
" Kenapa kamu mengajakku ketemuan di sini Abraham ," kata Akmal.
Yaps, Akmal saat ini sedang diajak ketemuan oleh Abraham di sebuah Cafe.
Abraham yang sedang bersedih, akan meminta solusi kepada Akmal yang menurutnya sangat dewasa dan enak jika diajak mengobrol berdua.
" Kalila sedang marah denganku Mal ," jawab Abraham.
" Memangnya apa masalahnya?? ," tanya Akmal.
" Dia akhirnya tahu, kalau bengkel itu adalah bengkelku ," jawab Abraham.
" Kan sudah aku kasih tahu, lebih baik jujur saja, karena kejujuran itu lebih penting walau menyakitkan ," kata Akmal.
Akmal jadi ke ingat dengan kejujuran Cyra yang berkata jika dia sudah mempunyai seorang tunangan, dan rasa sakitnya masih bisa Akmal rasakan sampai sekarang, padahal itu sudah berjalan satu minggu lebih.
" Setahuku, Cyra, Kalila, Misha dan juga Deena, mereka berempat wanita yang baik, yang tidak pernah memandang laki-laki dari hartanya ," kata Akmal.
" Dan kamu juga sudah sering mendapatkan cerita dari Hamzah tentang Kalila bagaimana ," kata Akmal lagi.
" Iya, hanya saja aku takut, jika Kalila dekat denganku karena ....... ," perkataan Abraham terpotong oleh perkataan Akmal.
" Karena dia cuma memanfaatkanmu saja?? ," kata Akmal, dan Abraham hanya mengangguk saja.
" Tidak semua wanita seperti mantan kekasih kamu dulu Abraham ," kata Akmal lagi.
" Sekarang jika sudah begini kejadiannya, ya kamu harus berusaha meminta maaf kepada Kalila, dan jelaskan kepadanya yang sebenarnya ," nasihat Akmal.
" Kalau perlu lamar dia sekalian, biar cepat menyusul Hamzah ," kata Akmal lagi.
Membicarakan lamaran, Abraham jadi teringat dengan Mirza yang akan menikah.
" Oh iya, katanya Kak Mirza sebentar lagi akan menikah ya?? ," tanya Abraham kepada Akmal.
" Iya, memangnya kenapa?? ," tanya Akmal.
" Kemarin aku dapat surat undangan dari Kak Mirza, cuma pada waktu itu aku sedang pergi, jadi undangannya dititipkan kepada karyawan bengkelku ," jawab Abraham.
" Kapan kamu akan menyusul Kak Mirza, Akmal?? ," tanya Abraham.
" Entahlah, hati ini sedang sakit jika memikirkan soal cinta ," jawab Akmal.
" Apa maksud kamu Akmal?? ," tanya Abraham.
" Apa kamu sedang patah hati?? ," tanya Abraham lagi, dan Akmal langsung mengangguk.
" Aku sudah mengutarakan perasaanku kepada Cyra ," jawab Akmal.
" Cyra,? mahasiswi kamu itu, yang berniqob, teman Kalila dan Misha?? ," tanya Abraham.
" Iya ," jawab Akmal.
" Tidak aku sangka ternyata kamu suka dengan dia, karena selama ini kamu tidak pernah bercerita kepadaku atau Hamzah, lalu apa jawabannya Cyra kepadamu, Akmal?? ," kata Abraham.
__ADS_1
" Dia menolakku, karena katanya dia sudah bertunangan dengan seseorang sejak empat tahun yang lalu ," jawab Akmal.
" Waaah, itu artinya kamu jatuh cinta dengan calon istri orang lain dong Akmal?? ," kata Abraham.
" Iya, bisa dibilang seperti itu ," jawab Akmal.
" Apakah kamu tahu Akmal, siapakah laki-laki yang akan menikahi Cyra?? ," tanya Abraham lagi.
" Tidak tahu, bahkan aku saja tidak tahu Kak Mirza akan menikah dengan siapa?? ," jawab Akmal.
" Kamu jangan bercanda deh Akmal, masa Kakak sendiri mau menikah ko tidak kenal sama calon Kakak iparnya, bahkan namanya pun apakah kamu juga tidak tahu siapa?? ," tanya Abraham tidak percaya.
" Tidak ," jawab Akmal sambil menggelengkan kepalanya.
" Jika aku akan ikut Kak Mirza bertemu dengan calon istrinya, pasti akan selalu ada halangan di jalan, dan aku sendiri juga tidak berani bertanya-tanya tentang siapa calon istrinya, takut melanggar privasinya ," kata Akmal lagi.
" Tapi kan sekarang undangannya sudah tersebar Akmal, di rumah kamu pasti banyak undangan kan, masa kamu tidak membacanya sampai sekarang?? ," tanya Abraham lagi.
" Iya ada sih, tapi di simpan di dalam kamar Kak Mirza ," jawab Akmal.
Untuk orang yang tinggal dalam satu rumah, rasanya cukup aneh jika Akmal sampai belum mengetahui siapa calon istrinya Mirza.
Namun mau bagaimanapun juga, memang Akmal tidak mengetahuinya.
Selain mereka sibuk dengan dunia mereka masing-masing, baik Akmal dan Mirza juga tidak mau sering ikut campur di dalam urusan pribadi.
Kecuali jika Mirza atau Akmal yang meminta tolong untuk masalah ini dan itu, baru baik Mirza dan Akmal akan terbuka satu sama lainnya.
