IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
BABY GIRL


__ADS_3

Para orang tua yang melihat Akmal tiba-tiba dipaksa masuk oleh asisten Dokter, mereka semua cukup terkejut, karena pasalnya, Akmal bukanlah mahram untuk Cyra.


" Abi, ko Nak Akmal di suruh masuk?? ," tanya Umma Nada.


" Mereka pasti berpikir, jika Akmal suaminya Cyra ," jawab Abi Rasyid.


" Jika Abi ada di posisi mereka, Abi juga pasti akan mengira, kalau Akmal adalah suaminya Cyra, karena di antara kita, memang Akmal yang masih muda sendiri ," ucap Abi Rasyid lagi.


" Lalu, bagaimana ini Rasyid?? ," tanya Mama Jian.


" Biarkanlah saja Mbak Jian ," jawab Abi Rasyid.


" Mungkin ini memang jalan yang terbaik ," kata Abi Rasyid.


" Karena Cyra di dalam sana sangat membutuhkan semangat dari seseorang ," ucap Abi Rasyid lagi.


" Kita bisa menyuruh Akmal untuk ke luar, tapi jika kita melakukan itu, sama saja kita sudah memperlambat pekerjaan para tim medis untuk segera membantu Cyra dan cucu kita ," kata Abi Rasyid.


" Iya, kamu benar sekali Rasyid ," Ayah Rafiq ikut menyahut.


" Saya yakin, Akmal di dalam sana pasti bisa menjaga pandangannya, dan tidak akan membuat kita merasa kecewa kepadanya ," ucap Ayah Rafiq lagi, dan langsung diangguki oleh Abi Rasyid.


Sedangkan kembali ke dalam ruang bersalin.


Akmal yang melihat Cyra sudah mulai meengejaan sambil mencengkeram kuat genggaman tangannya, jantungnya tiba-tiba berdetak sangat kencang sekali.


Matanya tanpa sengaja melihat ke arah kaki Cyra yang terlihat sangat mulus sekali dan Akmal langsung beristighfar di dalam hatinya.


" Ayo Nyonya, dorong lebih kuat lagi ," ucap sang Dokter.


Dengan sekuat tenaga, Cyra mendorong baby nya, supaya bisa segera ke luar dari dalam perutnya.


Para tenaga medis yang semuanya perempuan, salah satu di antara mereka mencoba melepaskan niqab yang dipakai oleh Cyra.


" Jangan suster ," cegah Akmal.


" Ini supaya istri anda bisa bernafas dengan lega Tuan, lagi pula di sini semuanya perempuan, dan anda juga suaminya ," jawab sang asisten Dokter.


Suara meengeejaan dari Cyra, lalu mengalihkan fokus Akmal lagi, yang ingin membantah ucapan dari sang asisten Dokter tadi.


Cyra sudah tidak peduli dengan semuanya, yang dia pedulikan dan fokuskan sekarang cuma keselamatan bayinya, karena itu adalah kenang-kenangan berharga dari sang suami tercinta.


" Astaghfirullah, cantik sekali wajah Cyra ," ucap Akmal di dalam hatinya.

__ADS_1


" Ayo Nyonya dorong lebih kuat lagi ," ucap sang Dokter.


" Tuan, tolong beri semangat kepada istrinya ," tegur sang Dokter kepada Akmal.


Sebab Akmal daritadi hanya diam saja, sambil menatap ke segala arah, supaya dia tidak khilaf ingin memandang Cyra terus.


Namun, karena baru saja mendapat teguran dari sang Dokter, Akmal jadi sadar, gunanya dia berada di dalam situ, memang untuk memberikan semangat kepada Cyra, yang sedang berjuang melahirkan baby pertamanya.


Akmal sekuat tenaga mengesampingkan perasaan dan juga egonya, untuk memberikan semangat kepada Cyra.


" Ayo Cyra, semangat, kamu pasti bisa ," ucap Akmal tepat di samping telinga Cyra.


" Jangan kamu pedulikan Kakak yang ada di sini, ayo, Kak Mirza pasti juga menginginkan kamu untuk berjuang demi anaknya ," bisik lembut dari Akmal lagi.


" Lahaula walakuata illabillah, Allahu Akbar ," ucap Akmal untuk kesekian. Dan pada akhirnya, perjuangan Cyra tidak sia-sia.


Lahirlah seorang bayi perempuan yang masih berlumuran darah dan langsung menangis sangat keras sekali.


Para orang tua yang sedang menunggu di luar dan mendengar suara tangisan bayi yang menggema di dalam ruang bersalin, senyum mereka langsung merekah dengan sangat lebar sekali.


