IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
PERHATIAN


__ADS_3

" Cyra ," kata Mirza.


" Cepatlah bangun ," kata Mirza lagi.


Mirza setelah mendapatkan penjelasan dari sang Mama maupun Akmal, dia menjadi bersedih dan menyalahkan diri sendiri, karena dia malah sibuk berangkat mengajar daripada menunggui Cyra.


" Kamu jangan murung begitu Nak ," kata Mama Jian.


" Jangan menyalahkan dirimu sendiri, ini juga kan bukan keinginan kamu ," kata Mama Jian lagi.


" Iya Ma ," jawab Mirza dengan ekspresi yang terlihat bersedih.


Sedangkan Akmal yang masih ada di situ, hanya diam saja sambil memperhatikan Cyra secara diam-diam.


Bohong sekali jika Akmal tidak merasa bersedih ketika melihat orang yang dia sayangi sedang terbaring lemah seperti itu.


Ketika mereka bertiga sedang pada diam dengan pikiran mereka masing-masing, tiba-tiba ponsel Mama Jian berdering dengan sangat kencang sekali, dan ketika sudah di lihat oleh Mama Jian, ternyata yang menelpon adalah Ayah Rafiq.


" Halo Assalamu'alaikum Ayah ," kata Mama Jian.


" Wa'alaikumussalam Mama, ada apa Mama tadi menelpon Ayah, ponsel Ayah mode diam, jadi Ayah tidak tahu jika Mama sedang menelpon Ayah ," kata Ayah Rafiq.


" Mama cuma ingin memberitahu Ayah, jika Cyra saat ini sedang dirawat di rumah sakit ," jawab Mama Jian.


" Apa!! ," kata Ayah Rafiq merasa terkejut.


" Ada apa dengan Cyra,? Kenapa Cyra bisa sampai di rawat di rumah sakit Mama?? ," tanya Ayah Rafiq.


" Cyra pingsan Ayah, darahnya terlalu rendah ," jawab Mama Jian.


" Di rumah sakit mana Cyra sedang di rawat Ma??," tanya Ayah Rafiq lagi.


Mama Jian langsung saja menyebutkan alamat rumah sakit tempat Cyra sedang di rawat.


" Kebetulan Ayah sudah ada di jalan, Ayah mau langsung ke situ saja ," jawab Ayah Rafiq.


" Iya Ayah, kalau begitu hati-hati di jalan ," jawab Mama Jian.


" Iya, assalamu'alaikum ," kata Ayah Rafiq.


" Wa'alaikumussalam ," jawab Mama Jian, dan Mama Jian langsung mematikan sambungan teleponnya.


Tidak lama setelah Mama Jian menerima telepon dari Ayah Rafiq, Cyra menunjukkan pergerakan ingin sadar dari pingsannya.


Mirza yang melihat, langsung saja segera memanggil Dokter dengan memencet tombol darurat yang tersedia di situ.


" Cyra sayang, tunggu sebentar ya Dokter akan segera ke sini ," kata Mirza.


Dan tidak lama, Dokter dan asistennya pun datang ke ruang perawatan Cyra.


" Oh, Nyonya Cyra sudah sadar, mari saya periksa terlebih dahulu Nyonya ," kata sang Dokter.


Akmal begitu sangat peduli sekali dengan Cyra, dia bahkan mencarikan Dokter yang perempuan, karena untuk memberikan kenyamanan bagi Cyra.

__ADS_1


Mirza menyingkir sejenak untuk memberikan ruang kepada sang Dokter untuk memeriksa Cyra.


Beberapa menit kemudian, sang Dokter pun selesai memeriksa keadaannya Cyra.


Akmal dan Mama Jian yang melihat juga ikut mendekat ke arah ranjang pasien untuk mengetahui bagaimana keadaannya Cyra.


" Dokter bagaimana keadaan dari istri saya?? ," tanya Mirza.


" Istri anda?? ," tanya sang Dokter merasa kebingungan.


" Bukankah Nyonya Cyra ini adalah istri dari Tuan yang itu?? ," kata sang Dokter lagi sambil menunjuk Akmal.


Akmal tersenyum garing sambil menjawab perkataan dari sang Dokter " bukan Dokter, saya adik iparnya ," jawab Akmal.


" Oh maaf Tuan, saya kira anda adalah suaminya, tadi saya sudah mengatakan jika Nyonya Cyra adalah istri anda ," jawab sang Dokter.


" Iya Dokter tidak apa-apa ," jawab Akmal.


Cyra yang mendengar hanya diam saja, karena dia tidak mengerti apa-apa, sebab tadi dia masih pingsan.


Sang Dokter hanya tersenyum ramah saja menanggapi Akmal, lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah Mirza untuk menjawab pertanyaan dari Mirza tadi.


" Istri anda tidak kenapa-kenapa Tuan, dia hanya kekurangan cairan dan darahnya terlalu rendah sekali ," jawab sang Dokter.


" Iya Dokter, tadi pagi dia belum makan, katanya perutnya sangat mual sekali, dan istri saya malah muntah-muntah terus ," jawab Mirza.


" Nah itu faktor Nyonya Cyra dehidrasi Tuan ," jawab sang Dokter.