Mirza dan Akmal sangat menjunjung tinggi privasi, supaya tidak saling berselisih faham setiap saat.
" Sebentar, sepertinya aku membawa undangan dari Kakak kamu di dalam mobil, akan aku ambilkan dulu ," kata Abraham, dan Akmal hanya mengangguk saja.
Abraham lalu beranjak dari duduknya untuk berjalan ke arah mobilnya, karena dia ingin mengambil kartu undangan yang Mirza berikan kemarin kepadanya.
Ketika kartu undangan itu sudah berada di tangannya, Abraham langsung masuk kembali ke dalam Cafe untuk memberikannya kepada Akmal.
" Ini bacalah sendiri, kartu undangan pernikahan Kakak kamu ," kata Abraham.
Akmal langsung membuka kartu undangan itu, dan dia langsung mencari nama calon pengantin perempuan.
Mata Akmal melotot sangat lebar sekali ketika sudah membaca nama mempelai perempuan di dalam hati, dan untuk lebih memastikannya lagi, dia membacanya dengan suara.
" Cyra Adeeva Rasyid ," kata Akmal.
" Iya, itu kan nama mempelai perempuannya, memangnya kenapa Akmal,? apa kamu mengenalnya?? ," tanya Abraham.
" Ini kan nama lengkap Cyra? ," kata Akmal.
" Jangan bercanda deh Akmal ," kata Abraham.
" Mungkin itu Cyra yang lain, kan nama seperti itu tidak cuma satu orang saja yang punya ," kata Abraham lagi.
Akmal lalu memastikan alamat tempat tinggal Cyra, dan alamatnya sama persis dengan alamat tempat tinggal Cyra yang Akmal tahu.
__ADS_1
" Tapi di sini benar ini alamat rumah Cyra, Abraham ," kata Akmal.
Jantung Akmal berdetak sangat kencang sekali, hingga saking kencangnya tangan Akmal sampai gemetaran memegang kartu undangan pernikahan itu.
" Tenang dulu Akmal ," kata Abraham kepada Akmal.
" Untuk lebih memastikannya, kamu lebih baik tanya saja kepada Kakak kamu ," kata Abraham lagi.
Tanpa banyak berbicara atau menjawab perkataan dari Abraham, Akmal langsung berlalu pergi dari dalam Cafe untuk segera pulang ke rumah.
Niat hati ingin mendengarkan curhatannya Abraham, malah dia mengetahui kenyataan yang membuat hatinya semakin hancur berkeping-keping seperti tidak terlihat lagi butirannya.
Abraham sendiri belum begitu yakin dengan Cyra yang Akmal maksud, dan dia berdoa, semoga firasat yang Akmal rasakan itu salah besar, sebab jika benar itu terjadi, Abraham sangat tahu sekali betapa sakitnya hati Akmal, harus melihat wanita yang di cintainya menikah dengan Kakak yang di sayanginya.
Abraham lalu ikut pergi juga dari dalam Cafe, setelah membayar makanan serta minuman yang tadi sudah dia maupun Akmal pesan.
Dan Abraham ingin memikirkan cara sendiri, bagaimana caranya dia bisa meminta maaf kepada Kalila.
Kembali ke Akmal lagi.
Akmal mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi, dan sesampainya di rumah, Akmal langsung mencari sang Kakak yang ternyata sedang menghitung nama orang yang akan dia undang.
" Kak Mirza ," panggil Akmal.
" Eh kamu Akmal, ada apa? ," tanya Mirza.
Ketika sudah berhadapan langsung dengan sang Kakak, Akmal malah susah sekali ingin berbicara, karena dia tidak mau jika sang Kakak sampai mengetahui apa yang sebenarnya dia rasakan.
" Ada apa Akmal,? kenapa kamu malah diam saja?? ," tanya Mirza lagi.
" Tidak apa-apa Kak ," jawab Akmal.
" Kakak sedang apa,? apa ada yang bisa Akmal bantu?? ," tanya Akmal.
" Tolong bantu Kakak menghitung ini semua dong, biar Kakak bisa tahu masih kurang berapa yang belum Kakak beri undangan ," jawab Mirza.
" Baiklah, bawa sini bukunya Kak ," jawab Akmal.
Mirza langsung memberikan buku catatan nama orang yang akan dia undang kepada Akmal, dan Akmal dengan tulus membantu Mirza untuk menyelesaikan pekerjaannya, dan juga memilih mengesampingkan banyak pertanyaan di dalam hatinya tadi.
" Kakak mau ke kamar sebentar ," kata Mirza, dan Akmal hanya mengangguk saja.
Ketika Mirza sedang ke kamar, tiba-tiba ponsel milik Mirza bergetar karena ada pesan masuk.
Akmal tidak sengaja membacanya, karena ponselnya ada di atas meja sampingnya dan pesan itu ternyata dari Cyra yang berpesan jangan terlalu capek, serta menyuruh Mirza jangan memforsir pekerjaan.
Jantung Akmal seakan berhenti berdetak, dan ketika Akmal mencoba melihat wallpaper ponsel sang Kakak, ada sebuah foto wisuda Cyra kemarin dengan Mirza yang dia posting di insta storynya.
Jika kalian semua ada di posisi Akmal, bagaimana perasaan kalian sekarang, iya kira-kira seperti itulah keadaan Akmal saat ini.
Tangan Akmal sampai bergetar dan mata dia melotot terbengong melihat foto sang Kakak bersama Cyra, gadis yang sangat di cintainya sejak empat tahun yang lalu.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
__ADS_1
...***TBC***...