Akan tetapi, dibalik senyum bahagia tersebut, ada duka yang mendalam, karena sang Abi baru saja di makamkan sekitar dua jam yang lalu.


" Ayah, cucu kita ," ucap Mama Jian sambil tersenyum dan menangis secara bersamaan.


Ayah Rafiq hanya mengangguk, sambil tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.


" Semoga kamu menjadi anak yang kuat, cucu Nenek ," ucap Umma Nada lagi sambil tersenyum dan menangis terharu.


" Mirza pasti bangga melihat anaknya sudah lahir dengan selamat ," ucap Abi Rasyid.


" Nak, anak yang sudah kamu nantikan, sekarang dia sudah lahir ke dunia ini ," ucap Ayah Rafiq sambil menangis cukup deras sekali.


Hati orang tua mana yang tidak bersedih, ketika sang anak sedang mendapatkan cobaan berat seperti Mirza dan Cyra.


Begitulah yang dirasakan oleh Ayah Rafiq sekarang, sebab dari tangannya sendiri, dia sudah membesarkan Mirza hingga dia dewasa.


Kembali ke dalam ruang bersalin lagi.


" Allahu Akbar, Kak Mirza ," ucap refleks dari Akmal, ketika Akmal melihat bayi yang baru saja ke luar dengan berlumuran darah.


Menangislah Cyra mendengar Akmal menyebut nama sang suami yang baru saja di kuburkan tadi.


Baby girl tadi langsung mendapatkan penanganan pertama dari para petugas medis untuk segera dibersihkan.

__ADS_1


Sedangkan Cyra, langsung mendapatkan perawatan pasca melahirkan.


Cyra terdiam, pikirannya kosong melayang entah ke mana. Persalinan yang seharusnya di temani oleh sang suami, justru ditemani oleh adik iparnya.


" Cyra, selamat ," ucap Akmal kepada Cyra, namun Cyra tidak menyahut sama sekali.


Tenaga, pikiran dan juga perasaan, sepertinya sudah terkuras habis dengan keadaan yang sedang dijalaninya sekarang.


Sungguh cukup berat ujian yang sedang dialami oleh Cyra sekarang. Semoga Allah memberikan kebahagiaan untukmu kelak, seperti yang sudah kamu harapkan dan inginkan sejak dulu.


Selesai dibersihkan, baby girl tadi langsung diberikan kepada Akmal untuk dia adzani.


" Selamat Tuan, anak anda perempuan, sangat cantik dan juga sehat ," ucap sang asisten Dokter kepada Akmal.


Cyra yang mendengar hanya diam saja, sambil menatap ke arah Akmal yang sedang menggendong anaknya.


" Terimakasih suster ," jawab Akmal dengan ramah.


" Iya, sama-sama ," jawab sang suster.


" Anak Abu ," ucap Akmal.


Walau dia statusnya keponakan, entah kenapa, Akmal seperti ada kedekatan batin dengan baby girl tersebut, hingga tanpa Akmal sadari, dia menyebut namanya dengan panggilan Abu, bukan Paman.


Akmal lalu mencoba mengadzani baby girl tersebut di telinga kanannya.


Suara adzan yang sangat merdu itu, tiba-tiba berubah menjadi suara adzan dengan penuh isakan tangis. Karena Akmal jadi teringat dengan sang Kakak, yang harusnya ada di posisinya sekarang.


Tangisan Akmal sambil mengadzani sang keponakan, membuat semua orang yang ada di situ, menjadi terharu dan ikut menangis.


Terutama Cyra, dia menangis dalam diamnya, sambil terus menatap ke arah Akmal yang sedang tersedu-sedu mengadzani anaknya.


Selesai mengadzani dan meng iqomahkan di telinga kiri sang keponakan lucunya, Akmal langsung menyerahkan sang baby kepada suster yang ada di situ.


Setelahnya, Akmal langsung menutupi wajahnya menggunakan ke dua telapak tangannya sambil menangis dengan terisak.


Semua para tenaga medis mengira, jika Akmal menangis begitu, karena dia merasa terharu bisa menyaksikan kelahiran sang putri tercinta, plus bisa mengadzaninya juga.


Mereka tidak tahu saja, suara isak tangis yang Akmal lakukan sekarang, karena dia teringat dengan sang Kakak yang baru saja di kubur tadi.


Cyra yang melihat Akmal terisak sambil bersandar di dinding, dia langsung mengalihkan pandangannya lurus ke depan menatap langit-langit ruangannya dengan air mata yang tidak berhenti mengalir sama sekali.


Suara Cyra seakan tercekat karena keadaan, dan yang bisa dia tunjukkan sekarang, cuma air mata yang seperti tidak bisa berhenti mengalir.

__ADS_1


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...


__ADS_2