IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
KACAU


__ADS_3

Semenjak mendapatkan surat tersebut dari Aalifa, sikap Cyra benar-benar berubah kepada Akmal.


Dia semakin menjauh, bahkan cenderung menghindar, bahkan Cyra akan menjawab seperlunya saja jika ditanya oleh Akmal.


Tidak ada yang tahu perubahan sikap Cyra kepada Akmal, selain Akmal dan Cyranya sendiri.


Akmal merasa, jika sikap Cyra sangat berbeda kepadanya, dan hal itu membuatnya merasa tidak nyaman sekali.


Sekarang Akmal merasa, tidak ada Cyra yang baik hati dan lembut kepadanya, yang ada sekarang, Cyra yang dingin serta acuh kepadanya.


Sebenarnya tidak masalah bagi Akmal jika Cyra bersikap begitu kepadanya, karena dirinya juga tidak ingin mendekati Cyra atau mengambil hatinya, hanya saja, Akmal merasa tidak nyaman sebab mereka ipar dan tinggal di dalam satu rumah.


Sedangkan Aalifa semakin hari semakin gencar perhatian dan menghubungi Akmal terus, namun selalu tidak dipedulikan oleh Akmal.


Akmal sendiri sudah semakin mendekatkan diri kepada Allah, untuk meminta petunjuk hingga satu minggu lamanya. Dan selama satu minggu itu, petunjuk yang dia dapatnya cuma bersama Cyra dan tidak bersama Aalifa.


Akmal ternyata setelah malam itu gagal berbicara kepada sang Ayah, dia mencoba untuk berbicara lagi sampai ke tiga kalinya kepada sang Ayah, namun masih tetap sama saja jawabannya, di tolak oleh sang Ayah.


Akhirnya, genap di hari ke delapan, ketika suasana sudah sangat larut malam sekali. Akmal memutuskan untuk pergi saja dari rumah, sambil membawa semua barang-barang yang diperlukannya.


Keesokan harinya, di saat semua Keluarga Ayah Rafiq ingin sarapan bersama, Akmal tidak terlihat sendiri diantara mereka semua.


" Kenapa Akmal belum terlihat sendiri?? ," ucap Ayah Rafiq.


" Biar Mama saja Ayah yang memanggilnya ," jawab Mama Jian, dan Ayah Rafiq hanya mengangguk saja.


Mama Jian lalu berjalan menaiki tangga untuk menuju ke dalam kamar Akmal.


Sesampainya di depan kamar Akmal, Mama Jian langsung mengetuk pintunya dengan perlahan.


" Akmal, Nak, sarapan yuk?? ," ajak Mama Jian sambil terus mengetuk pintunya.


Setelah diketuk berulang kali dan tidak ada tanggapan dari dalam, Mama Jian mencoba membuka gagang pintunya.


" Akmal ," panggil Mama Jian sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar.


" Apakah kamu sedang mandi?? ," kata Mama Jian lagi.

__ADS_1


Mama Jian mencoba berjalan ke arah kamar mandi, namun masih tetap saja tidak ada Akmal di situ.


Mama Jian sudah mulai khawatir dan perasaannya sudah mulai was-was, ketika dirinya tidak menemukan Akmal di dalam kamar.


Namun, di saat Mama Jian ingin berlalu ke luar dari dalam kamar, Mama Jian tidak sengaja melihat ada sebuah surat yang ditaruh di atas meja samping ranjang.


" Surat apa ini?? ," tanya Mama Jian untuk dirinya sendiri.


Mama Jian langsung segera ke luar dari dalam kamar Akmal, sambil membawa surat tersebut untuk dia berikan kepada Ayah Rafiq.


" Ayah-Ayah ," teriak Mama Jian.


" Ada apa sih Ma, kenapa berteriak, Ayah juga daritadi masih di sini ," jawab Ayah Rafiq.


" Akmal mana Ma?? ," tanya Ayah Rafiq.


" Ini, lihatlah Yah, Akmal sudah Mama cari di dalam kamarnya tapi tidak ada, dan Mama malah menemukan ini di atas mejanya ," jawab Mama Jian.


Ayah Rafiq langsung segera mengambil surat tersebut dan lalu membacanya.


" Ayah, Kak Mirza, maafkan Akmal ," ucap Akmal.


" Ayah sudah berkata kepada Akmal untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, dan hal itu sudah Akmal lakukan ," tulis Akmal.