" Nyonya Cyra sementara ini harus di rawat inap di sini dulu Tuan, sampai darahnya kembali normal seperti sedia kala dan asupan makannya terpenuhi untuk janin yang sedang dikandungnya juga ," kata sang Dokter.


" Saya akan memberikan beberapa vitamin untuk Nyonya Cyra, dan walau tidak naf5u makan, diusahakan harus makan ya Nyonya, ini demi calon anak juga ," pesan Dokter kepada Cyra.


" Baik Dokter ," jawab Cyra dengan lirih.


" Kalau begitu saya permisi dulu Tuan, Nyonya, ada pekerjaan lainnya yang harus saya selesaikan ," pamit sang Dokter kepada semua orang.


" Iya Dokter, terimakasih ," jawab serempak dari semua orang.


Sang Dokter hanya tersenyum dan mengangguk saja dengan ramah, setelahnya, dia langsung berlalu ke luar dari dalam ruang perawatan Cyra bersama dengan asistennya tadi.


" Kamu dengar sendiri kan sayang, harus dipaksakan makan, jangan seperti ini, kasihan dedek yang ada di dalam ," kata Mirza sambil mengusap lembut perut Cyra yang sudah terlihat membuncit.


Akmal yang melihat jika sang Kakak sudah mulai bersikap romantis dengan Cyra, dia memilih menyingkir dari situ.


" Iya ," jawab Cyra sambil mengangguk.


" Oh ya Nak, di sini tidak ada camilan, atau makanan yang bisa di makan, kamu sama Cyra mau dibelikan apa,?? biar Akmal saja yang membelinya ," tanya Mama Jian kepada Mirza.


" Apa saja Ma, yang penting makanannya baik untuk ibu hamil, kalau Mirza bisa makan sisanya Cyra, pasti dia juga tidak akan habis makan itu semua ," jawab Mirza.


" Baiklah kalau begitu ," jawab Mama Jian.


Mama Jian lalu berjalan mendekati Akmal yang sedang memainkan ponselnya.

__ADS_1


" Mal, tolong kamu beli makanan dan camilan dulu sana ," kata Mama Jian.


" Beli juga makanan untuk Cyra, supaya dia mau makan, sama buah-buahannya juga ya jangan lupa ," kata Mama Jian lagi.


" Nih uangnya ," kata Mama Jian sambil menyerahkan beberapa lembar uang.


" Tidak perlu Ma, pakai uang Akmal saja ," jawab Akmal.


" Akmal pergi dulu, Assalamu'alaikum ," pamit Akmal, dan salam dari Akmal langsung di jawab serempak oleh Mama Jian, Mirza dan juga Cyra.


Akmal langsung saja bergegas ke luar dari dalam rumah sakit untuk menuju ke parkiran mobil.


Sesampainya di parkiran mobil, Akmal langsung mengendarai mobilnya menuju ke sebuah supermarket dan juga Cafe untuk membeli beberapa camilan, buah-buahan serta makanan untuk mereka makan nanti.


" Aku pernah membaca jika buah alpukat ini sangat bagus untuk ibu hamil ," kata Akmal berbicara sendiri.


" Masa Cyra harus makan langsung begini, pasti dia akan tambah eneg, hmm coba aku tanya saja sama karyawan di sini ," kata Akmal lagi.


Akmal lalu mencoba mencari karyawan perempuan, untuk bertanya tentang buah alpukat enaknya di makan sama apa.


Akhirnya, tidak terlalu jauh dari tempatnya berdiri tadi, Akmal melihat ada karyawan perempuan yang sedang menata barang di rak.


" Mbak permisi ," kata Akmal.


" Oh ya Tuan, apa ada yang bisa saya bantu??," tanya sang karyawan.


" Emm, kalau buah alpukat ini, enaknya di makan sama apa ya?? ," tanya Akmal.


" Khususnya untuk ibu hamil ," kata tambahan lagi dari Akmal.


" Oh, istrinya sedang hamil ya Tuan ," kata sang karyawan.


Lagi dan lagi banyak yang mengira jika Cyra dalah istrinya, dan Akmal sudah sedikit merasa biasa saja jika ada yang mengatakan seperti itu kepadanya.


" Kalau dulu ketika saya hamil, saya memakannya langsung begitu Tuan, dengan di campur sama susu, biar tidak terlalu eneg ," jawab sang karyawan lagi.


" Makannya bagaimana ya Mbak?? ," tanya Akmal lagi.


" Tinggal dihancurin saja pakai sendok, lalu di aduk sama susunya, sudah enak, tidak perlu ditambahin air lagi ," jawab sang karyawan.


" Oh. begitu ya Mbak, terimakasih atas penjelasannya ," kata Akmal.


" Iya Tuan, sama-sama ," jawab sang karyawan.


Setelah bertanya kepada karyawan tadi, Akmal pun kembali lagi ke rak buah untuk mengambil beberapa buah alpukat yang sudah matang, serta beberapa buah-buahan yang lain.


Selesai membeli barang yang dia butuhkan, Akmal pun langsung saja kembali lagi ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Akmal yang baru saja sampai di pintu gerbang rumah sakit, tidak sengaja menabrak seorang wanita yang sedang berjalan dengan tidak melihat jalan, karena wanita itu sedang memainkan ponselnya.


Akmal tentu saja langsung turun dari dalam mobilnya untuk melihat wanita yang tidak sengaja terserempet mobilnya.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2