IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
DUA MINGGU KEMUDIAN


__ADS_3

Keesokan paginya, Akmal yang sedang mengajar seperti biasanya, entah kenapa dia tidak bisa konsen sama sekali, dan baru kali ini Akmal mengajar menjadi salah fokus sendiri.


Jiwanya berada di kampus, tapi pikirannya melayang entah ke mana, Akmal sendiri saja tidak tahu apa yang sebenarnya dia pikirkan saat ini.


Selesai mengajar, Akmal yang biasanya akan sibuk ini dan itu mengurus tugas para muridnya, kali ini dia malah sibuk melamun dengan tatapan kosong lurus ke depan.


" Dooorr!! ," ada seseorang yang mengejutkan Akmal, hingga Akmal menjadi sangat terkejut sekali.


" Pak Karan, bisa saja mengejutkan saya ," kata Akmal.


Karan ini adalah salah satu Dosen di kampus tempat Akmal mengajar, dan dia asli orang India, cuma sudah menetap di Indonesia sudah lama.


Karan juga seumuran dengan Akmal, dan terkadang Akmal maupun Karan saling sharing dengan permasalah yang sedang mereka hadapi.


Walau tidak terlalu dekat, tapi setidaknya bisa mengurangi beban rasa yang ada di dalam dada.


" Kenapa melamun? ," tanya Karan.


" Saya tadi sudah memanggil anda berulang kali, dan sudah menyapa anda juga untuk ijin masuk ke sini, tapi anda tidak menyahut sama sekali ," kata Karan lagi sambil duduk di kursi depan meja kerja Akmal.


" Tidak apa-apa, bicaralah yang santai saja Karan, karena kita cuma berdua saja ," kata Akmal.


" Ok baiklah, sekarang ceritalah kepadaku, apa yang sebenarnya kamu alami?? ," kata Karan.


" Karena tidak seperti biasanya, Dosen favorit semua umat ko melamun seperti ini ," kata Karan lagi.


" Aku ditinggal menikah dengan gadis yang aku cintai, dan sekarang dia sedang hamil anak suaminya ," kata Akmal.


" Wow, ternyata Dosen sejuta umat sedang patah hati ," kata Karan.


" Padahal banyak tuh wanita yang mengantre ingin jadi istri kamu, kenapa kamu malah mencintai wanita yang tidak mencintai kamu Akmal ," kata Karan.


" Iya mana aku tahu hati ini akan berlabuh ke mana Karan ," jawab Akmal.


" Kamu sih enak, sudah punyai istri dan anak, jadi tidak tahu bagaimana rasanya ditinggal menikah begini ," kata Akmal lagi.


" Obat sakit hati cuma satu, membuka hati untuk yang lain ," nasihat Karan kepada Akmal.


" Iya aku tahu, dan aku sudah mencobanya, tapi tetap tidak bisa ," jawab Akmal.


" Begini saja, kalau aku kenalkan dengan temanku bagaimana?? ," tanya Karan.


" Ayahku sudah mencoba akan menjodohkanku dalam waktu dekat ini Karan ," jawab Akmal.


" Nah itu jalan ke luarnya, sudah terima saja, karena siapa tahu jodoh dari Ayahmu itu adalah pengganti wanita yang kamu cintai itu ," kata Karan.


" Iya, akan aku coba ," jawab Akmal.

__ADS_1


" Ingat Akmal, jika kamu mau dengan dia, jangan bilang jika itu untuk pelarian ," nasihat Karan.


" Karena jika gadis itu tahu, dia pasti akan sakit hati kepadamu ," kata Karan lagi.


" Akan aku ingat semua nasihatmu ," jawab Akmal.


" Lalu kamu sendiri ada apa datang ke sini?? ," tanya Akmal.


" Ini, aku mau memberikan berkas yang kemarin kamu minta tentang kegiatan sekolah yang itu ," jawab Karan.


" Ok baiklah, terimakasih Karan ," kata Akmal.


" Iya sama-sama ," jawab Karan.


" Kalau begitu aku pergi dulu, aku ada jam mengajar lagi setelah ini ," kata Karan lagi dan Akmal hanya mengangguk saja.


Selalu seperti itu perkataan dari semua orang, membuka hati untuk mengobati hati yang terluka.


Akmal berpikir tidak ada salahnya juga mencoba menerima perjodohan dari sang Ayah.


Singkat cerita, dua minggu sudah berlalu, dan itu artinya kehamilan Cyra sudah hampir menginjak tiga bulan.


Abi Rasyid dan Umma Nada ketika mendapatkan kabar jika mereka sebentar lagi akan mempunyai seorang cucu, perasaan mereka sangat senang dan juga bahagia.


Sama seperti Ayah Rafiq dan Mama Jian, Abi Rasyid dan Umma Nada sampai terharu, karena itu artinya Keluarga mereka sebentar lagi akan mempunyai penerus.


