
Salah satu pembantu yang sedang lewat, tidak sengaja melihat Cyra pingsan, dan dia langsung saja berteriak-teriak memanggil Mama Jian maupun Akmal.
" Nyonyaaaaaaa, Nyonya Jiaaaaaaaaaaan ," teriak dari sang pembantu.
" Tuan Akmaaalll ," panggil sang pembantu lagi.
Teriakan dari pembantu tadi mengundang semua orang yang ada di dalam rumah tersebut untuk mendekat ke arahnya.
Akmal kebetulan yang sedang turun dari atas tangga dan mendengar teriakan dari sang Bibi tadi langsung bergegas menuju ke sumber suara.
" Astaghfirullah Cyraaaaa!! ," teriak Akmal yang melihat Cyra pingsan.
Teriakan Akmal barulah mengundang Mama Jian yang sedang bersiap-siap di dalam kamar.
" Astaghfirullah Nak Cyra ," teriak Mama Jian juga.
" Ayo Akmal segera bawa Cyra ke rumah sakit ," kata Mama Jian.
Akmal langsung saja menggendong Cyra untuk dia bawa ke dalam mobilnya, dan Mama Jian pun segera mengikuti langkah kaki Akmal.
Sesampainya di dalam mobil, Akmal langsung mengendarai mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat, untuk segera membantu Cyra yang sedang pingsan dengan wajah yang terlihat sangat pucat sekali jika niqobnya dibuka.
Di dalam mobil Mama Jian mencoba menghubungi Ayah Rafiq, karena berhubung Ayah Rafiq sedang ada pertemuan penting dengan investor yang ingin membantu pembangunan Yayasannya, jadinya dia tidak tahu jika sang istri sedang menelponnya, sebab ponselnya sedang dia mode diam.
" Ayah kamu tidak bisa Mama telepon ," kata Mama Jian.
" Coba telepon Kak Mirza saja Ma, dia harus tahu keadaannya Cyra sekarang ," jawab Akmal.
" Apa tidak menganggu, kan tadi kata Kakak kamu dia sedang ada rapat penting dengan dewan guru ," kata Mama Jian.
" Dia akan lebih mementingkan rapatnya atau istri dan anaknya, jika Kak Mirza sampai mementingkan rapatnya, Akmal bersumpah akan menonjok wajah Kak Mirza nanti ," kata Akmal, karena Akmal benar-benar sangat khawatir sekali dengan Cyra.
" Hust,!! jangan berbicara seperti itu Nak ," tegur Mama Jian.
" Baiklah, biar Mama telepon Kakak kamu dulu ," kata Mama Jian lagi.
Mama Jian langsung saja mencoba menghubungi Mirza, dan Mirza yang sedang mengikuti rapat, dia sedikit terganggu, ketika ponselnya terus bergetar di saku celananya.
Melihat nama sang Mama, Mirza mencoba mendiamkannya saja, sebab Mirza sebagai sang kepala sekolah sedang mendengarkan bawahannya presentasi di depan.
Namun, karena Mama Jian terus-terusan menelponnya, membuat pikiran Mirza menjadi tidak tenang dan tidak fokus.
__ADS_1
" Semuanya, saya permisi sebentar, ada telepon penting masuk ," pamit Mirza kepada semua anggota rapat.
Semua anggota rapat langsung mengangguk kepada Mirza, dan Mirza langsung saja berlalu ke luar dari dalam ruang rapat untuk mengangkat sambungan dari sang Mama.
" Halo, Assalamu'alaikum Ma ," kata Mirza.
" Mirza cepat datang ke rumah sakit sekarang juga, istri kamu tadi pingsan di rumah, ini Mama sama Akmal sedang membawanya ke rumah sakit ," kata Mama Jian.
" Apaaaaaa!! ," kata Mirza sangat terkejut sekali.
" Baik Ma, Mirza akan segera datang ke rumah sakit sekarang juga, tunggu Mirza ," kata Mirza lagi dan sambungan telepon mereka lalu terputus.
Mirza langsung saja masuk lagi ke dalam ruang rapat untuk menginterupsi semua para anggota rapat.
" Permisi semuanya ," kata Mirza di depan ruangan.
" Saya mohon maaf sebelumnya, karena saya tidak bisa meneruskan rapat ini, karena istri saya sedang masuk ke rumah sakit ," kata Mirza.
" Rapat ini saya serahkan kepada wakil saya Pak Rahmat, dan saya permisi dulu untuk meninggalkan rapat ini, assalamu'alaikum ," kata Mirza lagi.