" Tapi selama satu minggu ini, Akmal tidak pernah mendapatkan petunjuk untuk melanjutkan pernikahan ini Ayah, maafkan Akmal ," tulis Akmal.


" Akmal tersiksa, disuruh menikah dengan wanita yang tidak Akmal cintai, terlebih lagi wanita itu berakhlak buruk ," tulis Akmal.


" Kak Mirza, jika Kakak membaca surat ini, tolong maafkan Akmal, bukan maksud Akmal ingin mengecewakan Kakak, hanya saja hati ini tidak bisa dipaksakan Kak ," tulis Akmal lagi.


" Di manapun Akmal berada, Akmal akan terus mendoakan yang terbaik untuk Kakak dan ijinkan Akmal untuk menjauh sesaat dari permasalahan ini yang dari kemarin sangat menyiksa hati Akmal ," tulis Akmal.


" Ayah, Mama, maafkan Akmal, karena Akmal tidak bisa menjadi anak yang berbakti untuk kalian ," tulis Akmal lagi.


" Kurang 474r!! ," ucap Ayah Rafiq sambil menggebrak meja.


Mirza yang penasaran dengan isi surat tersebut, langsung mencoba membacanya juga dengan sangat serius sekali, begitupula dengan Cyra dan Mama Jian.

__ADS_1


Mereka semua merasa terkejut dengan keputusan yang Akmal ambil tanpa ada pembicaraan sama sekali kepada mereka semua.


" Akmal sudah benar-benar keterlaluan, dia sudah membuat kita malu!! ," marah Ayah Rafiq.


" Ayah tenang Yah, jangan seperti ini ," kata Mama Jian.


" Sudah berulang kali Ayah katakan, jika dirinya mungkin belum mengenal Aalifa, kenapa sekarang dia malah nekat kabur seperti ini!! ," kata Ayah Rafiq lagi.


" Ini tidak bisa dibiarkan, Ayah sudah tidak sudi mempunyai anak seperti Akmal, pembangkang!! ," marah Ayah Rafiq lagi, dan setelahnya, Ayah Rafiq pun langsung berdiri dari duduknya untuk berjalan ke dalam kamar.


Sarapan pagi mereka menjadi kacau karena isi surat Akmal tadi, dan langkah kaki Ayah Rafiq terhenti, ketika Mama Jian dan Cyra berteriak menyebut nama Mirza, sebab Mirza tiba-tiba memegangi kepalanya lalu pingsan seketika.


" Mirza!! ," teriak Ayah Rafiq.


Ayah Rafiq langsung berlari ke arah sang putra sulung dan lalu segera membawanya ke rumah sakit terdekat.


Kacau-kacau, semua menjadi kacau karena satu orang saja, yaitu Aalifa. Dan karena Aalifa juga, Cyra sekarang semakin membenci Akmal yang sudah membuat sang suami masuk ke dalam rumah sakit lagi.


" Jika sampai terjadi apa-apa dengan Mirza, dengan tangan ini sendiri, Ayah yang akan menghukum Akmal!! ," kata Ayah Rafiq sambil terus mengendarai mobilnya.


Sedangkan Mama Jian dan Cyra duduk di belakang untuk menemani Mirza.


" Abi bertahanlah, demi kita semua ," kata Cyra kepada Mirza yang sedang pingsan.


Mobil yang Ayah Rafiq kendarai, akhirnya sampai juga di sebuah rumah sakit yang paling dekat dengan rumahnya.


Ayah Rafiq langsung memanggil Dokter jaga yang ada di UGD untuk segera membantu Mirza yang sedang pingsan.


Kaki mereka terus mengikuti ranjang pasiennya Mirza, yang sedang didorong oleh para tim medis untuk masuk ke dalam salah satu ruang perawatan.


Mereka semua harus menunggu di luar dan tidak diijinkan masuk oleh Dokter, sebab Dokter akan memeriksa keadaan Mirza terlebih dahulu.


Mama Jian yang bisa berpikir jernih sendiri diantara Cyra dan Ayah Rafiq, dia langsung mencoba menghubungi sang besan, yaitu Abi Rasyid dan Umma Nada.


Umma Nada serta Abi Rasyid yang sedang sarapan di rumahnya, menjadi sangat terkejut mendengar kabar dari Mama Jian.


Tapi sayang, yang bisa langsung datang ke rumah sakit cuma Umma Nada saja, karena Abi Rasyid hari ini sedang ada tugas di rumah sakit, bahkan nanti Abi Rasyid ada dua 0p3r451 yang harus dijalaninya.

__ADS_1


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...


__ADS_2