Berhubung Abi Rasyid seorang Dokter, dia memberikan saran ini dan itu kepada Cyra supaya selalu menjaga kandungannya.


Cyra dan Mirza sangat senang sekali mempunyai orang tua dan mertua yang sangat-sangat peduli sekali dengan kesehatan calon anaknya.


Walau sudah menginjak usia kandungan ke tiga bulan, namun morning sickness yang di alami oleh Cyra masih terus berlanjut.


" Umi, apakah masih mual?? ," tanya Mirza kepada Cyra, dan mereka pun sudah dibiasakan memanggil Umi dan Abi.


" Masih Abi, entah kenapa rasanya perut Umi eneg sekali ," jawab Cyra.


" Ini sudah jam berapa,? nanti kalau Abi telat ke sekolahnya bagaimana?? ," tanya Cyra.


" Tidak apa-apa, kesehatan Umi yang terpenting sekarang ," jawab Mirza.


Ketika Mirza sedang membantu Cyra dengan memijat lembut tengkuknya, tiba-tiba ponsel yang ada di saku kemejanya berdering.


Mirza langsung mengangkat sambungan teleponnya itu yang ternyata dari salah satu staf guru.


" Astaghfirullah, maafkan saya, saya lupa, baik-baik saya akan segera ke sekolah sekarang ," kata Mirza yang didengar jelas oleh Cyra.


Mirza langsung mematikan sambungan teleponnya itu, dan hal itu membuat Cyra langsung bertanya apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


" Ada apa Abi?? ," tanya Cyra.


" Abi lupa jika di sekolah ada rapat dewan guru dan Abi di wajibkan harus datang sayang ," jawab Mirza.


" Ya sudah Abi segera datang ke sekolah, nanti jika mereka kelamaan menunggu Abi kan kasihan ," kata Cyra.


" Tapi Umi harus tetap kontrol ke Dokter ya, di antar Mama, Abi takut jika Umi kenapa-kenapa ," kata Mirza.


" Iya baiklah ," jawab Cyra menurut.


Mirza dan Cyra lalu ke luar dari dalam kamar, dan sesampainya di ruang Keluarga, kebetulan sekali ada Mama Jian yang sedang menonton televisi bersama Akmal yang terlihat santai.


" Ma, tolong antarkan Cyra periksa ke Dokter ya Ma, Mirza tidak bisa, karena ada rapat penting di sekolahan ," kata Mirza.


" Iya baiklah Nak ," jawab Mama Jian sambil tersenyum.


" Kamu sendiri apa tidak berangkat ke kampus Akmal?? ," tanya Mirza.


" Tidak Kak, di kampus sedang ada acara, jadi kegiatan belajar mengajar di liburkan satu hari ," jawab Akmal.


" Kebetulan kalau begitu, tolong kamu antarkan Mama dan Cyra ya ke rumah sakit sekarang ," kata Mirza.


Jantung Akmal tiba-tiba langsung berdetak sangat kencang sekali mendengar perkataan dari sang Kakak, begitu pula dengan Cyra, karena dia tidak menyangka akan diantarkan oleh Akmal juga.


" Baiklah Kak ," jawab Akmal pada akhirnya.


" Abi berangkat dulu ya Umi ," kata Mirza sambil mencium mesra dahi dan pipi Cyra, sedangkan Cyra mencium lembut tangan Mirza.


Mirza lalu berjongkok di depan perut Cyra, dan mengatakan sesuatu kepada calon anaknya.


" Adik baik-baik ya di dalam, Abi kerja dulu ya sayang, Abi sayang adik ," kata Mirza sambil mengusap lembut perut Cyra.


Apapun yang sedang dilakukan oleh Mirza dilihat jelas oleh Mama Jian dan Akmal. Walau Akmal sudah melihat seperti itu hampir setiap hari lamanya, tetap saja masih ada rasa sakit di dalam dada.


" Assalamu'alaikum ," salam Mirza kepada semua, dan semua orang langsung menjawab salam dari Mirza tadi.


" Kalau begitu Akmal mau siap-siap dulu ," kata Akmal, dan dia langsung berlalu masuk ke dalam kamarnya.


Cyra hanya mengangguk saja kepada Akmal, dan gantian Mama Jian yang ijin masuk ke dalam kamar karena dia ingin bersiap-siap juga.


Setelah kepergian mereka bertiga, Cyra memilih menunggu dengan duduk di sofa yang tadi Akmal duduki.


Cyra terus memijat dahinya, karena kepalanya terasa sangat pusing sekali, dan perutnya juga seperti sedang diaduk-aduk.


Cyra langsung bergegas berlari menuju ke dalam kamar mandi yang tidak jauh dari situ untuk memuntahkan isi perutnya.


Selesai muntah-muntah, kepala Cyra malah semakin tambah pusing saja, dan akhirnya membuatnya pingsan tidak jauh dari depan kamar mandi.

__ADS_1


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...


__ADS_2