalu bermain bersama untuk mengganti waktu Daddy yang tak ada selama kau masih di kandungan.”


Danesh menghentikan ucapannya. Ia melihat kembali pahatan mungil itu. Air matanya menetes tepat terjatuh di pipi putranya yang masih tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. “Bangun, Boy. Daddy menyayangimu. Sebentar lagi kau juga akan memiliki dua adik, kau bisa bermain bersama mereka juga. Pasti akan seru.”


Danesh memeluk tubuh mungil itu dengan posisi kepala putranya ia sandarkan di pundak. Ia menangis tanpa suara namun air mata terus menetes deras. “Kau bahkan belum mengucapkan salam, kenapa kau sudah mengucapkan selamat tinggal pada Daddy, Boy?”


“Kau belum merasakan bagaimana serunya memiliki Daddy sepertiku. Daddy menyayangimu, jangan takut jika Daddy akan menelantarkanmu, karena itu tak akan mungkin. Ayo, menangis, anakku yang pintar. Kau juga harus menjadi lelaki yang kuat dan tangguh seperti Mommymu yang memperjuangkanmu selama sembilan bulan ini agar kau bisa terlahir di dunia.” Tangan Danesh mencoba menepuk punggung putranya pelan.

__ADS_1


Danesh terus berinteraksi dengan bayi yang masih saja tak mau menangis dan tak menunjukkan kehidupan itu. Ia mencoba memberikan kenyamanan, kasih sayang, dan juga menyalurkan ikatan batin keduanya. Berharap putranya bisa merespon.


“Tuan, maaf. Sudah tiga puluh menit berlalu, ku mohon lepaskan kepergiannya dengan damai. Tuhan lebih menyayanginya dan lebih tahu mana yang terbaik untuk umatnya,” tutur Dokter itu.


Danesh menggeleng. Ia belum rela berpisah dengan putranya. “Ku mohon, biarkan aku mencobanya lagi,” pintanya.


Dokter dan perawat yang berada di dalam sana menghembuskan napas mereka pelan. Untung saja tak ada yang mau memakai ruang bersalin itu setelah ini. Sehingga ia membiarkan Danesh mencoba membangunkan bayi mungil itu.


“Kami akan pindahkan pasien ke ruangannya terlebih dahulu,” izin salah satu perawat. Namun Danesh tak menanggapi. Pria itu masih fokus pada putranya.


...........

__ADS_1


...Aku gak akan jelasin kenapa bisa meninggal bayinya dengan penjelasan atau istilah medis. Takut salah kalau sumbernya kurang terpercaya. Jadi kalau ada yang protes atau tanya tentang bayinya yang meninggal lewat operasi caesar dan ibunya masih hidup padahal udah sakit-sakitan. Aku bakalan jawab “kuasa Tuhan” dah itu jawaban paling mutlak gabisa dibantah lagi. Wkwkwk aku cuma gamau sok tau aja, soalnya aku bukan orang yang belajar tentang kedokteran....


__ADS_2