" Wa'alaikumussalam Pak, semoga istrinya segera lekas sembuh ," kata para anggota rapat.
" Terimakasih ," jawab Mirza sambil mengangguk.
Di rumah sakit sendiri tadi Akmal langsung memanggil para petugas medis untuk segera menolong Cyra.
Mama Jian dan Akmal saat ini sedang sibuk menunggu Cyra di depan ruang perawatan intensif.
Ketika Mama Jian dan Akmal sedang berdiam diri dengan pikirannya masing-masing, mereka tidak sengaja mendengar ada seseorang yang memanggil nama mereka berdua.
" Mbak Jian, Akmal ," panggil orang tersebut.
" Eh kamu Rasyid ," kata Mama Jian.
" Abi Rasyid ," sapa Akmal juga, dan ternyata yang memanggil mereka adalah Abi Rasyid, Ayah kandungnya Cyra.
" Kalian ko ada di sini, siapa yang sedang sakit di dalam?? ," tanya Abi Rasyid.
" Cyra, Abi, dia tadi pingsan di rumah ," jawab Akmal.
" Astaghfirullah, lalu Mirza ke mana?? ," tanya Abi Rasyid lagi.
__ADS_1
" Mirza tadi sudah berangkat mengajar, tapi saat ini dia sudah berada di perjalanan ke sini ko Rasyid ," jawab Mama Jian.
Kebetulan rumah sakit yang Akmal datangi sekarang adalah rumah sakit tempat Abi Rasyid dinas, jadi mereka bisa tidak sengaja bertemu dengan Abi Rasyid saat ini.
" Kamu sendiri ko bisa ada di sini Rasyid,? apa kamu bekerja di rumah sakit ini?? ," tanya Mama Jian.
" Iya Mbak Jian, kebetulan saya dinas di rumah sakit ini, dan ini saya baru saja selesai memeriksa pasien tadi ," jawab Abi Rasyid.
" Dokter Rasyid, kita harus segera ke ruang 0p3r451 sekarang juga ," kata dari asistennya yang mengingatkan.
" Akmal, Mbak Jian, tolong kabari saya jika Cyra sudah selesai di periksa, saya harus bekerja lagi ," kata Abi Rasyid.
" Baik Abi ," jawab Akmal, dan Mama Jian hanya mengangguk saja.
Abi Rasyid langsung saja berlalu pergi menuju ke ruang 0p3r451, dan sekitar lima belas menit setelah Abi Rasyid pergi, barulah ruang perawatan Cyra terbuka dari luar.
Melihat hal itu Akmal dan Mama Jian langsung segera berjalan mendekati sang Dokter yang baru saja ke luar.
" Dokter bagaimana keadaan Cyra?? ," tanya Akmal.
" Istri anda tidak kenapa-kenapa Tuan, hanya dehidrasi saja, sama darahnya terlalu rendah, makanya dia sampai pingsan sekarang ," jawab sang Dokter.
Akmal langsung saling pandang dengan sang Mama, ketika Cyra di kira istrinya.
" Sebentar lagi istri anda akan segera kami pindahkan ke ruang perawatan biasa Tuan, jadi tunggulah di sini dulu ," kata sang Dokter lagi.
" Eh, iya Dokter terimakasih ," jawab Akmal.
" Kalau begitu saya permisi dulu ," pamit sang Dokter tadi.
Akmal dan Mama Jian hanya mengangguk saja kepada Dokter tersebut. Dan sekitar lima menit kemudian, brankar pasiennya Cyra di dorong ke luar oleh para suster yang menanganinya tadi.
Ketika Mama Jian sedang berjalan mengikuti ke mana brankar pasien Cyra di dorong, tiba-tiba ponselnya berdering yang ternyata dari Mirza.
" Halo Ma, kalian ada di mana,? Mirza sudah ada di rumah sakit ini ," kata Mirza.
" Kita sedang mengikuti brankar Cyra yang sedang di dorong menuju ke ruang perawatan biasa Nak ," jawab Mama Jian, eh tidak tahunya mereka berpapasan di lorong rumah sakit.
Mirza langsung mematikan sambungan teleponnya, dan langsung mengikuti juga ke mana brankar istrinya sedang didorong.
Setelah di pindahkan ke ruang VVIP rumah sakit tersebut, Mirza langsung bertanya kepada sang Mama maupun Akmal, tentang hasil pemeriksaannya Cyra, dan Mirza benar-benar terlihat sangat khawatir sekali melihat keadaannya Cyra.
__ADS_1
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
...***TBC****...